Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Aroma Terapi Lemon Terhadap Penurunan Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Trimester 1 Di Ruang Khadijah RSIA Zainab Pekanbaru Azma Ulia; Rohmi Fadhli; Ahmad Redho; Mersi Eka Putri
Sains Medisina Vol 4 No 4 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i4.1045

Abstract

Emesis gravidarum merupakan keluhan yang umum terjadi pada ibu hamil muda                            terutama pada trimester 1 karena adanya perubahan hormonal. Salah satu upaya non farmakologi yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan aromaterapi lemon. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh Pengaruh aroma terapi lemon terhadap emesis gravidarum pada ibu hamil trimester 1 di Ruang Khadijah RSIA Zainab Pekanbaru. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi Experiment dengan dengan pretest dan posttest. Penelitian ini dilakukan di RSIA ZAINAB Kota Pekanbaru. Sampel penelitian ini adalah  22 ibu hamil trimester 1 yang diambil dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan lembar observasi terhadap emesis gravidarum  menggunakan 24-hour Pregnancy-Unique Quantification of Emesis (PUQE-24) Scale  Data dianalisis menggunakan uji wilcoxon  dengan kepercayaan 95%. Secara univariat ditemukan bahwa sedang yaitu  90,9%,  mengalami. penurunan menjadi 63,6% yang   mengalami  mual dan muntah ringan setelah diberikan terapi lemon. Secara bivariat terdapat pengaruh aroma terapi lemon terhadap penurunan emesis gravidarum  pada ibu  hamil trimester 1 di Ruang   Khadijah RSIA Zainab Pekanbaru (p=0,000). Kesimpulan penelitian adalah ada pengaruh aroma terapi lemon terhadap penurunan emesis gravidarum  pada ibu  hamil trimester 1 di Ruang   Khadijah RSIA Zainab Pekanbaru. Disarankan kepada RSIA ZAINAB Kota Pekanbaru untuk  mensosialisasikan atau menerapkan aromaterapi lemon dalam penurunan emesis gravidarum  pada ibu  hamil trimester 1.
Pengaruh Pemberian Jus Semangka Terhadap Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Medang Kampai Kota Dumai Dwi Afriyanti; Rohmi Fadhli; Arya Ramadia; Rahmaniza Rahmaniza
Sains Medisina Vol 4 No 4 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i4.1056

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama kematian global. Berdasarkan Riskesdas 2018, prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 34,1%, sementara di Provinsi Riau mencapai 30,2%. Kota Dumai memiliki angka kejadian hipertensi yang cukup tinggi, dengan Puskesmas Medang Kampai sebagai salah satu puskesmas dengan prevalensi tertinggi, yaitu 32,5% dari total kunjungan pasien. Pengelolaan hipertensi mencakup terapi farmakologis dan nonfarmakologis, salah satunya adalah konsumsi jus semangka yang kaya L-citrulline, yang dapat meningkatkan produksi nitric oxide (NO) untuk melebarkan pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus semangka terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Medang Kampai, Kota Dumai. Desain penelitian menggunakan pre-eksperimental dengan pendekatan pre-test dan post-test tanpa kelompok kontrol. Penelitian dilakukan pada Desember 2024 dengan populasi 352 pasien hipertensi. Sampel dipilih dengan purposive sampling. Diperoleh sampel sebanyak 20 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Intervensi berupa pemberian jus semangka sebanyak 375 ml (kombinasi 150 g daging buah dan 150 g albedo), diberikan setiap pagi selama 5 hari. Tekanan darah diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan sphygmomanometer digital. Hasil penelitian menunjukkan penurunan signifikan pada tekanan darah sistolik dan diastolik dengan rata-rata penurunan masing-masing 18,5 mmHg dan 12,65 mmHg (p < 0,05). Jus semangka terbukti efektif sebagai terapi nonfarmakologis yang terjangkau untuk mengelola hipertensi. Hasil ini dapat menjadi referensi bagi tenaga kesehatan dalam mengedukasi masyarakat tentang terapi nonfarmakologis untuk hipertensi.
Penyuluhan Kesehatan Tentang Bantuan Hidup Dasar (BHD) Pada Pemuda di Kelurahan Pebatuan Tengku Isni Yuli Lestari Putri; Rohmi Fadhli; Muhammad Dwi Satriyanto; Alfin Alfin; Nur Hasna Gustika
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 8, No 3 (2025): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v8i3.549

