Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelaksanaan Eksekusi atas Barang Titip Jual sebagai Objek Jaminan Fidusia Guido Vito Parulian Purba; Aminah
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 6 (2026): Jurnal Ilmu Multidisplin (Februari - Maret 2026)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i6.1589

Abstract

Penelitian ini membahas pelaksanaan eksekusi jaminan fidusia khususnya pada barang titip jual yang belum beralih kepemilikan secara sah. Dalam kondisi persaingan ekonomi yang ketat dan risiko investasi yang tinggi, penguatan aspek legalitas jaminan fidusia menjadi hal penting untuk memastikan perlindungan hukum bagi semua pihak. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan analisis deskriptif kualitatif berdasarkan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia, Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, serta putusan Mahkamah Konstitusi yang mengatur eksekusi jaminan fidusia. Hasil penelitian menemukan bahwa kepastian hukum syarat sah perjanjian dan kepemilikan yang jelas sangat krusial agar jaminan fidusia dapat berfungsi efektif. Mekanisme pelaksanaan eksekusi juga harus mengedepankan prinsip keadilan dan perlindungan hak debitur serta pihak ketiga seperti konsinyor. Penelitian merekomendasikan klarifikasi kepemilikan, pembaruan regulasi, serta implementasi mekanisme penyelesaian sengketa alternatif untuk meningkatkan efektivitas jaminan fidusia di Indonesia.
Perlindungan Hukum terhadap Pemanfaatan Konten Digital sebagai Objek Jaminan Fidusia Indah Permatasari; Aminah
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Ilmu Multidisplin (Juni - Juli 2026)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v5i2.2170

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah melahirkan berbagai bentuk aset digital yang memiliki nilai ekonomi tinggi, seperti konten digital pada platform media sosial, video, musik, karya desain, dan produk kreatif lainnya. Aset-aset tersebut berpotensi dimanfaatkan sebagai objek jaminan fidusia guna mendukung akses pembiayaan bagi pelaku usaha dan ekonomi kreatif. Namun, pemanfaatan konten digital sebagai objek jaminan fidusia masih menghadapi berbagai kendala hukum, terutama terkait status hukum, mekanisme penilaian nilai ekonomi, serta pelaksanaan eksekusi apabila debitur wanprestasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum terhadap pemanfaatan konten digital sebagai objek jaminan fidusia serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam praktiknya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Sumber data diperoleh dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap pemanfaatan konten digital sebagai objek jaminan fidusia telah memperoleh landasan hukum melalui Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia, Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, serta berbagai regulasi terkait ekonomi kreatif. Meskipun demikian, masih terdapat kendala berupa belum adanya standar valuasi yang jelas terhadap konten digital, keterbatasan mekanisme eksekusi, serta rendahnya kesiapan lembaga keuangan dalam menerima aset digital sebagai jaminan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan regulasi dan pedoman teknis yang lebih komprehensif guna memberikan kepastian hukum bagi para pihak serta mendukung optimalisasi pemanfaatan aset digital dalam sistem pembiayaan nasional.
Prinsip Kehati-hatian Notaris dalam Verifikasi Data Debitur dan Objek Jaminan pada Pendaftaran Fidusia Elektronik Risma Aulia Pertiwi; Aminah
Jurnal Siber Multi Disiplin Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Siber Multi Disiplin (Oktober - Desember 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jsmd.v4i3.1226

Abstract

Pendaftaran jaminan fidusia secara elektronik memberikan kemudahan dalam pelayanan hukum, tetapi menuntut Notaris untuk tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam memverifikasi data debitur dan objek jaminan. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan prinsip kehati-hatian Notaris dalam verifikasi data serta tanggung jawab Notaris terhadap ketidaksesuaian data dalam pendaftaran fidusia elektronik. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Notaris wajib memastikan kesesuaian identitas debitur dan kebenaran data objek jaminan berdasarkan dokumen yang menjadi dasar pembuatan akta sebelum melakukan pendaftaran secara elektronik. Kelalaian dalam verifikasi dapat menimbulkan tanggung jawab Notaris sesuai dengan bentuk dan akibat kesalahannya. Digitalisasi tidak menghapus kewajiban kehati-hatian Notaris, tetapi justru menuntut verifikasi data yang lebih cermat untuk menjamin kepastian hukum dan perlindungan para pihak.