Kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran matematika masih menjadi persoalan penting, terutama ketika pembelajaran cenderung berpusat pada latihan prosedural dan belum memberikan ruang yang memadai bagi peserta didik untuk menganalisis, mengevaluasi, serta menjelaskan alasan matematis secara logis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media Baamboozle terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas IV pada pembelajaran matematika di MIN 8 Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest–posttest. Sampel penelitian terdiri atas 31 peserta didik kelas IV-B. Instrumen penelitian berupa tes esai kemampuan berpikir kritis yang telah diuji validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya pembeda. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, paired sample t-test, effect size, dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pretest sebesar 52,71 meningkat menjadi 76,78 pada posttest. Hasil uji paired sample t-test memperoleh nilai signifikansi < 0,001 yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kemampuan berpikir kritis sebelum dan sesudah penggunaan media Baamboozle. Nilai Cohen’s d sebesar 3,95 menunjukkan pengaruh yang sangat besar, sedangkan rata-rata N-Gain sebesar 0,5105 berada pada kategori sedang. Dengan demikian, penggunaan media Baamboozle berkontribusi positif terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada materi pengukuran luas dan volume. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis gamifikasi dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran matematika yang lebih interaktif, kolaboratif, dan mendukung penguatan keterampilan berpikir kritis di sekolah dasar.