Miftahuddin Miftahuddin
Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Mengeksplorasi Warisan Budaya Aceh Lewat Tradisi Kenduri Jeurat: Exploring Aceh's Cultural Heritage Through the Kenduri Jeurat Tradition Hadi Waluyo; Miftahuddin Miftahuddin; Aldi Hendra Pratama; Mummad Junaldi Jufri
Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jabi.v8i1.94810

Abstract

Kenduri Jeurat merupakan tradisi yang telah dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat Aceh setelah hari raya Idul Fitri. Tradisi ini merupakan bentuk akulturasi antara adat istiadat masyarakat Aceh, Hindu dan Islam. Tradisi Kenduri Jeurat tidak hanya sekedar ritual spiritual tetapi juga sebagai ajang untuk mempererat hubungan sosial dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan Kenduri Jeurat yang dilakukan oleh masyarakat Aceh yang masih dilakukan hingga saat ini. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, dimana sumber diperoleh dari artikel atau buku yang membahas topik yang sama. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa Kenduri Jeurat dilakukan oleh seluruh masyarakat setelah hari raya Idul Fitri dimulai dari persiapan acara dengan cara 1) membentuk panitia, 2) Membersihkan makam, 3) Mengumpulkan makanan, 4) Kajian keagamaan, 5) Berdoa bersama, 6) Makan bersama, 7) Bercermin. Tahapan dalam pelaksanaan kenduri jeurat ini memiliki nilai sosial dan keagamaan yang tinggi. Kenduri jeurta selain sebagai kegiatan mendoakan leluhur yang telah meninggal dunia, juga berperan penting dalam menjaga keharmonisan hubungan sosial dan melestarikan nilai-nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Pa’raga Sebagai Warisan Tradisional: Perpaduan Ketahanan Fisik dan Ekspresi Budaya Lokal serta Eksistensinya Kini: Pa'raga as a Traditional Heritage: The Combination of Physical Resilience and Local Cultural Expression and Its Current Existence Bunga Hidayati; Miftahuddin Miftahuddin
Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jabi.v8i1.98199

Abstract

Penelitian ini mengkaji mengenai tradisi Pa’raga, yang merupakan tradisi yang dilaksanakan oleh Suku Makassar di wilayah Sulawesi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis data menggunakan metode kajian kepustakaan, dengan sumber data yang dikumpulkan dari berbagai literature meliputi, buku, artikel ilmiah, serta publikasi daring yang membahas mengenai Pa’raga yang dilakukan oleh masyarakat suku Makassar. Hasil kajian menunjukkan permainan Pa’raga sendiri pada awalnya merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan oleh kalangan bangsawan Gowa sebagai hiburan pada saat melaksanakan acara pelantikan maupun pernikahan. Namun seiring perkembangannya terjadi perubahan, mulai dari digunakan sebagai salah satu indikator kedewasaan laki-laki hingga pada akhirnya dijadikan tradisi. Untuk memainkan Pa’raga terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan, seperti halnya jenis sepakan, peraturan permainan, alat musik yang digunakan sebagai pengiring permainan, mapun baju yang harus dipakai. Berjalannya waktu, kejayaan tradisi ini tampaknya tidak berjalan mulus, dimana para pemuda Makassar terus berupaya agar permainan ini tetap ada sampai ke generasi berikutnya. Hal ini perlu dilakukan katena dalam Pa’raga memiliki nilai kearifan lokal yang luar biasa, seperti halnya nilai kerja sama, nilai sportivitas dan kontrol diri, maupun nilai seni dan estetika.
Pela Gandong sebagai Manifestasi Kearifan Lokal dalam Kehidupan Sosio-Kultural Masyarakat Maluku: Pela Gandong as a Manifestation of Local Wisdom in the Socio-Cultural Life of the Maluku Community Muhammad Junaldi Jufri; Miftahuddin Miftahuddin
Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jabi.v8i1.98238

Abstract

Penelitian ini mengkaji Pela Gandong sebagai manifestasi kearifan lokal masyarakat Maluku yang berfungsi sebagai sistem sosial dan budaya dalam menjaga keharmonisan hidup bersama. Pela Gandong dipahami bukan hanya sebagai tradisi turun-temurun, melainkan juga sebagai mekanisme solidaritas sosial yang mengikat masyarakat lintas wilayah, agama, dan etnis. Dengan menggunakan metode studi kepustakaan, penelitian ini menelaah berbagai literatur, artikel akademik, dan dokumen sejarah untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai hakikat, nilai, serta dinamika Pela Gandong dalam kehidupan sosio-kultural masyarakat Maluku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pela Gandong mencakup dimensi sosial, budaya, dan spiritual yang diwujudkan melalui praktik solidaritas, gotong royong, serta ritual adat seperti Panas Pela. Tradisi ini juga berfungsi sebagai instrumen resolusi konflik dan rekonsiliasi, terbukti pada perannya pascakonflik sosial Maluku akhir 1990-an.  Pela Gandong mencerminkan hierarki nilai Max Scheler , dari nilai kenikmatan, vital, kejiwaan, hingga religius. Dinamika modernisasi, globalisasi, dan urbanisasi menantang keberlangsungan tradisi ini, namun upaya pelestarian melalui pendidikan, komunitas adat, dan media menjadi kunci agar Pela Gandong tetap relevan. Penelitian ini menegaskan bahwa Pela Gandong adalah warisan budaya bernilai luhur yang berkontribusi pada harmoni sosial serta identitas kolektif masyarakat Maluku hingga kini.