Tengku Isni Yuli Lestari Putri
Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The Effect of Dhikr Therapy on Anxiety Levels in the Elderly at UPT PSTW husnul Khotimah, Riau Province Nurdian Sasmita; Suci Amin; Tengku Isni Yuli Lestari Putri; Rahmaniza Rahmaniza
INDOGENIUS Vol 5 No 2 (2026): INDOGENIUS
Publisher : Department of Publication of Inspirasi Elburhani Foundation Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/igj.v5i2.1034

Abstract

Background & Objective: Anxiety is a common psychological problem among the elderly that can reduce quality of life if left unmanaged. Dhikr therapy is a non-pharmacological spiritual intervention that may help alleviate anxiety. Methode: This study aimed to determine the effect of dhikr therapy on anxiety levels among elderly individuals at UPT PSTW Husnul Khotimah, Riau Province. A quantitative pre-experimental one-group pretest–posttest design was used with 61 elderly respondents selected through purposive sampling. Anxiety levels were measured using the Indonesian version of the Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS). Dhikr therapy was administered for three consecutive days, and data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. Result: The results showed a significant reduction in anxiety levels after the intervention (p < 0.05). Conclusion: In conclusion, dhikr therapy is effective in reducing anxiety among the elderly and can be applied as a non-pharmacological nursing intervention in elderly care settings.
Penyuluhan Kesehatan Tentang Bantuan Hidup Dasar (BHD) Pada Pemuda di Kelurahan Pebatuan Tengku Isni Yuli Lestari Putri; Rohmi Fadhli; Muhammad Dwi Satriyanto; Alfin Alfin; Nur Hasna Gustika
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 8, No 3 (2025): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v8i3.549

Abstract

Kejadian kegawatdaruratan sering kali terjadi secara tiba-tiba, terutama di daerah pedesaan yang memiliki akses terbatas terhadap fasilitas medis. Oleh karena itu, keterampilan dasar dalam memberikan pertolongan pertama seperti Bantuan Hidup Dasar (BHD) sangat penting dimiliki oleh masyarakat, khususnya pemuda. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pemuda Kelurahan Pebatuan tentang BHD melalui penyuluhan kesehatan. Metode kegiatan dilakukan dalam tiga tahap, yaitu persiapan (observasi lokasi, penyusunan materi, dan persiapan alat), pelaksanaan (pretest, penyuluhan, demonstrasi, dan role play), serta evaluasi (posttest dan analisis data). Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata pengetahuan peserta meningkat dari 58,18 menjadi 81,16 setelah dilakukan penyuluhan, dengan nilai p-value 0,000 (p 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan antara penyuluhan dengan peningkatan pengetahuan pemuda tentang BHD. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai tindakan awal saat menghadapi kegawatdaruratan, dan diharapkan dapat menjadi program berkelanjutan untuk membekali masyarakat dalam menghadapi situasi darurat secara cepat dan tepat.
Pengaruh Pemberian Aromaterapi Lavender Terhadap Kecemasan Akseptor Kb Implan Di Puskesmas Sapta Taruna Kota Pekanbaru Rizka Mardiya; Tengku Isni Yuli Lestari Putri; Hirza Rahmita
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i1.340

Abstract

Latar Belakang: Kontrasepsi Implan merupakan salah satu metode pengendalian kelahiran jangka panjang yang memiliki tingkat efektivitas tinggi. Meskipun demikian, banyak calon akseptor mengalami kecemasan sebelum pemasangan, yang dapat menghambat proses penerapannya. Pendekatan non farmakologis seperti aromaterapi dengan minyak esensial lavender diketahui memiliki sifat menenangkan yang berpotensi mengurangi kecemasan secara alami. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh intervensi aromaterapi lavender terhadap tingkat kecemasan pada perempuan yang menjadi akseptor KB implan. Metode: Penelitian ini menerapkan desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest one group design. Responden terdiri dari akseptor KB implan yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner tingkat kecemasan sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi. Analisis data menggunakan uji statistik yang relevan untuk menguji signifikansi perubahan yang terjadi. Hasil: Temuan menunjukkan bahwa terdapat penurunan tingkat kecemasan yang signifikan setelah pemberian aromaterapi lavender. Berdasarkan hasil analisis statistik, diperoleh nilai p sebesar 0,000 (p<0,05), yang mengindikasikan adanya pengaruh yang bermakna secara statistik. Rata-rata skor kecemasan sebelum intervensi adalah 21,77 dan menurun menjadi 18,90 setelah intervensi, dengan selisih rata-rata sebesar 13,87 poin. Kesimpulan: Aromaterapi lavender terbukti efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pada akseptor KB implan. Efek relaksasi dari aroma lavender diyakini mampu meredakan ketegangan emosional serta meningkatkan kenyamanan selama prosedur pemasangan implant berlangsung.
EDUKASI BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) SEJAK DINI PADA SISWA KELAS VI SEKOLAH DASAR MI AL IKHWAN MELALUI MEDIA VIDEO ANIMASI: Early Basic Life Support (BLS) Education for Sixth-Grade Elementary School Students at MI Al Ikhwan Through Animated Video Media Tengku Isni Yuli Lestari Putri; Rohmi Fadhli; Muhammad Dwi Satriyanto; Caroline Wijaya; Adnesya Prila Arneti; Amrizal Siregar
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v4i2.488

