Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimalisasi Produksi Kerajinan Kayu Zamzam Craft Pucang Melalui Model Linear Programming Metode Simpleks Rianita Hidayah Mutiara; Nadia Alfiana Rosyada Al Hasani; Datiyah Fitriyani; Yesi Franita
Jurnal Riset Mahasiswa Matematika Vol 5, No 1 (2025): Jurnal Riset Mahasiswa Matematika
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jrmm.v5i1.34544

Abstract

Di tengah persaingan industri rumahan yang semakin ketat, perencanaan produksi yang efisien menjadi kunci untuk memaksimalkan keuntungan di bawah keterbatasan sumber daya. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pemrograman linier dengan metode simpleks untuk mengoptimalkan produksi pada Zamzam \textit{Craft}, sebuah usaha kerajinan kayu rumahan di Magelang. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan pemilik usaha, mencakup ketersediaan bahan baku, biaya produksi, harga jual, dan estimasi keuntungan per unit. Model matematis disusun dengan tujuan memaksimalkan keuntungan, dengan mempertimbangkan kendala bahan baku dan modal. Model mencakup enam jenis produk dan diselesaikan menggunakan perangkat lunak POM-QM \textit{for} Windows. Hasil menunjukkan bahwa rencana produksi optimal terdiri dari 10 kodi mainan anak \textit{SpongeBob}, 18 kodi alat terapi kaki grigi, dan 42 kodi pipa rokok lekuk, dengan total keuntungan maksimum sebesar Rp7.380.000,00. Solusi ini diperoleh setelah empat iterasi metode simpleks. Temuan ini menegaskan bahwa pemrograman linier merupakan alat bantu pengambilan keputusan yang efektif bagi industri rumahan untuk mengelola produksi secara efisien dan meningkatkan keuntungan di tengah keterbatasan sumber daya.
Strategi Guru dalam Mengimplementasikan Pendekatan Pembelajaran Mendalam pada Pembelajaran Matematika di SMP Rianita Hidayah Mutiara; Nina Agustyaningrum; Fadhilah Rahmawati
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i3.5152

Abstract

Dalam Kurikulum Merdeka, pembelajaran mendalam menjadi pendekatan yang mendorong peserta didik untuk terlibat secara aktif melalui melalui pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi guru dalam mengimplementasikan pembelajaran mendalam pada pembelajaran matematika di SMP. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dengan melibatkan 4 guru matematika di SMP Negeri 1 Srumbung dan SMP Negeri 1 Muntilan yang dipilih secara purposive. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan model analisis Miles dan Huberman yang terdiri atas pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran mendalam dilakukan melalui pembelajaran berkesadaran dengan penyampaian tujuan pembelajaran dan apersepsi, pembelajaran bermakna melalui penggunaan konteks kehidupan nyata yang didukung pembelajaran bersifat kolaboratif, pembelajaran menggembirakan melalui ice breaking dan permainan edukatif yang diperkuat dengan pemanfaatan teknologi digital, serta upaya guru mengatasi hambatan melalui pelatihan, open class, dan penyesuaian penggunaan teknologi sesuai kondisi sekolah. Meskipun terdapat kendala berupa kesiapan guru, partisipasi peserta didik, dan keterbatasan sarana, kedua sekolah mampu menerapkan pembelajaran mendalam dengan strategi yang berbeda sesuai karakteristik dan sumber daya yang dimiliki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran mendalam memiliki sifat fleksibel dan dapat menjadi pedoman bagi guru untuk mengembangkan pembelajaran matematika yang lebih bermakna, aktif, serta berpusat pada peserta didik. Penelitian selanjutnya dapat mengkaji penerapan pembelajaran mendalam dengan melibatkan lebih banyak guru untuk memperoleh gambaran strategi pembelajaran yang lebih beragam.