This Author published in this journals
All Journal Al Urwatul Wutsqa
Rosmalina Kemala
Muhammadiyah University of Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Transhumanisme dan Krisis Eksistensial: Reorientasi Tujuan Pendidikan Islam Berdasarkan QS. Adz-dzariyat [51]: 56 di Era Society 5.0 Muzakkir; Rosmalina Kemala; Sumiati; Muh Ali Bakri
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan Society 5.0 memperkuat konvergensi ruang fisik dan siber sekaligus membuka peluang peningkatan kapasitas manusia melalui kecerdasan buatan, bioteknologi, dan antarmuka manusia-mesin. Dalam kerangka transhumanisme, teknologi tidak lagi diposisikan sekadar sebagai alat, tetapi sebagai sarana untuk melampaui keterbatasan biologis, termasuk penyakit, penuaan, dan kematian. Artikel ini bertujuan menganalisis bias ontologis transhumanisme, menjelaskan bentuk krisis eksistensial yang ditimbulkannya, serta merumuskan reorientasi tujuan pendidikan Islam berdasarkan QS. Adz-Dzariyat [51]: 56. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan analisis filosofis-hermeneutis. Sumber primer meliputi ayat Al-Qur’an dan tafsir kontemporer, sedangkan sumber sekunder mencakup literatur transhumanisme, eksistensialisme, etika teknologi, dan filsafat pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa reduksi manusia menjadi pola informasi, determinisme teknologi, dan desakralisasi kematian berpotensi melemahkan identitas, kehendak bebas, serta orientasi makna. Makna liya‘budun dalam QS. Adz-Dzariyat [51]: 56 menawarkan sauh eksistensial yang menempatkan manusia sebagai ‘abd sekaligus khalifah. Berdasarkan sintesis tersebut, artikel menawarkan empat pilar reorientasi pendidikan Islam, yaitu tauhid eksistensial, integrasi epistemologi tauhid, cyber-adab, dan resiliensi spiritual. Keempatnya diarahkan untuk membentuk manusia yang fasih secara digital, kokoh secara ontologis, bertanggung jawab secara moral, dan berorientasi pada kemaslahatan.