Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Media Baamboozle terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Kelas IV pada Pembelajaran Matematika Vigi Diah Nur'Aini; Agus Pahrudin; Muhammad Muchsin Afriyadi
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 3 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i3.488

Abstract

Kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran matematika masih menjadi persoalan penting, terutama ketika pembelajaran cenderung berpusat pada latihan prosedural dan belum memberikan ruang yang memadai bagi peserta didik untuk menganalisis, mengevaluasi, serta menjelaskan alasan matematis secara logis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media Baamboozle terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas IV pada pembelajaran matematika di MIN 8 Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest–posttest. Sampel penelitian terdiri atas 31 peserta didik kelas IV-B. Instrumen penelitian berupa tes esai kemampuan berpikir kritis yang telah diuji validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya pembeda. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, paired sample t-test, effect size, dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pretest sebesar 52,71 meningkat menjadi 76,78 pada posttest. Hasil uji paired sample t-test memperoleh nilai signifikansi < 0,001 yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kemampuan berpikir kritis sebelum dan sesudah penggunaan media Baamboozle. Nilai Cohen’s d sebesar 3,95 menunjukkan pengaruh yang sangat besar, sedangkan rata-rata N-Gain sebesar 0,5105 berada pada kategori sedang. Dengan demikian, penggunaan media Baamboozle berkontribusi positif terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada materi pengukuran luas dan volume. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis gamifikasi dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran matematika yang lebih interaktif, kolaboratif, dan mendukung penguatan keterampilan berpikir kritis di sekolah dasar.
Immersive Virtual Reality dalam Meningkatkan Student Engagement di Sekolah Dasar: Systematic Literature Review Perdia Lorenza; Subandi Subandi; Muhammad Muchsin Afriyadi
Jurnal Edukasi Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Edukasi
Publisher : Edu Berkah Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60132/edu.v4i4.800

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong inovasi dalam pembelajaran, salah satunya melalui pemanfaatan Immersive Virtual reality (IVR) sebagai media pembelajaran interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan IVR sebagai media pembelajaran dalam meningkatkan Student Engagement pada siswa sekolah dasar melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Metode penelitian mengacu pada protokol PRISMA 2020 dengan melakukan penelusuran artikel menggunakan Publish or Perish berbasis Crossref. Pencarian literatur dilakukan pada periode 2020–2026 dengan kriteria artikel penelitian empiris yang membahas penggunaan Virtual reality atau Immersive Virtual reality dalam pembelajaran serta keterlibatan siswa pada jenjang sekolah dasar. Berdasarkan proses seleksi, diperoleh 21 artikel yang dianalisis menggunakan teknik sintesis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan IVR memberikan dampak positif terhadap tiga dimensi Student Engagement, yaitu behavioral engagement, emotional engagement, dan Cognitive Engagement. IVR mampu meningkatkan partisipasi aktif, motivasi belajar, perhatian, interaksi, pemahaman konsep, kreativitas, serta kemampuan berpikir kritis siswa melalui pengalaman belajar yang imersif dan kontekstual. Namun, implementasi IVR masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan infrastruktur, biaya perangkat, kesiapan guru, dan hambatan teknis dalam penggunaannya. Dengan demikian, IVR memiliki potensi besar sebagai media pembelajaran inovatif di sekolah dasar, tetapi penerapannya perlu didukung oleh kesiapan teknologi, kompetensi guru, dan strategi pedagogis yang tepat.