Muhammad Dwi Satriyanto
Institut Kesehatan Dan Teknologi Al Insyirah

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penyuluhan Kesehatan Tentang Bantuan Hidup Dasar (BHD) Pada Pemuda di Kelurahan Pebatuan Tengku Isni Yuli Lestari Putri; Rohmi Fadhli; Muhammad Dwi Satriyanto; Alfin Alfin; Nur Hasna Gustika
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 8, No 3 (2025): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v8i3.549

Abstract

Kejadian kegawatdaruratan sering kali terjadi secara tiba-tiba, terutama di daerah pedesaan yang memiliki akses terbatas terhadap fasilitas medis. Oleh karena itu, keterampilan dasar dalam memberikan pertolongan pertama seperti Bantuan Hidup Dasar (BHD) sangat penting dimiliki oleh masyarakat, khususnya pemuda. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pemuda Kelurahan Pebatuan tentang BHD melalui penyuluhan kesehatan. Metode kegiatan dilakukan dalam tiga tahap, yaitu persiapan (observasi lokasi, penyusunan materi, dan persiapan alat), pelaksanaan (pretest, penyuluhan, demonstrasi, dan role play), serta evaluasi (posttest dan analisis data). Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata pengetahuan peserta meningkat dari 58,18 menjadi 81,16 setelah dilakukan penyuluhan, dengan nilai p-value 0,000 (p 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan antara penyuluhan dengan peningkatan pengetahuan pemuda tentang BHD. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai tindakan awal saat menghadapi kegawatdaruratan, dan diharapkan dapat menjadi program berkelanjutan untuk membekali masyarakat dalam menghadapi situasi darurat secara cepat dan tepat.
EDUKASI BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) SEJAK DINI PADA SISWA KELAS VI SEKOLAH DASAR MI AL IKHWAN MELALUI MEDIA VIDEO ANIMASI: Early Basic Life Support (BLS) Education for Sixth-Grade Elementary School Students at MI Al Ikhwan Through Animated Video Media Tengku Isni Yuli Lestari Putri; Rohmi Fadhli; Muhammad Dwi Satriyanto; Caroline Wijaya; Adnesya Prila Arneti; Amrizal Siregar
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v4i2.488

Abstract

Latar Belakang: Bantuan Hidup Dasar (BHD) merupakan keterampilan penting dalam memberikan pertolongan awal pada kondisi kegawatdaruratan guna meningkatkan peluang keselamatan korban sebelum mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Namun, pengetahuan siswa sekolah dasar mengenai BHD masih terbatas akibat kurangnya edukasi yang diberikan secara sistematis. Media video animasi dapat menjadi sarana pembelajaran yang efektif karena mampu menyampaikan informasi secara menarik, interaktif, dan mudah dipahami oleh anak. Tujuan: Mengetahui efektivitas edukasi BHD melalui media video animasi dalam meningkatkan pengetahuan siswa kelas VI MI Al Ikhwan. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan desain pre-test dan post-test pada 37 siswa kelas VI MI Al Ikhwan. Pengetahuan siswa diukur menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah pemberian edukasi BHD melalui video animasi. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Sebelum intervensi, sebagian besar siswa memiliki tingkat pengetahuan kurang sebanyak 20 siswa (54,1%), kategori cukup 12 siswa (32,4%), dan kategori baik 5 siswa (13,5%). Setelah edukasi diberikan, jumlah siswa dengan kategori pengetahuan baik meningkat menjadi 25 siswa (67,6%), kategori cukup menjadi 10 siswa (27,0%), sedangkan kategori kurang menurun menjadi 2 siswa (5,4%). Hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa setelah mendapatkan edukasi melalui media video animasi. Kesimpulan: Edukasi BHD melalui media video animasi efektif meningkatkan pengetahuan siswa kelas VI MI Al Ikhwan. Media ini dapat digunakan sebagai alternatif pendidikan kesehatan yang menarik dan mudah dipahami untuk meningkatkan pemahaman siswa sekolah dasar tentang pertolongan pertama pada kondisi kegawatdaruratan. Abstract   Background: Basic Life Support (BLS) is an essential skill in providing initial assistance during emergency situations to increase the victim’s chances of survival before receiving further medical treatment. However, elementary school students’ knowledge of BLS is still limited due to the lack of systematic educational interventions. Animated video media can serve as an effective learning tool because it delivers information in an engaging, interactive, and easily understandable way for children. Objective: To determine the effectiveness of BLS education through animated video media in improving the knowledge of sixth-grade students at MI Al Ikhwan. Methods: This community service activity used a pre-test and post-test design involving 37 sixth-grade students at MI Al Ikhwan. Students’ knowledge was measured using a questionnaire before and after the BLS education delivered through animated videos. Data were analyzed descriptively using frequency distribution and percentages. Results: Before the intervention, most students had a low level of knowledge (20 students; 54.1%), followed by moderate (12 students; 32.4%) and good categories (5 students; 13.5%). After the educational intervention, the number of students with good knowledge increased to 25 students (67.6%), moderate category became 10 students (27.0%), while the low category decreased to 2 students (5.4%). These results indicate an improvement in students’ knowledge after receiving education through animated video media. Conclusion: BLS education through animated video media is effective in improving the knowledge of sixth-grade students at MI Al Ikhwan. This media can be used as an alternative health education method that is engaging and easy to understand, helping to enhance elementary school students’ understanding of first aid in emergency situations.
PENGARUH PIJAT BAYI TERHADAP KENAIKAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI RUANG NICU RSUD PURI HUSADA TEMBILAHAN Ela Kusuma; Fajar Sari Tanberika; Muhammad Dwi Satriyanto; Rifa Yanti
Jurnal Kesehatan Husada Gemilang Vol 9 No 2 (2026): JURNAL KESEHATAN HUSADA GEMILANG
Publisher : STIKES HUSADA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61129/jkhg.v9i2.1179

