Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Efek Pemberian Ekstrak Kulit Pisang Kepok Terhadap Kadar Glukosa Darah Tikus Putih Yang Diinduksi Diet Tinggi Lemak Siti Prawitasari Br. Hasibuan; Muslim Akmal; Sugito Sugito; Teuku Zahrial Helmi; Rinidar Rinidar; Lian Varis Riandi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 1 (2021): APRIL 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i1.1483

Abstract

ABSTRAKDiabetes melitus merupakan penyakit yang disebabkan oleh kekurangan atau ketidakefektifan pankreas memproduksi insulin sehingga kadar glukosa  di dalam darah meningkat atau menurun. Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh pemberian ekstrak kulit pisang kepok terhadap penurunan kadar glukosa darah tikus putih yang diinduksi diet tinggi lemak. Dua puluh lima tikus putih dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan. Kelompok K1 adalah kelompok tikus yang diberikan pakan standar. Kelompok K2 adalah kelompok tikus yang diberikan pakan 7 mg diet tinggi lemak. Kelompok K3 adalah kelompok tikus yang diberikan 7 mg diet tinggi lemak dan pemberian glibenklamid 0,126 mg/200g berat badan. Kelompok K4 dan K5 adalah kelompok tikus yang diberikan 7 mg diet tinggi lemak dan ekstrak kulit pisang kepok masing-masing dengan dosis 100 mg/kgbb dan 200 mg/kgbb. Masing-masing perlakuan dilakukan selama 60 hari, pada hari ke 61 dilakukan pengambilan darah melalui jantung untuk melihat kadar glukosa darah dengan alat biochemical analyzer veteriner. Hasil penelitian terhadap kadar glukosa darah menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kulit pisang kepok 100 mg/kgbb dapat menurunkan kadar glukosa darah pada keadaan normal. Kata kunci: Diet tinggi lemak; ekstrak kulit pisang kepok; kadar glukosa darah 
Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Terhindar Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) Siti Prawitasari Br. Hasibuan; Sahbainur Rezeki; Meutia Paradhiba; Lian Varis Riandi
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 3, No 1 (2021): APRIL 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakUpaya meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal merupakan tujuan dari pembangunan kesehatan menuju Indonesia sehat. Penyakit berbasis lingkungan masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat sampai saat ini, salah satunya yaitu penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan oleh virus dengue. DBD adalah penyakit akut dengan manifestasi klinis perdarahan yang menimbulkan syok yang berujung kematian. Penyakit DBD dapat menyerang semua usia. Pengabdian masyarakat kami laksanakan di Gampong Lampineung Kabupaten Aceh Besar, sebelum melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat terlebih dahulu kami meminta izin kepada kepala desa. Kegiatan pengabdian masyarakat di desa tersebut hanya boleh dihadiri oleh masyarakat yang berjumlah kurang dari 20 orang dikarenakan menghindari kerumunan sehingga dalam pelaksanaannya hanya dihadiri oleh beberapa pemuda desa dan memakai masker. Pelaksanaan pengabdian masyarakat dimulai dengan memperkenalkan diri dan pemaparan materi mengenai bahaya dari penyakit berbasis lingkungan yaitu penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), vektor yang dapat menularkan penyakit DBD, mekanisme penularan dan media apa saja yang dapat sebagai biakan nyamuk dalam bertelur. Dalam kegiatan pengabdian terdapat diskusi tanya jawab dengan peserta. Setelah dilaksanakannya pemaparan materi dan diskusi tanya jawab, pemateri memberikan masker gratis kepada perangkat gampong dan cendramata sebagai bentuk kenang-kenangan telah dilaksanakannya pengabdian masyarakat oleh dosen Universitas Ubudiyah Indonesia.
CEGAH STUNTING DENGAN MENGOPTIMALKAN PENGASUHAN 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN (HPK) Sahbainur Rezeki; Siti Prawita Hasibuan; Meutia Paradhiba; Lian Varis Riandi
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 3, No 1 (2021): APRIL 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakIndonesia masih menghadapi permasalahan gizi yang berdampak serius terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM). Salah satu masalah kekurangan gizi yang masih cukup tinggi di Indonesia terutama masalah pendek (stunting) dan kurus (wasting) pada balita serta masalah anemia dan kurang energi kronik (KEK) pada ibu hamil. Masalah kekurangan gizi pada ibu hamil ini dapat menyebabkan berat badan bayi lahir rendah (BBLR) dan kekurangan gizi pada balita, termasuk stunting. Stunting dapat terjadi sebagai akibat kekurangan gizi terutama pada saat 1000 HPK. Pemenuhan gizi dan pelayanan kesehatan pada ibu hamil perlu mendapat perhatian untuk mencegah terjadinya stunting. Stunting akan berpengaruh terhadap tingkat kecerdasan anak dan status kesehatan pada saat dewasa. Akibat kekurangan gizi pada 1000 HPK bersifat permanen dan sulit untuk diperbaiki. Penanggulangan Stunting menjadi tanggung jawab kita Bersama, tidak hanya Pemerintah tetapi juga setiap keluarga Indonesia. Karena stunting dalam jangka panjang berdampak buruk tidak hanya terhadap tumbuh kembang anak tetapi juga terhadap perkembangan emosi yang berakibat pada kerugian ekonomi. Mulai dari pemenuhan gizi yang baik selama 1000 hari pertama kehidupan anak hingga menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat.
EFEKTIVITAS SABUN CAIR EKSTRAK DAUN KECOMBRANG ( ETLINGERA ELATIOR ) SEBAGAI REPELEN TERHADAP NYAMUK AEDES AEGYPTI Siti Prawitasari Br. Hasibuan; Lian Varis Riandi; Cinta Aurelia Adisty; Hennivanda Hennivanda; Fitrine Ekawasti; M. Hanafiah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5796

