Beban kerja, dukungan sosial, dan stres kerja merupakan faktor organisasi dan psikologis yang berpotensi memengaruhi kinerja perawat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh ketiga faktor tersebut terhadap kinerja perawat di Rumah Sakit Amalia Bontang. Penelitian menggunakan desain kuantitatif potong lintang dengan 45 perawat dari populasi 50 orang. Data dikumpulkan melalui kuesioner 21 item berskala Likert, kemudian ditransformasikan menggunakan Method of Successive Interval dan dianalisis dengan regresi linear berganda pada taraf signifikansi 0,05. Beban kerja berada pada kategori sedang (rerata 3,33), dukungan sosial tinggi (3,47), stres kerja sedang (3,02), dan kinerja perawat baik (4,09). Beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja (B=0,337; β=0,462; p=0,010), sedangkan dukungan sosial berarah positif tetapi tidak signifikan (B=0,338; p=0,092) dan stres kerja berarah negatif tetapi tidak signifikan (B=-0,126; p=0,694). Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap kinerja (F=4,318; p=0,010; R²=0,240). Temuan menunjukkan bahwa beban kerja pada tingkat yang masih dapat dikelola berkaitan dengan kinerja yang lebih baik, tetapi tidak dapat ditafsirkan bahwa beban kerja berlebih menguntungkan. Rumah sakit perlu menjaga distribusi beban yang proporsional, memperkuat dukungan apresiatif, dan mencegah kelelahan kerja.