Frederica Aratwembun
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PROFIL KELAINAN REFRAKSI PADA PESERTA PEMERIKSAAN MATA DI SMA AL MUBARAK JOMBANG TAHUN 2026 Imron Gusroni; Murni Marlina Simarmata; Annadira Nabila Sari; Frederica Aratwembun; Eva Asriyanti; Lena Lisnawati; Putri Ghanim Septia Habiba
Journal Peduli Kesehatan Mata Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Peduli Kesehatan Mata
Publisher : Akademi Refraksi Optisi dan Optometry Gapopin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54363/xg3vxa39

Abstract

Kelainan refraksi merupakan salah satu penyebab utama gangguan penglihatan yang dapat menghambat aktivitas belajar, bekerja, dan menurunkan kualitas hidup seseorang apabila tidak dikoreksi dengan tepat. Deteksi dini melalui pemeriksaan refraksi sangat penting untuk mengetahui jenis dan derajat kelainan refraksi sehingga dapat diberikan koreksi yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kelainan refraksi pada peserta pemeriksaan mata dalam kegiatan Praktik Klinik Lanjutan/Ujian Akhir Program (PKL/UAP) yang dilaksanakan di SMA Al Mubarak Jombang pada tanggal 21–22 Mei 2026. Penelitian menggunakan metode deskriptif observasional dengan pendekatan potong lintang (cross- sectional). Sampel penelitian terdiri dari 56 peserta yang meliputi siswa, guru, dan yayasan yang mengikuti pemeriksaan mata. Pengumpulan data dilakukan melalui anamnesis, pemeriksaan tajam penglihatan (visus), pemeriksaan refraksi objektif dan subjektif, serta penentuan resep kacamata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa miopia merupakan kelainan refraksi yang paling banyak ditemukan, terutama pada kelompok usia 15–17 tahun. Selain miopia, ditemukan pula kasus astigmatisme dan presbiopia pada peserta berusia di atas 40 tahun yang memerlukan tambahan lensa baca. Beberapa peserta juga mengalami miopia derajat tinggi dengan ukuran refraksi mencapai S -11,00 dioptri pada kedua mata. Sebagian besar peserta mengalami peningkatan tajam penglihatan setelah diberikan koreksi menggunakan kacamata yang sesuai. Dapat disimpulkan bahwa miopia merupakan kelainan refraksi yang paling dominan pada peserta pemeriksaan mata di SMA Al Mubarak Jombang sehingga diperlukan pemeriksaan mata secara berkala sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan gangguan penglihatan yang lebih lanjut. Refractive error is one of the leading causes of visual impairment that can interfere with learning activities, work performance, and overall quality of life if not properly corrected. Early detection through refractive examinations is essential to identify the type and degree of refractive errors so that appropriate correction can be provided. This study aimed to determine the profile of refractive errors among participants of an eye examination program conducted during the Advanced Clinical Practice/Final Program Examination (PKL/UAP) at SMA Al Mubarak Jombang on May 21–22, 2026. This study employed a descriptive observational design with a cross-sectional approach. The study sample consisted of 56 participants, including students, teachers, and foundation staff who underwent eye examinations. Data were collected through anamnesis, visual acuity assessment, objective and subjective refraction examinations, and eyeglass prescription determination. The results showed that myopia was the most common refractive error, particularly among participants aged 15–17 years. In addition to myopia, cases of astigmatism and presbyopia were also identified among participants over 40 years of age who required additional reading lenses. Several participants were found to have high myopia, with refractive measurements reaching S -11.00 diopters in both eyes. Most participants experienced improved visual acuity after receiving appropriate spectacle correction. It can be concluded that myopia was the predominant refractive error among participants at SMA Al Mubarak Jombang. Therefore, regular eye examinations are necessary as an early detection and prevention strategy for further visual impairment.