Abstract

Nyamuk Aedes aegypti merupakan vektor utama berbagai penyakit arbovirus, termasuk Demam Berdarah Dengue (DBD), yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di daerah tropis. Pengendalian vektor secara kimiawi konvensional melawan resistensi resistensi dan dampak lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menuangkan potensi sabun cair yang diformulasikan dengan ekstrak daun kecombrang ( Etlingera elatior ) sebagai pengusir Ae. aegypti . Metode eksperimental menggunakan lima kelompok perlakuan (kontrol negatif, kontrol positif, serta konsentrasi ekstrak 5%, 10%, dan 15%) dengan tiga kali pengulangan dan pengamatan selama 6 jam. Hasil uji fitokimia menunjukkan ekstrak daun kecombrang mengandung steroid, terpenoid, flavonoid, fenolik, dan tanin. Uji efektivitas menunjukkan bahwa sabun cair ekstrak daun kecombrang konsentrasi 15% memberikan daya proteksi terbaik, mencapai 84% pada jam pertama pengamatan. Analisis One-Way ANOVA menunjukkan perbedaan yang signifikan (P
EFEKTIVITAS INSEKTISIDAL DIFUSER ELEKTRIK EKSTRAK DAUN KECOMBRANG (ETLINGERA ELATIOR) TERHADAP NYAMUK AEDES AEGYPTI Siti Prawitasari Br. Hasibuan; Lian Varis Riandi; Mutiara Cahya Ramadhani; Hennivanda Hennivanda; Fitrine Ekawasti; M. Hanafiah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 10 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.5797