Abstract

Low Birth Weight (LBW) babies are babies born weighing less than 2500 grams. LBW babies have a higher risk of growth and developmental problems, so they need optimal care. One non-pharmacological effort that can be done to boost a baby's growth is baby massage. Baby massage can stimulate the vagus nerve activity, which helps improve nutrient absorption and speeds up weight gain. This study aims to find out the effect of baby massage on weight gain in low birth weight babies in the NICU at RSUD Puri Husada Tembilahan. The study uses a Pre-Experimental design with a One Group Pretest-Posttest approach. The study sample consisted of 15 low birth weight infants using a total sampling technique. Data collection was done by measuring the babies' weight before and after the baby massage intervention. Data analysis used a Paired t-test with a significance level of α= 0.05. The results showed that the average baby weight after receiving baby massage was higher compared to before the massage. Statistical tests showed there was a significant effect of baby massage on the weight gain of low birth weight infants (p-value <0.05), and it can be concluded that baby massage influences the weight gain of low birth weight infants in the NICU Room at RSUD Puri Husada Tembilahan. Baby massage can be used as one of the supportive interventions in care to promote the growth of low birth weight infants.   Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) merupakan bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2500gram. BBLR memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan sehingga memerlukan perawatan yang optimal. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan bayi adalah pijat bayi. Pijat bayi dapat merangsang aktivitas nervus vagus sehingga meningkatkan penyerapan nutrisi dan mempercepat kenaikan berat badan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap kenaikan berat badan bayi berat lahir rendah di Ruang NICU RSUD Puri Husada Tembilahan. Penelitian ini menggunakan desain Pre-Experimental dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 15 bayi BBLR dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran berat badan bayi sebelum dan sesudah intervensi pijat bayi. Analisis data menggunakan uji Paired t-test dengan tingkat kemaknaan α= 0,05. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata berat badan bayi setelah diberikan pijat bayi lebih tinggi dibandingkan sebelum diberikan pijat bayi. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara pijat bayi terhadap kenaikan berat badan BBLR (p-value <0,05), dan dapat simpulkan bahwa pijat bayi berpengaruh terhadap kenaikan berat badan BBLR di Ruang NICU RSUD Puri Husada Tembilahan. Pijat bayi dapat dijadikan sebagai salah satu intervensi pendukung dalam perawatan untuk meningkatkan pertumbuhan BBLR.