Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KELAYAKAN FINANSIAL DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN JALAN TOL MALANG-KEPANJEN Muhammad hifzhan Azh Zhafir; Burhamtoro Burhamtoro; Muhammad Fajar Subkhan
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i3.4080

Abstract

Analisis kelayakan pembanguna jalan tol Malang-Kepanjen sangat penting bagi masyarakat pengguna jalan, pemerintah, dan investor. Tujuan penelitian ini yaitu memberikan opsi bagi masyarakat dalam hal pengguna jalan menentukan rute perjalanannya dan menjadi salah satu pertimbangan untuk pemerintah dan investor dalam menganalisis kelayakan pembangunan dari aspek finansialnya. Penelitian ini merupakan penelitian evaluatif dengan menggunakan data primer berupa hasil survei volume lalu lintas di beberapa titik pada jalan eksisting di sekitar tol Malang-Kepanjeng dan data sekunder berupa data geomteri jalan tol Malang-Kepanjen, PDRB dan populasi penduduk Kota Malang, nilai investasi jalan tol Malang-Kepanjen serta harga komponen BOK. Tahapan analisis data dalam penelitian ini terdiri atas 5 tahapan yaitu forecasting, trip assignment dengan menggunakan metode Smock dan dibagi menjadi 2 seksi, analisis kondisi jalan atau kinerja lalu lintas sebelum dan sesudah proyek, analisis kelayakan ekonomi dan kelayakan finansial berdasarkan perhitungan pendapatan tarif tol, BCR, NPV, Internal Rate of Return (IRR) dan Payback Period (PP). Berdasarakan hasil analisis, didapatkan aspek kelayakan finansial menurut data volume hasil perhitngan dapat diketahui nilai BCR (1,16 > 1), nilai NPV (510.338,2 (million) > 1), nilai IRR (13,70% > 5,25%) dan PP (45 tahun < 50 tahun) serta tarif tol Malang – Kepanjen sebesar Rp. 1200/Km serta kenaikan tarif tol 12% per dua tahun.
ANALISA BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN JALUR LINTAS SELATAN LOT 8 JARIT-PUGER DENGAN JALAN EKSISTING MENGGUNAKAN METODE MOVING CAR OBSERVER (MCO) Muhammad Faiz Zurroyyan; Burhamtoro Burhamtoro; Muhammad Fajar Subkhan
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i2.4276

Abstract

Pada daerah Jarit sampai Puger terdapat keberadaan pasar dan kegiatan lokal aktifitas masyarakat sekitar sehingga menyebabkan terjadinya hambatan di sepanjang jalan tersebut yang mengakibatkan menurunya kecepatan kendaraan yang melintasi jalan tersebut, yang mempengaruhi pada waktu tempuh kendaraan yang semakin lama dan peningkatan konsumsi BBM. Tahapan metode penelitian yaitu dimulai dengan menghitung volume lalu lintas di lapangan. Dari hasil pehitungan volume tersebut dicari volume puncak, dan juga mencari kecepatan rata-rata kendaraan yang melintas. Setelah itu menghitung BOK dengan metode Moving Car Observer (MCO). Metode MCO ini dimulai dengan mengobservasi kerdaraan yang melewati Jalur Lintas Selatan (JLS), jalan eksisting 1 dan jalan eksisting 2. Berdasarkan 1. Dari hasil analisis dan perhitungan volume kendaraan, didapatkan nilai derajat kejenuhan (DS) kondisi Jalur Lintas Selatan (JLS) sebesar 0,21; jalan eksisting 1 pada segmen 1 sebesar 0,82 , segmen 2 sebesar 0,59 , segmen 3 sebesar 0,82; jalan eksisting 2 pada segmen 1 sebesar 0,82 , segmen 2 sebesar 0,58 , segmen 3 sebesar 0,84 , segmen 4 sebesar 0,28 ,dan segmen 5 sebesar 0,21. Perbandingan BOK Jalur Lintas Selatan (JLS) lebih ekonomis bila dibandingan jalan eksisting 1 dan jalan eksisting 2. Dimana nilai BOK yang melewati Jalur Lintas Selatan (JLS) pada kendaraan mobil penumpang (LV) sebesar Rp 3.576,89 dan untuk jalan eksiting 1 sebesar Rp 3.576,89 untuk jalan eksisting 2 sebesar Rp 3.576,90 . Pada kendaraan berat menengah (HV) sebesar Rp7.646,09 dan untuk jalan eksiting 1 sebesar Rp7.806,23 untuk jalan eksisting 2 sebesar Rp 7.856,35 Pada kendaraan bus besar (LT) sebesar Rp 8.388,39 dan untuk jalan eksiting 1 sebesar Rp 8.550,63 untuk jalan eksisting 2 sebesar Rp 8.601,11
ANALISIS TINGKAT KERUSAKAN PERKERASAN PADA RUAS JALAN JEPUN – SANGGRAKAN KABUPATEN TULUNGAGUNG DENGAN METODE PCI Suci wahyuni; Muhammad Fajar Subkhan
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i3.8254

Abstract

Jalan Jepun – Sanggrahan merupakan Jalan Kolektor Primer yang terletak di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Jalan ini merupakan jalur alternatif yang menghubungkan Kabupaten Tulungagung dengan Kabupaten Trenggalek. Meskipun pemerintah telah melakukan perbaikan pada tahun 2015, kondisi jalan kembali mengalami kerusakan seiring berjalannya waktu. Pengamatan terkini di tahun 2025 menunjukan pada ruas jalan terdapat kerusakan pada perkerasan yang mengurangi kenyamanan pengguna jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kondisi perkerasan jalan Jepun – Sanggrahan berdasarkan metode PCI (Pavement Condition Index) yang digunakan sebagai dasar untuk mengetahui jenis penanganan pemeliharaan jalan. Data yang diperlukan dalam penelitian ini yaitu data hasil survei kerusakan, data teknis jalan dan AHSP. Seluruh data diolah untuk menentukan nilai kondisi perkerasan, jenis penanganan kerusakan yang diperlukan, dan rencana anggaran biaya penanganan. Hasil dari penelitian yang diperoleh menggunakan metode PCI dengan panjang sampel jalan 5.308 KM yaitu nilai kondisi perkerasan 71.55 (satisfactory). Presentase jenis kerusakan yaitu retak kulit buaya 42%, retak tepi 1%, retak memanjang / melintang 36%, tambalan 15%, lubang 4% dan retak blok 2%. Penanganan yang diperlukan berdasarkan nilai PCI yaitu pemeliharaan berkala. Berdasarkan perhitungan RAB, biaya yang dibutuhkan untuk penanganan kerusakan mencapai Rp. 1.962.718.000,00 terbilang Satu Milyar Sembilan Ratus Enam Puluh Dua Juta Tujuh Ratus Delapan Belas Ribu Rupiah.