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun kecombrang (Etlingera elatior) sebagai insektisida alami terhadap nyamuk Aedes aegypti dengan metode difuser elektrik. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan lima perlakuan dan tiga ulangan, yaitu konsentrasi 1,73%, 1,92%, 2,12%, kontrol negatif (akuades), dan kontrol positif (dimeflutrin). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mortalitas nyamuk meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak. Konsentrasi 2,12% menyebabkan kematian nyamuk sebesar 87% dengan rata-rata 8,66 ekor dalam 4 jam paparan, sementara kontrol positif mencapai 100% dan kontrol negatif 0%. Uji Anova menunjukkan perbedaan yang signifikan antarperlakuan (p < 0,05). Senyawa aktif seperti flavonoid, terpenoid, steroid, tanin, dan fenolik dalam ekstrak daun kecombrang berperan dalam kematian nyamuk melalui mekanisme gangguan pernapasan dan sistem saraf. Hasil ini membuktikan bahwa ekstrak daun kecombrang konsentrasi 2,12% efektif sebagai insektisida alami dengan metode difuser elektrik.
KASUS ORF PADA KAMBING DI KABUPATEN NAGAN RAYA TAHUN 2023: ANALISIS EPIDEMIOLOGI DAN UPAYA PENGENDALIAN Siti Prawitasari Br. Hasibuan; Trisnawati Trisnawati; Safridhal Safridhal; Lian Varis Riandi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 10 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.5798

Abstract

Abstrak ORF merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan oleh virus Parapoxvirus dan sering menyerang ternak ruminansia kecil, terutama kambing dan domba. Penyakit ini ditandai dengan munculnya lesi berupa pustula dan kerak pada daerah bibir, hidung, dan sekitar mulut. Berdasarkan laporan penyakit menular tahun 2023 di Kabupaten Nagan Raya, tercatat 8.877 kasus ORF pada kambing, menjadikannya penyakit dengan jumlah kejadian tertinggi dibandingkan penyakit menular lain seperti Pink Eye (6.282 kasus) dan Scabies (2.600 kasus). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola kejadian ORF, faktor predisposisi yang mempengaruhi penyebarannya, serta upaya pengendalian yang telah dilakukan. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingginya kasus ORF berkorelasi dengan kondisi lingkungan lembap, sanitasi kandang yang buruk, serta kurangnya kesadaran peternak terhadap tindakan isolasi hewan terinfeksi. Upaya pengendalian dilakukan melalui pemberian antiseptik lokal, vaksinasi terbatas, serta penyuluhan kepada peternak mengenai biosekuriti dan kebersihan kandang. Kesimpulan penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan program surveilans, edukasi peternak, serta penerapan vaksinasi rutin untuk mencegah wabah berulang di masa mendatang.
KASUS SCABIES PADA KAMBING DI KABUPATEN NAGAN RAYA TAHUN 2022: ANALISIS EPIDEMIOLOGI DAN UPAYA PENGENDALIAN Siti Prawitasari Br. Hasibuan; Trisnawati Trisnawati; Safridhal Safridhal; Lian Varis Riandi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 9 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.5799

Abstract

Abstrak Scabies merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan oleh infestasi tungau Sarcoptes scabiei dan sering menyerang kambing. Penyakit ini menimbulkan gatal, luka, keropeng, dan penurunan berat badan yang menyebabkan penurunan produktivitas dan kerugian ekonomi bagi peternak. Berdasarkan laporan penyakit menular tahun 2022 di Kabupaten Nagan Raya, tercatat 1.604 kasus scabies pada kambing, menjadikannya penyakit dengan jumlah kejadian tertinggi dibandingkan penyakit menular lainnya seperti Pink Eye (642 kasus) dan ORF (645 kasus). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola kejadian scabies, faktor predisposisi yang mempengaruhi penyebarannya, serta upaya pengendalian yang telah dilakukan. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingginya kasus scabies disebabkan oleh sanitasi kandang yang buruk, kepadatan populasi ternak yang tinggi, dan kurangnya penerapan biosekuriti di tingkat peternak. Upaya pengendalian dilakukan melalui pengobatan topikal dan injeksi antiparasit, desinfeksi kandang, serta penyuluhan kepada peternak mengenai pentingnya kebersihan dan pencegahan penularan. Penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan kesadaran peternak dan penerapan biosekuriti sebagai strategi pengendalian scabies secara berkelanjutan.