Kadek Yuliantari
Universitas Pendidikan Ganesha

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Transformasi Standar Penilaian: Menakar Kesiapan Sekolah Menuju Ekosositem Pendidikan yang Lebih Bermakna Kadek Yuliantari; Putu Dian Handayani; Putu Dian Valentina Darmayanti; Ni Wayan Rati; I Wayan Lasmawan
Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol. 15 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Biologi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/emasains.v15i2.6394

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji kesiapan sistem sekolah dalam menghadapi transformasi standar penilaian pada implementasi Kurikulum Merdeka. Transformasi ini menandai pergeseran paradigma dari assessment of learning menuju assessment for learning dan assessment as learning, yang menempatkan penilaian bukan sekadar alat pengukuran akhir, melainkan sebagai bagian integral dari proses pembelajaran itu sendiri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif yang dilaksanakan di tiga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah Tabanan dan Denpasar. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik untuk memperoleh gambaran yang komprehensif dan kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik penilaian di sekolah telah mulai mengakomodasi penggunaan asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif, namun implementasinya masih bersifat parsial, terutama dalam hal pemberian umpan balik yang berkelanjutan dan terdokumentasi secara sistematis. Secara umum, kesiapan sistem sekolah berada pada kategori cukup siap, ditopang oleh aspek kompetensi guru, manajemen sekolah, budaya organisasi, serta ketersediaan sarana dan prasarana, meskipun antarkomponen tersebut belum terintegrasi secara optimal dalam praktik pembelajaran sehari-hari. Penelitian juga mengungkap adanya kesenjangan antara kebijakan dan praktik penilaian di lapangan, di mana pendekatan sumatif yang berorientasi pada hasil akhir masih mendominasi. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan transformasi penilaian sangat bergantung pada kesiapan sistem sekolah secara holistik, mencakup penguatan kompetensi guru, pengembangan budaya reflektif, serta dukungan sistem yang konsisten dan berkelanjutan.