Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Aktivitas Antibakteri Ekstrak Metanol Daun Salam Tua (Syzygium polyanthum) terhadap Escherichia coli secara In Vitro Agus Evendi; Maria Eka Suryani; Nurul Anggrieni
Sains Medisina Vol 4 No 2 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i2.849

Abstract

ABSTRAK. Infeksi yang disebabkan oleh Escherichia coli masih menjadi salah satu penyebab utama diare di Indonesia. Penggunaan antibiotik sintetis secara berlebihan dapat memicu resistensi, sehingga diperlukan alternatif antibakteri alami. Daun salam (Syzygium polyanthum) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak metanol daun salam tua terhadap E. coli secara in vitro. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol. Uji fitokimia dilakukan untuk identifikasi senyawa aktif, uji antioksidan menggunakan metode DPPH, dan uji antibakteri dilakukan dengan metode difusi sumuran pada media Mueller Hinton Agar dengan variasi konsentrasi ekstrak 25, 50, 100, 200, dan 400 µg/well. Hasil uji fitokimia menunjukkan adanya alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid, dan karbohidrat. Aktivitas antioksidan tertinggi diperoleh pada konsentrasi 50 ppm dengan penghambatan 73,48%. Uji antibakteri menunjukkan zona hambat terbesar pada konsentrasi 100 µg/well sebesar 12,78 mm yang termasuk kategori sedang–kuat. Mekanisme penghambatan diduga melalui kerusakan membran sel oleh flavonoid dan tanin. Simpulan penelitian ini adalah ekstrak metanol daun salam tua memiliki aktivitas antibakteri sedang terhadap E. coli dan berpotensi dikembangkan sebagai bahan antibakteri alami untuk mencegah infeksi akibat bakteri Gram-negat
Pengaruh Perasan Daun Bandotan (Ageratum conyzoides Linn) Terhadap Bakteri Pseudomonas aeruginosa Secara In Vitro Melinda Revaliani; I Gede Andika Sukarya; Agus Evendi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1743

Abstract

Pendahuluan: Menurunnya kepekaan Pseudomonas Aeruginosa terhadap berbagai jenis antibiotik mendorong eksplorasi tanaman obat sebagai alternatif antibakteri alami. Daun bandotan Ageratum conyzoides L. diketahui kaya akan senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin yang berpotensi mematikan bakteri. Tujuan: Untuk melihat daya hambat perasan daun bandotan (25%, 50%, 75%, 100%) terhadap pertumbuhan Pseudomonas Aeruginosa secara In Vitro. Metode: Pengujian diameter zona hambat dilakukan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik difusi cakram pada media Mueller Hinton Agar (MHA). Penelitian ini menerapkan 6 kali pengulangan, serta mengikutsertakan ciprofloxacin sebagai kontrol positif dan aquades sebagai kontrol negatif. Hasil: Perasan daun bandotan terbukti efektif menghambat pertumbuhan Pseudomonas Aeruginosa. Zona hambat yang dihasilkan meningkat seiring bertambahnya konsentrasi, yaitu 9 mm (25%), 11 mm (50%), 13 mm (75%), hingga 17 mm (100%), dengan kenaikan bertahap 2–4 mm. Hasil uji One-Way ANOVA menunjukkan bahwa perbedaan variasi konsentrasi tersebut signifikan secara statistik (p = 0.000). Kesimpulan: Disimpulkan peningkatan konsentrasi perasan daun bandotan berbanding lurus dengan peningkatan efektivitas daya hambatnya terhadap Pseudomonas Aeruginosa, di mana konsentrasi 100% menghasilkan zona hambat paling luas (17 mm). Demikian, aktivitas antibakteri perasan alami ini masih belum mencukupi kontrol positif ciprofloxacin dengan zona hambat sebesar 30 mm.