Khairul Hidayat
Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Rumah Ngaji dalam Membentuk Karakter Religius Anak di Lingkungan Masyarakat di Desa Tandem Hulu II Lintang Alifia Lubis; Juliani; Farlentia Era Dewi; Khairani Balqis; Khairul Hidayat
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/trjc5795

Abstract

Di era globalisasi yang sarat dengan arus informasi dan budaya luar, anak-anak menghadapi tantangan serius terhadap pembentukan karakter, terutama dalam mempertahankan nilai-nilai religius yang sesuai dengan ajaran Islam. Banyak nilai asing yang tidak sejalan dengan norma agama dan budaya lokal dengan mudah memengaruhi perilaku anak-anak. Oleh karena itu, pendidikan karakter religius sejak dini menjadi kebutuhan yang mendesak dan strategis. Salah satu bentuk pendidikan nonformal berbasis masyarakat yang hadir menjawab tantangan ini adalah Rumah Ngaji. Lembaga ini berfungsi tidak hanya sebagai tempat belajar Al-Qur’an, tetapi juga sebagai wahana pembinaan akhlak dan pembentukan karakter religius anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana peran Rumah Ngaji dalam membentuk karakter religius anak-anak di Desa Tandem Hulu II. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan, wawancara mendalam dengan guru dan orang tua, serta dokumentasi aktivitas pembelajaran. Fokus penelitian diarahkan pada pembiasaan ibadah harian, penanaman nilai moral dan etika Islam, serta keterlibatan komunitas dan keluarga dalam proses pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rumah Ngaji memiliki peran sentral dalam membentuk kebiasaan religius anak, seperti melaksanakan salat lima waktu, membaca Al-Qur’an, dan menghafal doa. Pembelajaran dilakukan melalui pendekatan keteladanan, pembiasaan, serta narasi cerita Islam yang relevan. Penanaman nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, dan sopan santun dilakukan secara kontekstual dan aplikatif. Selain itu, dukungan aktif dari orang tua dan masyarakat desa turut memperkuat keberhasilan proses pendidikan ini. Kesimpulannya, Rumah Ngaji terbukti menjadi pusat pembentukan karakter religius yang efektif, holistik, dan berkelanjutan. Dengan sinergi antara guru, keluarga, dan masyarakat, Rumah Ngaji mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung internalisasi nilai-nilai Islam secara mendalam dan menyeluruh dalam kehidupan anak-anak.
Kebijakan SDM Madrasah: Tantangan dan Peluang dalam Era Digitalisasi Pendidikan Islam Dea Puspita Sari; Juliani Juliani; Dio Septiawan; Fiqi Fahlevi; Khairul Hidayat
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/hg50c097

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan sumber daya manusia (SDM) madrasah dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang digitalisasi pendidikan Islam. Transformasi digital menuntut madrasah untuk memiliki tenaga pendidik yang tidak hanya kompeten secara akademik dan religius, tetapi juga memiliki literasi digital serta kemampuan pedagogik modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber literatur yang relevan, meliputi buku, jurnal ilmiah, artikel penelitian, dokumen kebijakan pemerintah, serta publikasi terkait manajemen SDM dan digitalisasi pendidikan Islam. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui proses pengumpulan, seleksi, pengelompokan, dan sintesis informasi guna memperoleh pemahaman yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan rekrutmen dan pengembangan SDM madrasah berbasis kompetensi profesional dan literasi digital berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Pengembangan profesional berkelanjutan melalui pelatihan digital, pemanfaatan Learning Management System, dan penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi mampu meningkatkan adaptasi, kreativitas, serta keterlibatan guru dan peserta didik. Namun demikian, implementasi digitalisasi masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan infrastruktur teknologi, kesenjangan literasi digital antar guru, serta resistensi terhadap perubahan metode pembelajaran. Di sisi lain, digitalisasi membuka peluang besar melalui akses sumber belajar digital, kolaborasi profesional, dan penerapan model pembelajaran inovatif seperti blended learning dan flipped classroom. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa kebijakan SDM madrasah yang strategis, terintegrasi, dan berkelanjutan merupakan kunci utama dalam mewujudkan pendidikan Islam yang adaptif, profesional, dan berkualitas di era digital.