Putri Ghanim Septia Habiba
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEGIATAN PENYULUHAN KESEHATAN MATA PADA JAMAAH MUSHOLLA NURUL HUDA TANGERANG SELATAN Febri Maryani; Stephanus Silaban; Elza Aulia Az Zahra; Ai Siti Lestari; Anita Nur Anisa; Nisa Zakiati Umami; Putri Ghanim Septia Habiba
Journal Peduli Kesehatan Mata Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Peduli Kesehatan Mata
Publisher : Akademi Refraksi Optisi dan Optometry Gapopin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54363/2hzfhw48

Abstract

Penyuluhan kesehatan mata merupakan salah satu upaya promotif dan preventif yang bertujuan meningkatkan pengetahuan serta kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan mata dan mencegah terjadinya gangguan penglihatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada penguatan literasi kesehatan mata melalui penyuluhan interaktif yang dilaksanakan di Musholla Nurul Huda, Parung Serab, Tangerang Selatan. Kegiatan diikuti oleh 22 peserta yang terdiri atas jamaah Majelis Ta’lim dan masyarakat sekitar dengan rentang usia dewasa hingga lanjut usia. Materi yang diberikan meliputi pentingnya menjaga kesehatan mata, pengenalan berbagai penyakit mata yang sering ditemukan di masyarakat, tanda dan gejala gangguan mata yang perlu diwaspadai, kebiasaan yang mendukung kesehatan mata, serta risiko penggunaan obat tetes mata tanpa anjuran tenaga kesehatan. Penyampaian materi dilakukan menggunakan media visual yang menarik dan mudah dipahami, disertai metode partisipatif berupa diskusi serta sesi tanya jawab interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki memiliki antusiasme yang tinggi selama penyuluhan berlangsung. Peningkatan pemahaman peserta terlihat dari kemampuan mereka menjawab pertanyaan dan kuis yang diberikan setelah sesi edukasi. Selain itu, peserta aktif menyampaikan pengalaman dan permasalahan terkait kesehatan mata yang mereka alami. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan mata berbasis interaksi langsung dan media visual efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan mata, kesadaran terhadap deteksi dini gangguan penglihatan, serta perilaku hidup sehat untuk menjaga kesehatan mata di masyarakat. Eye health education is a promotive and preventive effort aimed at improving public knowledge and awareness regarding eye care and the prevention of visual impairment. This community service activity focused on strengthening eye health literacy through an interactive educational program conducted at Nurul Huda Mosque, Parung Serab, South Tangerang. The activity was attended by 22 participants, consisting of members of the Majelis Ta’lim and local community residents, ranging from adults to older adults.The educational materials covered the importance of maintaining eye health, common eye diseases frequently found in the community, signs and symptoms of eye disorders that require attention, healthy habits that support eye health, and the risks associated with the use of eye drops without professional medical advice. The educational sessions were delivered using engaging visual media that were easy to understand, combined with participatory methods such as discussions and interactive question-and-answer sessions. The results showed that participants demonstrated a high level of enthusiasm throughout the program. Improved understanding was reflected in their ability to correctly answer questions and quizzes administered after the educational session. In addition, participants actively shared their experiences and concerns related to eye health. These findings indicate that eye health education based on direct interaction and visual media is effective in improving eye health literacy, increasing awareness of the importance of early detection of eye disorders, and promoting healthy behaviors to maintain eye health within the community.
PROFIL KELAINAN REFRAKSI PADA PESERTA PEMERIKSAAN MATA DI SMA AL MUBARAK JOMBANG TAHUN 2026 Imron Gusroni; Murni Marlina Simarmata; Annadira Nabila Sari; Frederica Aratwembun; Eva Asriyanti; Lena Lisnawati; Putri Ghanim Septia Habiba
Journal Peduli Kesehatan Mata Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Peduli Kesehatan Mata
Publisher : Akademi Refraksi Optisi dan Optometry Gapopin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54363/xg3vxa39

Abstract

Kelainan refraksi merupakan salah satu penyebab utama gangguan penglihatan yang dapat menghambat aktivitas belajar, bekerja, dan menurunkan kualitas hidup seseorang apabila tidak dikoreksi dengan tepat. Deteksi dini melalui pemeriksaan refraksi sangat penting untuk mengetahui jenis dan derajat kelainan refraksi sehingga dapat diberikan koreksi yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kelainan refraksi pada peserta pemeriksaan mata dalam kegiatan Praktik Klinik Lanjutan/Ujian Akhir Program (PKL/UAP) yang dilaksanakan di SMA Al Mubarak Jombang pada tanggal 21–22 Mei 2026. Penelitian menggunakan metode deskriptif observasional dengan pendekatan potong lintang (cross- sectional). Sampel penelitian terdiri dari 56 peserta yang meliputi siswa, guru, dan yayasan yang mengikuti pemeriksaan mata. Pengumpulan data dilakukan melalui anamnesis, pemeriksaan tajam penglihatan (visus), pemeriksaan refraksi objektif dan subjektif, serta penentuan resep kacamata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa miopia merupakan kelainan refraksi yang paling banyak ditemukan, terutama pada kelompok usia 15–17 tahun. Selain miopia, ditemukan pula kasus astigmatisme dan presbiopia pada peserta berusia di atas 40 tahun yang memerlukan tambahan lensa baca. Beberapa peserta juga mengalami miopia derajat tinggi dengan ukuran refraksi mencapai S -11,00 dioptri pada kedua mata. Sebagian besar peserta mengalami peningkatan tajam penglihatan setelah diberikan koreksi menggunakan kacamata yang sesuai. Dapat disimpulkan bahwa miopia merupakan kelainan refraksi yang paling dominan pada peserta pemeriksaan mata di SMA Al Mubarak Jombang sehingga diperlukan pemeriksaan mata secara berkala sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan gangguan penglihatan yang lebih lanjut. Refractive error is one of the leading causes of visual impairment that can interfere with learning activities, work performance, and overall quality of life if not properly corrected. Early detection through refractive examinations is essential to identify the type and degree of refractive errors so that appropriate correction can be provided. This study aimed to determine the profile of refractive errors among participants of an eye examination program conducted during the Advanced Clinical Practice/Final Program Examination (PKL/UAP) at SMA Al Mubarak Jombang on May 21–22, 2026. This study employed a descriptive observational design with a cross-sectional approach. The study sample consisted of 56 participants, including students, teachers, and foundation staff who underwent eye examinations. Data were collected through anamnesis, visual acuity assessment, objective and subjective refraction examinations, and eyeglass prescription determination. The results showed that myopia was the most common refractive error, particularly among participants aged 15–17 years. In addition to myopia, cases of astigmatism and presbyopia were also identified among participants over 40 years of age who required additional reading lenses. Several participants were found to have high myopia, with refractive measurements reaching S -11.00 diopters in both eyes. Most participants experienced improved visual acuity after receiving appropriate spectacle correction. It can be concluded that myopia was the predominant refractive error among participants at SMA Al Mubarak Jombang. Therefore, regular eye examinations are necessary as an early detection and prevention strategy for further visual impairment.