Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : REKA RUANG

Identifikasi Pola Pemanfaatan Ruang Publik di Embung Langensari Yogyakarta Dwi Kunto Nurkukuh
REKA RUANG Vol 1 No 1 (2018): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/rkr.v1i1.773

Abstract

Embung Langensari merupakan salah satu Ruang Terbuka Hijau publik di Kota Yogyakarta yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Selain sebagai konservasi  juga bisa digunakan untuk ruang publik. Agar ruang publik Embung Langensari terus berlanjut dan berkembang maka aktivitas pemanfaatan ruangnya perlu diatur dan direncanakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pemannfaatan ruang publik Embung Langensari dengan melihat terlebih dahulu kondisi eksisting dan aktivitas di ruang publik tersebut. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif menggunakan analisis interaktif meliputi reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Dari hasil penelitian terlihat kondisi eksisting ruang publik Embung Langensari saat ini sudah cukup memadahi, ditunjukkan dengan lingkungan yang masih asri dan sarana prasarana yang kondisinya masih baik. Kelebihannya yaitu ketersediaan kolam air yang luas, gedung  edukasi, area panggung yang atraktif, sirkulasi yang mengelilingi kolam dan taman yang banyak. Kekurangannya yaitu masih banyaknya sampah di dalam kolam, kurangnya event, belum aktifnya gedung edukasi, dan tanaman untuk taman yang kurang banyak dan berwarna-warni. Aktivitas yang dilakukan di ruang publik tersebut yaitu memancing, olahraga, bersantai, diskusi dan belajar.  Pola pemanfaatan ruang publik Embung Langensari yaitu kolam air sebagai pusat di tengah, gedung edukasi di sebelah utara, sirkulasi yang mengelilingi kolam, area panggung di sebelah timur, area parkir di timur utara sebelah gerbang utama.
Konsep Penataan Reklame Koridor Jalan Affandi Yogyakarta Dwi Kunto Nurkukuh
REKA RUANG Vol 2 No 1 (2019): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/rkr.v2i1.1166

Abstract

Banyak reklame memenuhi ruang publik Kota Yogyakarta terutama di koridor jalan salah satunya seperti di Jalan Affandi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep penataan reklame di koridor Jalan Affandi Yogyakarta dengan sasaran mengidentifikasi karakteristik reklame lalu menyusun konsep penataannya. Pendekatan penelitian dengan kualitatif deskriptif menggunakan analisis interaktif meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/ verifikasi. Koridor jalan dibagi empat segmen dari Ringroad Utara sampai Jalan Urip Sumoharjo. Kondisi eksisting reklame di koridor Jalan Affandi terlihat baik pada segmen 3 yaitu di sekitar area UNY. Penataan untuk segmen 3 hanya perlu pengawasan terus menerus agar dapat mempertahankan ketertiban dan kerapian reklame yang sudah ada sekarang. Untuk segmen 4 hanya terdapat satu kriteria yang belum tercapai dalam penataan reklame yaitu reklame yang Harmonis dengan lingkungan baik bentuk, ukuran maupun penempatannya (tidak mengganggu lingkungan). Segmen 1 perlu memenuhi kriteria: Harmonis dengan lingkungan baik bentuk, ukuran maupun penempatannya, Desain konstruksi reklame tidak membahayakan aktivitas pejalan kaki dan pengendara artinya material reklame harus kuat dan memiliki struktur pondasi yang sesuai dengan kondisi tempatnya berdiri sehingga tidak mudah rubuh, Memberikan rasa senang bagi pengguna jalan, Penggunaan warna pada reklame tidak terlalu beragam sehingga informasi yang ingin disampaikan reklame mudah dipahami pengamat. Segmen 2 perlu memenuhi kriteria: Nyaman,enak dilihat secara visual manusiawi, Harmonis dengan lingkungan baik bentuk, ukuran maupun penempatannya, Aman bagi lingkungan sekitar reklame termasuk bagi pengguna jalan dan pejalan kaki, Memberikan rasa senang bagi pengguna jalan.
Dinamika Penggunaan Lahan Kecamatan Temon Sebagai Kawasan Bandara Internasional Yogyakarta Nurkukuh, Dwi Kunto; Candra Ragil
REKA RUANG Vol. 6 No. 2 (2023): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/rkr.v6i2.4008

Abstract

Development in Indonesia aims to prosper the people. Infrastructure development such as airports is also hoped to bring prosperity to the community. However, in addition to these positive impacts, there are also negative impacts, namely causing changes in the use of the surrounding land. Yogyakarta is building Yogyakarta International Airport in Temon District, Kulonprogo Regency. Therefore, this study aims to determine the dynamics of land use in Temon District before and after the construction of the Yogyakarta International Airport. The research method uses a qualitative approach with an analysis of the classification of satellite imagery from 2012-2022. The dynamics of land use in 2012-2017 showed the conversion of dry land agriculture to ponds of 260 ha and the conversion of paddy fields to settlements of 14.50 ha. Whereas in 2017-2022 the conversion of dry land agriculture to airports was 329.48 ha, conversion of ponds to airports was 74.06 ha, conversion of paddy fields to airports was 70.06 ha, and residential conversions to airports were 66.73 ha. The most changes in land use in Temon District are dry land agriculture, ponds, rice fields, settlements into airports.
Kajian Lanskap Budaya Permukiman Adat Kampung Naga: Indonesia Priyoga, Iwan; Nurkukuh, Dwi Kunto
REKA RUANG Vol. 7 No. 1 (2024): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampung Naga is a traditional residential area that until now still adheres to the ancestral heritage. The harmony of life with nature gave birth to local wisdom that formed the Kampung Naga settlement to blend with nature. The cultural landscape of the Kampung Naga settlement illustrates the interaction of humans with nature which is formed in the patterns of space and buildings they inhabit. This research was conducted to determine the harmony of the concept of cultural landscape in the realization of the settlement pattern of Kampung Naga, as a manifestation of the balance of humans with the natural surroundings. The research was conducted using a qualitative descriptive method in the form of observation, interviews, and documentation. The analysis was carried out by comparing the variables of the saujana concept to the settlement pattern of Kampung Naga, which is related to its physical, territorial, and cultural arrangement.