Desa Lambur Luar merupakan salah satu daerah penghasil perikanan di Kecamatan Muara Sabak Timur. Desa Lambur Luar belum ada pendataan terkait komposisi hasil tangkapan. Tanpa adanya database yang jelas, sulit untuk memantau dan mengetahui seberapa besar jumlah ikan yang tertangkap, padahal alat tangkap belat yang dominan digunakan oleh nelayan dapat menangkap berbagai spesies ikan dan udang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi hasil tangkapan dari alat tangkap belat di perairan Desa Lambur Luar, Tanjung Jabung Timur, yang kaya akan keanekaragaman hayati. Penelitian dilakukan pada November hingga Desember 2024 menggunakan metode survei dengan pengamatan langsung dan pencatatan hasil tangkapan. Alat yang digunakan meliputi timbangan, penggaris, dan kamera. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat tangkap belat menangkap 51 spesies dengan total 157.131 ekor dan total berat 3.467 kg. Hasil tangkapan utama didominasi oleh Udang Kuning (Metapenaeus brevicornis) dengan 18.325 ekor (18,84%) dan berat 122 kg (1,78%), diikuti oleh Udang Jerbung (Penaeus merguiensis) sebanyak 8.365 ekor (8,60%) dengan berat 239 kg (3,48%). Hasil tangkapan sampingan didominasi oleh Ikan Kaca (Parambassis siamensis) sebanyak 11.675 ekor (12%) dengan berat 58 kg (0,85%), dan hasil tangkapan buangan sebagian besar terdiri dari Belangkas (Carcinoscorpius ratundicauda) dengan 98 ekor (0,10%) dan berat 33 kg (0,48%). Indeks ekologis menunjukkan keanekaragaman yang tinggi (H' = 2,31), distribusi spesies merata (E = 0,58), dan dominansi rendah (C = 0,14). Berdasarkan nilai indeks tersebut dan secara ekologis menggambarkan kondisi di perairan berada dalam keadaan stabil dan juga mendukung.