Nisbatun Nisak
Institut seni indonesia padang panjang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Makna Simbolik Dan Fungsi Sosial Tradisi Baragak Pada Prosesi Kelahiran Bayi Kembar Sumbang Di Nagari Limau Lunggo Suci Rahmadhani; Rini Sawitri; Wahyu Rani; Putra Ananta; Nisbatun Nisak
Ethnography : Journal of Cultural Anthropology Vol 4, No 1 (2025): Etnography Januari - Juni 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/ethnography.v4i1.5004

Abstract

Penelitian ini mengkaji makna simbolik dan fungsi sosial tradisi Baragak pada prosesi kelahiran bayi kembar sumbang di Nagari Limau Lunggo, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Tradisi Baragak merupakan salah satu bentuk ritual adat Minangkabau yang memadukan praktik simbolik, relasi kekerabatan, dan kepercayaan spiritual sebagai mekanisme perlindungan serta penguatan solidaritas sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, serta dianalisis melalui perspektif teori struktural fungsional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap tahapan prosesi Baragak—seperti Tabang Biriang, Bapanggia, dan arak-arakan induak bako—mengandung simbol keberkahan, penolak bala, dan afirmasi hubungan sosial antara induak bako, anak pisang, serta masyarakat nagari. Secara fungsional, tradisi ini berperan dalam menjaga keseimbangan sosial, mempererat ikatan kekerabatan, dan meneguhkan nilai kebersamaan dalam masyarakat Minangkabau. Namun demikian, keberlanjutan tradisi Baragak menghadapi tantangan berupa minimnya dokumentasi tertulis dan menurunnya keterlibatan generasi muda akibat pengaruh modernisasi. Penelitian ini menegaskan pentingnya upaya pendokumentasian dan revitalisasi tradisi Baragak sebagai bagian dari pelestarian warisan budaya Minangkabau.
Transformasi Ekonomi Masyarakat dalam Pengembangan Desa Wisata Nagari Pariangan Kabupaten Tanah Datar Qurlatul Aini; Nisbatun Nisak; Maulid Hariri Gani
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.14834

Abstract

Penelitiian ini membahas transformasi ekonomi masyarakat di Nagari Pariangan akibat perkembangan desa wisata berbasis budaya dan alam. Bahwa perkembangan desa wisata ini tidak hanya membawa dampak positif terhadap ekonomi Masyarakat, tetapi juga berpotensi menimbulkan perubahan sosial dan pergeseran fungsi budaya lokal. Meningkatnya aktivitas pariwisata dapat menyebabkan masyarakat lebih bergantung pada sektor wisata sehingga ada kekhawatiran terhadap berkurangnya perhatian pada sektor pertanian sebagai mata pencaharian utama masyarakat Nagari Pariangan. Penelitian bertujuan untuk melihat perubahan mata pencaharian masyarakat dari sektor agraris menuju sektor pariwisata serta dampaknya terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan desa wisata membawa perubahan terhadap struktur ekonomi masyarakat, di mana masyarakat mulai membuka usaha wisata seperti warung tradisional, homestay, penjualan kuliner khas, dan jasa wisata sebagai sumber pendapatan baru. Transformasi ekonomi tersebut tidak sepenuhnya menghilangkan sektor pertanian, tetapi menjadi bentuk penyesuaian masyarakat terhadap perkembangan pariwisata. Penelitian ini menggunakan teori transformasi sosial dari Anthony Giddens untuk menjelaskan perubahan struktur ekonomi dan sosial masyarakat akibat berkembangnya desa wisata di Nagari Pariangan.
perubahan fungsi sepeda listrik dari alat transportasi menjadi sarana mata pencarian di kota solok Rossanda Isin Bayeva; Maulid Hariri Gani; Nisbatun Nisak
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.15362

Abstract

This study discusses the transformation of electric bicycles from transportation tools into means of livelihood in Solok City. This phenomenon can be seen through the use of electric bicycles by mobile culinary vendors such as coffee sellers, ampera food sellers, and fried chicken vendors. This research used a qualitative method with a descriptive approach through observation, interviews, and documentation. The study applies the concept of technology appropriation by Roger Silverstone and Eric Hirsch within the framework of Science and Technology Studies (STS). The results show that electric bicycles have transformed into mobile trading tools that support community economic activities because they are more practical, flexible, and cost-efficient. This phenomenon reflects a process of technology appropriation, where technology is reinterpreted according to the social and economic needs of society.