Keselamatan dan keamanan pelayaran merupakan aspek penting dalam aktivitas penangkapan ikan, namun masih banyak nelayan tradisional yang memiliki keterbatasan pengetahuan mengenai penggunaan alat keselamatan, identifikasi risiko pelayaran, dan prosedur tanggap darurat di laut. Kondisi tersebut meningkatkan potensi terjadinya kecelakaan pelayaran yang dapat mengakibatkan kerugian jiwa maupun materi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan nelayan melalui edukasi, simulasi, dan pendampingan mengenai keselamatan dan keamanan pelayaran. Kegiatan dilaksanakan di Desa Tanjungan, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, dengan melibatkan 40 orang nelayan sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, demonstrasi penggunaan alat keselamatan (life jacket, lifebuoy, APAR, dan alat komunikasi), simulasi prosedur keadaan darurat, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa nilai rata-rata pengetahuan peserta meningkat dari 58,4 menjadi 86,9, atau mengalami peningkatan sebesar 48,8%. Persentase peserta yang memiliki kategori pengetahuan baik meningkat dari 27,5% menjadi 87,5%, sedangkan keterampilan penggunaan alat keselamatan meningkat dari 35,0% menjadi 90,0%. Selain itu, 95,0% peserta menyatakan mampu menerapkan prosedur keselamatan dasar sebelum melaut, dan 92,5% peserta menyatakan puas terhadap materi serta metode pelatihan yang diberikan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pendekatan edukasi yang dipadukan dengan simulasi dan pendampingan efektif dalam meningkatkan kompetensi nelayan terhadap aspek keselamatan dan keamanan pelayaran. Kegiatan ini diharapkan mampu membentuk budaya keselamatan (safety culture) di kalangan nelayan sehingga dapat mengurangi risiko kecelakaan pelayaran dan mendukung aktivitas penangkapan ikan yang lebih aman, tertib, dan berkelanjutan.