Abstract

Kejadian kegawatdaruratan sering kali terjadi secara tiba-tiba, terutama di daerah pedesaan yang memiliki akses terbatas terhadap fasilitas medis. Oleh karena itu, keterampilan dasar dalam memberikan pertolongan pertama seperti Bantuan Hidup Dasar (BHD) sangat penting dimiliki oleh masyarakat, khususnya pemuda. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pemuda Kelurahan Pebatuan tentang BHD melalui penyuluhan kesehatan. Metode kegiatan dilakukan dalam tiga tahap, yaitu persiapan (observasi lokasi, penyusunan materi, dan persiapan alat), pelaksanaan (pretest, penyuluhan, demonstrasi, dan role play), serta evaluasi (posttest dan analisis data). Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata pengetahuan peserta meningkat dari 58,18 menjadi 81,16 setelah dilakukan penyuluhan, dengan nilai p-value 0,000 (p 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan antara penyuluhan dengan peningkatan pengetahuan pemuda tentang BHD. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai tindakan awal saat menghadapi kegawatdaruratan, dan diharapkan dapat menjadi program berkelanjutan untuk membekali masyarakat dalam menghadapi situasi darurat secara cepat dan tepat.
EDUKASI BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) SEJAK DINI PADA SISWA KELAS VI SEKOLAH DASAR MI AL IKHWAN MELALUI MEDIA VIDEO ANIMASI: Early Basic Life Support (BLS) Education for Sixth-Grade Elementary School Students at MI Al Ikhwan Through Animated Video Media Tengku Isni Yuli Lestari Putri; Rohmi Fadhli; Muhammad Dwi Satriyanto; Caroline Wijaya; Adnesya Prila Arneti; Amrizal Siregar
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v4i2.488

Abstract

Latar Belakang: Bantuan Hidup Dasar (BHD) merupakan keterampilan penting dalam memberikan pertolongan awal pada kondisi kegawatdaruratan guna meningkatkan peluang keselamatan korban sebelum mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Namun, pengetahuan siswa sekolah dasar mengenai BHD masih terbatas akibat kurangnya edukasi yang diberikan secara sistematis. Media video animasi dapat menjadi sarana pembelajaran yang efektif karena mampu menyampaikan informasi secara menarik, interaktif, dan mudah dipahami oleh anak. Tujuan: Mengetahui efektivitas edukasi BHD melalui media video animasi dalam meningkatkan pengetahuan siswa kelas VI MI Al Ikhwan. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan desain pre-test dan post-test pada 37 siswa kelas VI MI Al Ikhwan. Pengetahuan siswa diukur menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah pemberian edukasi BHD melalui video animasi. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Sebelum intervensi, sebagian besar siswa memiliki tingkat pengetahuan kurang sebanyak 20 siswa (54,1%), kategori cukup 12 siswa (32,4%), dan kategori baik 5 siswa (13,5%). Setelah edukasi diberikan, jumlah siswa dengan kategori pengetahuan baik meningkat menjadi 25 siswa (67,6%), kategori cukup menjadi 10 siswa (27,0%), sedangkan kategori kurang menurun menjadi 2 siswa (5,4%). Hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa setelah mendapatkan edukasi melalui media video animasi. Kesimpulan: Edukasi BHD melalui media video animasi efektif meningkatkan pengetahuan siswa kelas VI MI Al Ikhwan. Media ini dapat digunakan sebagai alternatif pendidikan kesehatan yang menarik dan mudah dipahami untuk meningkatkan pemahaman siswa sekolah dasar tentang pertolongan pertama pada kondisi kegawatdaruratan. Abstract   Background: Basic Life Support (BLS) is an essential skill in providing initial assistance during emergency situations to increase the victim’s chances of survival before receiving further medical treatment. However, elementary school students’ knowledge of BLS is still limited due to the lack of systematic educational interventions. Animated video media can serve as an effective learning tool because it delivers information in an engaging, interactive, and easily understandable way for children. Objective: To determine the effectiveness of BLS education through animated video media in improving the knowledge of sixth-grade students at MI Al Ikhwan. Methods: This community service activity used a pre-test and post-test design involving 37 sixth-grade students at MI Al Ikhwan. Students’ knowledge was measured using a questionnaire before and after the BLS education delivered through animated videos. Data were analyzed descriptively using frequency distribution and percentages. Results: Before the intervention, most students had a low level of knowledge (20 students; 54.1%), followed by moderate (12 students; 32.4%) and good categories (5 students; 13.5%). After the educational intervention, the number of students with good knowledge increased to 25 students (67.6%), moderate category became 10 students (27.0%), while the low category decreased to 2 students (5.4%). These results indicate an improvement in students’ knowledge after receiving education through animated video media. Conclusion: BLS education through animated video media is effective in improving the knowledge of sixth-grade students at MI Al Ikhwan. This media can be used as an alternative health education method that is engaging and easy to understand, helping to enhance elementary school students’ understanding of first aid in emergency situations.