Abstract

Latar Belakang: Bantuan Hidup Dasar (BHD) merupakan keterampilan penting dalam memberikan pertolongan awal pada kondisi kegawatdaruratan guna meningkatkan peluang keselamatan korban sebelum mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Namun, pengetahuan siswa sekolah dasar mengenai BHD masih terbatas akibat kurangnya edukasi yang diberikan secara sistematis. Media video animasi dapat menjadi sarana pembelajaran yang efektif karena mampu menyampaikan informasi secara menarik, interaktif, dan mudah dipahami oleh anak. Tujuan: Mengetahui efektivitas edukasi BHD melalui media video animasi dalam meningkatkan pengetahuan siswa kelas VI MI Al Ikhwan. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan desain pre-test dan post-test pada 37 siswa kelas VI MI Al Ikhwan. Pengetahuan siswa diukur menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah pemberian edukasi BHD melalui video animasi. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Sebelum intervensi, sebagian besar siswa memiliki tingkat pengetahuan kurang sebanyak 20 siswa (54,1%), kategori cukup 12 siswa (32,4%), dan kategori baik 5 siswa (13,5%). Setelah edukasi diberikan, jumlah siswa dengan kategori pengetahuan baik meningkat menjadi 25 siswa (67,6%), kategori cukup menjadi 10 siswa (27,0%), sedangkan kategori kurang menurun menjadi 2 siswa (5,4%). Hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa setelah mendapatkan edukasi melalui media video animasi. Kesimpulan: Edukasi BHD melalui media video animasi efektif meningkatkan pengetahuan siswa kelas VI MI Al Ikhwan. Media ini dapat digunakan sebagai alternatif pendidikan kesehatan yang menarik dan mudah dipahami untuk meningkatkan pemahaman siswa sekolah dasar tentang pertolongan pertama pada kondisi kegawatdaruratan. Abstract   Background: Basic Life Support (BLS) is an essential skill in providing initial assistance during emergency situations to increase the victim’s chances of survival before receiving further medical treatment. However, elementary school students’ knowledge of BLS is still limited due to the lack of systematic educational interventions. Animated video media can serve as an effective learning tool because it delivers information in an engaging, interactive, and easily understandable way for children. Objective: To determine the effectiveness of BLS education through animated video media in improving the knowledge of sixth-grade students at MI Al Ikhwan. Methods: This community service activity used a pre-test and post-test design involving 37 sixth-grade students at MI Al Ikhwan. Students’ knowledge was measured using a questionnaire before and after the BLS education delivered through animated videos. Data were analyzed descriptively using frequency distribution and percentages. Results: Before the intervention, most students had a low level of knowledge (20 students; 54.1%), followed by moderate (12 students; 32.4%) and good categories (5 students; 13.5%). After the educational intervention, the number of students with good knowledge increased to 25 students (67.6%), moderate category became 10 students (27.0%), while the low category decreased to 2 students (5.4%). These results indicate an improvement in students’ knowledge after receiving education through animated video media. Conclusion: BLS education through animated video media is effective in improving the knowledge of sixth-grade students at MI Al Ikhwan. This media can be used as an alternative health education method that is engaging and easy to understand, helping to enhance elementary school students’ understanding of first aid in emergency situations.