Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimalisasi Prosedur Pemeliharaan Ruang Muat dan Perlindungan Muatan Kontainer pada MV Meratus Kariangau Juan Calvin Tominu; Mudiyanto Mudiyanto; Teguh Wiyono
Port Management and Maritime Administration Journal Vol. 2 No. 2 (2026): July: Port Management and Maritime Administration Journal
Publisher : Indonesian Maritime Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65428/portman.v2i2.116

Abstract

The safety and quality of container cargo during sea transportation are highly influenced by the condition of cargo holds and the effectiveness of maintenance procedures. This study aims to analyze the implementation of maintenance and protection procedures for container cargo in the in-hole area of MV Meratus Kariangau, particularly related to cargo hold maintenance, Bilge system performance, and cargo space supervision. This study employed a qualitative descriptive approach, while data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation. The results reveal that cargo hold maintenance has been routinely performed; however, their implementation has not yet been fully optimized due to operational time constraints, the presence of residual moisture and standing water in certain areas, and the suboptimal performance of the Bilge alarm system. In addition, cargo space supervision is still conducted based on operational conditions and lacks a structured inspection schedule. These findings imply the need to improve preventive maintenance systems, conduct regular inspections and testing of Bilge and Bilge alarm systems, and establish a more systematic cargo hold supervision procedure to minimize the risk of container cargo damage during voyages.
Implementasi Digitalisasi Navigasi Berbasis Smart Coastal Village 4.0 dalam Meningkatkan Keselamatan Pelayaran dan Literasi Digital Nelayan Pesisir: Pengabdian Mudiyanto; Djamaludin Malik; Bambang Ispribandono; Kuncowati; Teguh Wiyono
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7578

Abstract

Keselamatan dan keamanan pelayaran merupakan aspek penting dalam aktivitas penangkapan ikan, namun masih banyak nelayan tradisional yang memiliki keterbatasan pengetahuan mengenai penggunaan alat keselamatan, identifikasi risiko pelayaran, dan prosedur tanggap darurat di laut. Kondisi tersebut meningkatkan potensi terjadinya kecelakaan pelayaran yang dapat mengakibatkan kerugian jiwa maupun materi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan nelayan melalui edukasi, simulasi, dan pendampingan mengenai keselamatan dan keamanan pelayaran. Kegiatan dilaksanakan di Desa Tanjungan, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, dengan melibatkan 40 orang nelayan sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, demonstrasi penggunaan alat keselamatan (life jacket, lifebuoy, APAR, dan alat komunikasi), simulasi prosedur keadaan darurat, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa nilai rata-rata pengetahuan peserta meningkat dari 58,4 menjadi 86,9, atau mengalami peningkatan sebesar 48,8%. Persentase peserta yang memiliki kategori pengetahuan baik meningkat dari 27,5% menjadi 87,5%, sedangkan keterampilan penggunaan alat keselamatan meningkat dari 35,0% menjadi 90,0%. Selain itu, 95,0% peserta menyatakan mampu menerapkan prosedur keselamatan dasar sebelum melaut, dan 92,5% peserta menyatakan puas terhadap materi serta metode pelatihan yang diberikan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pendekatan edukasi yang dipadukan dengan simulasi dan pendampingan efektif dalam meningkatkan kompetensi nelayan terhadap aspek keselamatan dan keamanan pelayaran. Kegiatan ini diharapkan mampu membentuk budaya keselamatan (safety culture) di kalangan nelayan sehingga dapat mengurangi risiko kecelakaan pelayaran dan mendukung aktivitas penangkapan ikan yang lebih aman, tertib, dan berkelanjutan.