Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Praktik Akuntansi Pajak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam Era Digitalisasi: Studi Kasus di Kabupaten Bangka: Tax Accounting Practices of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in the Digitalization Era: A Case Study in Bangka Regency Erwandy
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9576

Abstract

Transformasi digital dalam administrasi perpajakan telah menjadi agenda penting pemerintah Indonesia melalui penerapan sistem e-filing, e-billing, dan aplikasi pajak daring. Namun, kesiapan usaha mikro kecil dan menengah UMKM sebagai salah satu sektor strategis perekonomian masih menghadapi berbagai kendala. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik akuntansi pajak (UMKM) di Kabupaten Bangka, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, menganalisis strategi adaptasi terhadap kebijakan digitalisasi pajak, serta menilai peran literasi digital dalam meningkatkan kepatuhan pajak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pelaku UMKM di sektor perdagangan, kuliner, dan jasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik akuntansi pajak UMKM masih didominasi pencatatan manual sederhana, dengan sebagian kecil pelaku usaha mulai mencoba sistem digital. Kendala utama yang dihadapi adalah rendahnya literasi digital, keterbatasan akses teknologi, dan minimnya pemahaman regulasi perpajakan. Strategi adaptasi dilakukan melalui bantuan pihak ketiga (relawan pajak, konsultan), sosialisasi dari DJP, serta metode hybrid antara pencatatan manual dan digital. Temuan penelitian menegaskan bahwa literasi digital berperan signifikan dalam kepatuhan pajak UMKM. Pelaku usaha dengan literasi digital lebih baik menunjukkan kepatuhan lebih tinggi, sementara yang terbatas cenderung menunda atau mengabaikan kewajiban pajak. Konteks lokal Kabupaten Bangka juga memperlihatkan bahwa aplikasi SEDULANG sebagai inovasi pajak daerah belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh UMKM karena keterbatasan keterampilan dan kepercayaan pengguna. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi akademisi dalam pengembangan literatur akuntansi pajak berbasis digital, bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pajak yang lebih inklusif, serta bagi UMKM sebagai refleksi untuk meningkatkan literasi digital dan kepatuhan pajak.
Pendampingan Pencatatan Keuangan Sederhana bagi Pelaku UMKM untuk Meningkatkan Transparansi Keuangan Shabrina Tri Asti Nasution; Devi Ayu Putri Sirait; Erwandy; Andi Fitri Rahmadany
Sevaka : Hasil Kegiatan Layanan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): November : Sevaka : Hasil Kegiatan Layanan Masyarakat
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/sevaka.v4i4.1118

Abstract

Pencatatan keuangan yang belum tertib masih menjadi kendala bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam menyajikan informasi keuangan yang transparan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku UMKM dalam melakukan pencatatan keuangan sederhana guna meningkatkan transparansi keuangan usaha. Mitra kegiatan adalah delapan pelaku UMKM di Kota Medan. Metode pelaksanaan dengan pendekatan partisipatif meliputi identifikasi kondisi awal, sosialisasi, pelatihan dan praktik pencatatan, serta pendampingan berkala. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 5 dari 8 mitra (62,5%) telah mencatat transaksi secara rutin dan lengkap, 2 mitra (25,0%) telah mencatat tetapi belum konsisten, dan 1 mitra (12,5%) belum menerapkan pencatatan. Pendampingan mendorong mitra memisahkan keuangan pribadi dan keuangan usaha serta menyusun laporan laba rugi sederhana. Pendampingan berkelanjutan diperlukan agar kebiasaan mencatat tetap terjaga.