p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Sains Medisina
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Aroma Terapi Lemon Terhadap Penurunan Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Trimester 1 Di Ruang Khadijah RSIA Zainab Pekanbaru Azma Ulia; Rohmi Fadhli; Ahmad Redho; Mersi Eka Putri
Sains Medisina Vol 4 No 4 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i4.1045

Abstract

Emesis gravidarum merupakan keluhan yang umum terjadi pada ibu hamil muda                            terutama pada trimester 1 karena adanya perubahan hormonal. Salah satu upaya non farmakologi yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan aromaterapi lemon. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh Pengaruh aroma terapi lemon terhadap emesis gravidarum pada ibu hamil trimester 1 di Ruang Khadijah RSIA Zainab Pekanbaru. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi Experiment dengan dengan pretest dan posttest. Penelitian ini dilakukan di RSIA ZAINAB Kota Pekanbaru. Sampel penelitian ini adalah  22 ibu hamil trimester 1 yang diambil dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan lembar observasi terhadap emesis gravidarum  menggunakan 24-hour Pregnancy-Unique Quantification of Emesis (PUQE-24) Scale  Data dianalisis menggunakan uji wilcoxon  dengan kepercayaan 95%. Secara univariat ditemukan bahwa sedang yaitu  90,9%,  mengalami. penurunan menjadi 63,6% yang   mengalami  mual dan muntah ringan setelah diberikan terapi lemon. Secara bivariat terdapat pengaruh aroma terapi lemon terhadap penurunan emesis gravidarum  pada ibu  hamil trimester 1 di Ruang   Khadijah RSIA Zainab Pekanbaru (p=0,000). Kesimpulan penelitian adalah ada pengaruh aroma terapi lemon terhadap penurunan emesis gravidarum  pada ibu  hamil trimester 1 di Ruang   Khadijah RSIA Zainab Pekanbaru. Disarankan kepada RSIA ZAINAB Kota Pekanbaru untuk  mensosialisasikan atau menerapkan aromaterapi lemon dalam penurunan emesis gravidarum  pada ibu  hamil trimester 1.
Pengaruh Pemberian Jus Semangka Terhadap Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Medang Kampai Kota Dumai Dwi Afriyanti; Rohmi Fadhli; Arya Ramadia; Rahmaniza Rahmaniza
Sains Medisina Vol 4 No 4 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i4.1056

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama kematian global. Berdasarkan Riskesdas 2018, prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 34,1%, sementara di Provinsi Riau mencapai 30,2%. Kota Dumai memiliki angka kejadian hipertensi yang cukup tinggi, dengan Puskesmas Medang Kampai sebagai salah satu puskesmas dengan prevalensi tertinggi, yaitu 32,5% dari total kunjungan pasien. Pengelolaan hipertensi mencakup terapi farmakologis dan nonfarmakologis, salah satunya adalah konsumsi jus semangka yang kaya L-citrulline, yang dapat meningkatkan produksi nitric oxide (NO) untuk melebarkan pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus semangka terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Medang Kampai, Kota Dumai. Desain penelitian menggunakan pre-eksperimental dengan pendekatan pre-test dan post-test tanpa kelompok kontrol. Penelitian dilakukan pada Desember 2024 dengan populasi 352 pasien hipertensi. Sampel dipilih dengan purposive sampling. Diperoleh sampel sebanyak 20 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Intervensi berupa pemberian jus semangka sebanyak 375 ml (kombinasi 150 g daging buah dan 150 g albedo), diberikan setiap pagi selama 5 hari. Tekanan darah diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan sphygmomanometer digital. Hasil penelitian menunjukkan penurunan signifikan pada tekanan darah sistolik dan diastolik dengan rata-rata penurunan masing-masing 18,5 mmHg dan 12,65 mmHg (p < 0,05). Jus semangka terbukti efektif sebagai terapi nonfarmakologis yang terjangkau untuk mengelola hipertensi. Hasil ini dapat menjadi referensi bagi tenaga kesehatan dalam mengedukasi masyarakat tentang terapi nonfarmakologis untuk hipertensi.