Safridhal Safridhal
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KASUS ORF PADA KAMBING DI KABUPATEN NAGAN RAYA TAHUN 2023: ANALISIS EPIDEMIOLOGI DAN UPAYA PENGENDALIAN Siti Prawitasari Br. Hasibuan; Trisnawati Trisnawati; Safridhal Safridhal; Lian Varis Riandi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 10 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.5798

Abstract

Abstrak ORF merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan oleh virus Parapoxvirus dan sering menyerang ternak ruminansia kecil, terutama kambing dan domba. Penyakit ini ditandai dengan munculnya lesi berupa pustula dan kerak pada daerah bibir, hidung, dan sekitar mulut. Berdasarkan laporan penyakit menular tahun 2023 di Kabupaten Nagan Raya, tercatat 8.877 kasus ORF pada kambing, menjadikannya penyakit dengan jumlah kejadian tertinggi dibandingkan penyakit menular lain seperti Pink Eye (6.282 kasus) dan Scabies (2.600 kasus). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola kejadian ORF, faktor predisposisi yang mempengaruhi penyebarannya, serta upaya pengendalian yang telah dilakukan. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingginya kasus ORF berkorelasi dengan kondisi lingkungan lembap, sanitasi kandang yang buruk, serta kurangnya kesadaran peternak terhadap tindakan isolasi hewan terinfeksi. Upaya pengendalian dilakukan melalui pemberian antiseptik lokal, vaksinasi terbatas, serta penyuluhan kepada peternak mengenai biosekuriti dan kebersihan kandang. Kesimpulan penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan program surveilans, edukasi peternak, serta penerapan vaksinasi rutin untuk mencegah wabah berulang di masa mendatang.
KASUS SCABIES PADA KAMBING DI KABUPATEN NAGAN RAYA TAHUN 2022: ANALISIS EPIDEMIOLOGI DAN UPAYA PENGENDALIAN Siti Prawitasari Br. Hasibuan; Trisnawati Trisnawati; Safridhal Safridhal; Lian Varis Riandi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 9 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.5799

Abstract

Abstrak Scabies merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan oleh infestasi tungau Sarcoptes scabiei dan sering menyerang kambing. Penyakit ini menimbulkan gatal, luka, keropeng, dan penurunan berat badan yang menyebabkan penurunan produktivitas dan kerugian ekonomi bagi peternak. Berdasarkan laporan penyakit menular tahun 2022 di Kabupaten Nagan Raya, tercatat 1.604 kasus scabies pada kambing, menjadikannya penyakit dengan jumlah kejadian tertinggi dibandingkan penyakit menular lainnya seperti Pink Eye (642 kasus) dan ORF (645 kasus). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola kejadian scabies, faktor predisposisi yang mempengaruhi penyebarannya, serta upaya pengendalian yang telah dilakukan. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingginya kasus scabies disebabkan oleh sanitasi kandang yang buruk, kepadatan populasi ternak yang tinggi, dan kurangnya penerapan biosekuriti di tingkat peternak. Upaya pengendalian dilakukan melalui pengobatan topikal dan injeksi antiparasit, desinfeksi kandang, serta penyuluhan kepada peternak mengenai pentingnya kebersihan dan pencegahan penularan. Penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan kesadaran peternak dan penerapan biosekuriti sebagai strategi pengendalian scabies secara berkelanjutan.