Muhammad Ilham Mustain Murda
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendekatan Artistik dalam Pengelolaan Limbah Plastik: Studi Kasus Program Operasi Plastik sebagai Edukasi Kreatif dan Pemberdayaan Komunitas di Jayapura Muhammad Ilham Mustain Murda
Journal of Contemporary Indonesian Art Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jocia.v11i2.17319

Abstract

AbstrakPlastik merupakan material yang telah menjadi bagian integral dari kehidupan manusia modern, namun juga menjadi sumber utama pencemaran lingkungan karena rendahnya tingkat daur ulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pendekatan artistik dalam pengelolaan limbah plastik melalui studi kasus program Operasi Plastik di Jayapura, Papua. Program ini memadukan edukasi kreatif dengan praktik langsung dalam mengubah limbah plastik jenis HDPE dan LDPE menjadi produk bernilai guna dan estetika seperti tas, dompet, tatakan gelas, dan alas laptop. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi lapangan, observasi partisipatif, dan wawancara terhadap fasilitator serta peserta kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan berbasis seni efektif dalam meningkatkan kesadaran lingkungan dan mendorong partisipasi aktif masyarakat, khususnya generasi muda, dalam pengelolaan sampah plastik. Temuan ini sejalan dengan hasil studi terdahulu yang menekankan pentingnya keterlibatan komunitas dan pendekatan kreatif dalam upaya pengurangan limbah serta pemberdayaan ekonomi lokal. Selain memberikan dampak edukatif dan sosial, kegiatan ini juga berpotensi dikembangkan sebagai model ekonomi sirkular berbasis komunitas. Penelitian ini merekomendasikan integrasi 
Wisisi Sebagai Media Pendidikan Multikultural: Studi Kasus Pertunjukan Massal Pelajar Papua: Indonesia Muhammad Ilham Mustain Murda; Suwarjiya; Indar Sabri; Arif Hidajad; Gita Kinanthi Purnama Asri Adinda
PANGGUNG Vol 36 No 3 (2026): Reimagining Arts and Culture: Tradition, Innovation, and Social Transformation
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v36i3.4357

Abstract

In contemporary Papua, Wisisi has moved beyond ritual settings into educational and public performance, opening a culture-based pathway for multicultural learning. This study analyzes how mass Wisisi performance functions as embodied pedagogy among students in Papua. It uses a qualitative approach combining digital ethnography and autoethnographic reflection. Data were drawn from audiovisual documentation of the 2025 MURI record performance in Wamena, a schoolchildren's Wisisi performance in Tiom, a Kompas.com report, supporting documents, and interview material with artist and music producer Asep Nayak. The data were collected through digital observation, repeated viewing, note-taking, and source comparison, then interpreted thematically through embodied pedagogy and multicultural education. The findings show that synchronized movement, collective rhythm, and spatial restructuring transform Wisisi into a living medium for solidarity, cultural transmission, and interethnic learning. This article recommends culturally rooted performance as a pedagogical infrastructure for Papuan education.