Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal ABDIMAS MUTIARA

PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG AKUPRESUR DAN LATIHAN NAPAS DALAM UNTUK MENGURANGI FETIGUE DAN MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS YANG MENJALANI HEMODIALISA PADA MASYARAKAT DI PUSKESMAS PADANG BULAN Simatupang, Lenny Lusia; Sinaga, Regina Marintan
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 2 No. 1 (2021): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gagal ginjal kronik merupakan kemunduran fungsi ginjal yang progresif dan irreversibel dimana terjadi kegagalan kemampuan tubuh untuk mempertahankan keseimbangan metabolik, cairan dan elektrolit yang mengakibatkan uremia atau azotemia. Gagal ginjal kronis (CRF) adalah Penurunan fungsi ginjal yang progresif dan reversibel mulai dari yang ringan sampai memerlukan terapi pengganti ginjal. Pengalaman pasien yang menjalani hemodialisa adalah unik oleh karena adanya perbedaan frekuensi, intensitas, dan lamanya tindakan hemodialisa yang telah mereka jalani. Kelelahan adalah merupakan salah satu yang dialami pasien dalam menjalani hemodialisa. Kelelahan dapat mempengaruhi fungsi fisik dan mental, kelelahan fisik terjadi oleh karena efek samping hemodialisa, kelelahan kognitif menurunkan kemampuan untuk mengingat dan berkonsentrasi. Akibat kelelahan yang dialami pasien dalam menjalani hemodialisa dapat mengganggu interaksi sosial mereka dengan orang lain. Tehnik manajemen diri untuk mengatasi kelelahan berbeda satu dengan yang lain. Untuk mengatasi kelelahan ini, pasien menggunakan terapi alternatif, memperbaiki gizi dalam makanan serta mengkonsumsi vitamin.Tehnik relaksasi napas dalam merupakan tehnik penyembuhan yang alami hal ini merupakan bagian dari strategi holistic self care untuk mengatasi berbagai keluhan seperti ke lelahan, nyeri, gangguan tidur, stress serta kecemasan. Tindakan akupresur adalah merupakan teori gate control yaitu dengan melakukan penekanan di titik tubuh dapat menginduksi stimulus gelombang alfa di otak mellaui saraf sehingga dapat menyebabkan relaksasi dan pengurangan rasa letih. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan memberikan penyuluhan kesehatan kepada 21 orang peserta diantaranya adalah pasien hemodialisa 9 orang dan pasien umum 12 orang di Puskesmas Padang Bulan Medan. Peserta mampu menjelaskan dan mendemonstrasikan tindakan akupresur dan latihan relaksasi napas dalam.
EDUKASI PEMBATASAN CAIRAN TERHADAP PENCAPIAN DRY WEIGHT PADA PASIEN HEMODIALISIS DI PUSKEMAS PADANG BULAN Silaen, Harsudianto; Tarihoran, Yusrial; Simatupang, Lenny Lusia
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 1 No. 2 (2020): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses edukasi diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pasien antara lain membantu pasien untuk mengenali permasalahan kesehatan yang dihadapi dan membatu mengatasi masalah kesehatan pasien serta mendorong pasien untuk mencari dan memilih cara pemecahan masalah yang paling sesuai dengan penyakit pasien terutama dalam penentuan kebutuhan cairan sehingga dapat mempertahankan berat badan selama hemodialisis. Tahap awal kami melakukan pembukaan kegiatan pengabdian masyarakat, dimana sesi edukasi kami lakukan sebanyak 2 kali dalam waktu yang berbeda (Pukul 09.00 dan 11.00 WIB) 12 Agustus 2020 dan memberikan kuesioner (pre) sebanyak 5 pertanyaan. Tahap kedua kami memberikan leaflet yang diberikan oleh anggota pengabdian masyarakat sementara ketua pengabdian masyarakat memberikan edukasi dari depan. Setelah dilakukan edukasi tentang pembatasan cairan kami melakukan evaluasi. Pada tahap ketiga kami melakukan evaluasi berupa sesi tanya jawab dan pemberian kuesioner diakhir pertemuan. Pada tahap ke empat kami menilai hasil edukasi. Hasil pengabdian masyarakat yang telah diperoleh berdasarkan jenis kelami perempuan sebanyak 7 orang (38,8%) dan laki-laki sebanyak 11 orang (61,2%), berdasarkan pengetahuan (pre edukasi) baik tidak ada, cukup sebanyak 6 orang (33,3%) dan kurang sebanyak 12 orang (66,7%), berdasarkan pengetahuan (post edukasi) baik sebanyak 3 orang (16,7%), cukup sebanyak 12 orang (66,6%) dan kurang sebanyak 3 orang (16,7%). Manfaat dari edukasi akan dapat meningkatkan wawasan pasien hemodialisis tentang pembatasan asupan cairan dan hasil akhirnya maka akan tercapai berat badan kering (dry weight). Pengabdian masyarakat dilakukan difasilitas kesehatan yang bersifat preventi, promotif dan rehabilitatif untuk mendukung program layanan fasilitas kesehatan.
EDUKASI PEMBATASAN CAIRAN TERHADAP PENCAPIAN DRY WEIGHT PADA PASIEN HEMODIALISIS DI PUSKEMAS PADANG BULAN Silaen, Harsudianto; Tarihoran, Yusrial; Simatupang, Lenny Lusia
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 2 No. 2 (2021): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses edukasi diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pasien antara lain membantu pasien untuk mengenali permasalahan kesehatan yang dihadapi dan membatu mengatasi masalah kesehatan pasien serta mendorong pasien untuk mencari dan memilih cara pemecahan masalah yang paling sesuai dengan penyakit pasien terutama dalam penentuan kebutuhan cairan sehingga dapat mempertahankan berat badan selama hemodialisis. Tahap awal kami melakukan pembukaan kegiatan pengabdian masyarakat, dimana sesi edukasi kami lakukan sebanyak 2 kali dalam waktu yang berbeda (Pukul 09.00 dan 11.00 WIB) 12 Agustus 2020 dan memberikan kuesioner (pre) sebanyak 5 pertanyaan. Tahap kedua kami memberikan leaflet yang diberikan oleh anggota pengabdian masyarakat sementara ketua pengabdian masyarakat memberikan edukasi dari depan. Setelah dilakukan edukasi tentang pembatasan cairan kami melakukan evaluasi. Pada tahap ketiga kami melakukan evaluasi berupa sesi tanya jawab dan pemberian kuesioner diakhir pertemuan. Pada tahap ke empat kami menilai hasil edukasi. Hasil pengabdian masyarakat yang telah diperoleh berdasarkan jenis kelami perempuan sebanyak 7 orang (38,8%) dan laki-laki sebanyak 11 orang (61,2%), berdasarkan pengetahuan (pre edukasi) baik tidak ada, cukup sebanyak 6 orang (33,3%) dan kurang sebanyak 12 orang (66,7%), berdasarkan pengetahuan (post edukasi) baik sebanyak 3 orang (16,7%), cukup sebanyak 12 orang (66,6%) dan kurang sebanyak 3 orang (16,7%). Manfaat dari edukasi akan dapat meningkatkan wawasan pasien hemodialisis tentang pembatasan asupan cairan dan hasil akhirnya maka akan tercapai berat badan kering (dry weight). Pengabdian masyarakat dilakukan difasilitas kesehatan yang bersifat preventi, promotif dan rehabilitatif untuk mendukung program layanan fasilitas kesehatan.