Shanti Dafris
Akademi Keperawatan Kesdam I/BB Padang, Padang, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN WARGA TENTANG BHD shanti dafris
Jurnal Ilmiah Cerebral Medika Vol. 2 No. 1 (2020): JURNAL ILMIAH CEREBRAL MEDIKA
Publisher : Akper Kesdam I/Bukit Barisan Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53475/jicm.v2i1.22

Abstract

Keterampilan Bantuan Hidup Dasar dapat diajarkan untuk siapapun. Semua lapisan masyarakat seharusnya diajarkan tentang Bantuan Hidup Dasar, baik orang dewasa sampai anak-anak, karena terkait pemberian pertolongan keselamatan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat pengetahuan warga Kelurahan Pasa Gadang Kecamatan Padang Selatan, tentang Bantuan Hidup Dasar. Penelitian ini penelitian kuantitatif. Dalam penelitian ini sampel diambil menggunakan purposive sampling yaitu warga Kelurahan Pasa Gadang Kecamatan Padang Selatan yang bertempat tinggal di area pinggir jalan raya sebanyak 30 responden. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan tentang BHD yang paling banyak adalah pengetahuan kurang sebanyak 18 orang (60%), untuk sedang sebanyak 5 orang (17%) dan untuk baik sebanyak 7 orang (23%). Jadi dalam penelitian ini Tingkat pengetahuan warga tentang bantuan hidup dasar yang paling banyak adalah pengetahuann kurang sebanyak 18 orang (60%)
TEROBOSAN PROMOSI KESEHATAN MELALUI VIDEO PADA IBU HAMIL UNTUK PENCEGAHAN ANEMIA DIMASA PANDEMI COVID-19 DIPUSKESMAS PADANG SELATAN Ida Mariana; Shanti Dafris; Mona Ariestia
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 13, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v13i2.1307

Abstract

Pandemi yang terjadi pada akhir tahun 2019 disebut Corona virus Disease 2019 (Covid-19) disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-Cov-2). Situasi ini berdampak pada masyarakat luas, khususnya ibu hamil sebagai kelompok rentan. Anemia pada ibu hamil menempati urutan ketiga tertinggi di dunia dengan prevalensi 74% dan penyebab kematian ibu nomor 1 di Indonesia. Hal ini terjadi karena kurangnya pengawasan dan pemeriksaan selama kehamilan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu eksperimen semu, populasi yaitu ibu hamil dengan anemia diwilayah Puskesmas Padang Selatan. Sampel adalah ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi seperti ibu yang minum tablet Fe, usia kehamilan 12-24 minggu, kadar HB < 11,0 g/l. sebelum melakukan intervensi terlebih dahulu melakukan pre-test dan tes Hb. Hasil penelitian yaitu variabel usia >20 tahun 73,7%, variabel pekerjaan 57,9% ibu bekerja. Variabel HB pada pengukuran pertama adalah 9,8 dengan standar deviasi 1,1. Kadar HB terendah 6,7 dan tertinggi 11. Rata-rata kadar HB pada pengukuran kedua adalah 9,9 dengan standar deviasi 0,9. Kadar HB terendah 8,0 dan tertinggi 11. Rata-rata kadar HB pada pengukuran ketiga adalah 10,9 dengan standar deviasi 0,5. Kadar HB terendah pada pengukuran ketiga adalah 9,8 dan tertinggi 12. Rata-rata kadar HB pada pengukuran keempat adalah 11,0 dengan standar deviasi 0,5. Kadar HB terendah pada pengukuran keempat adalah 9,8 dan tertinggi 12. Rata-rata skor pengetahuan sebelum diberikan adalah 6,3, sedangkan setelah diberikan intervensi adalah 9,2. Terjadi peningkatan rata-rata skor pengetahuan sebesar 2,9. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai p-value sebesar 0,000 yang berarti terdapat perbedaan rata-rata skor pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Rata-rata skor sikap sebelum diberikan intervensi adalah 5,7, sedangkan yang diberikan setelah intervensi adalah 8,2. Terjadi peningkatan rata-rata skor sikap sebesar 2,89. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai p value sebesar 0,000 yang berarti terdapat perbedaan rata-rata skor sikap sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Rata-rata skor kepatuhan sebelum diberikan intervensi adalah 4,6, sedangkan setelah diberikan intervensi adalah 5,9. Terjadi peningkatan rata-rata skor kepatuhan sebesar 1,29. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai p value sebesar 0,000 yang berarti terdapat perbedaan rata-rata skor kepatuhan sebelum dan sesudah diberikan intervensi.
Pursed Lips Breathing Tiup Kincir terhadap Pernapasan Anak Pneumonia Shanti Dafris; Rifka Putri Andayani; Ises Reni; Ida Mariana; Rizka Ausrianti
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/3kbr8r05

Abstract

Pneumonia merupakan salah satu penyebab utama kematian pada balita, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Salah satu terapi non farmakologi yang diberikan untuk mengatasi dampak dari pneumonia pada anak yaitu dengan latihan Pursed Lips Breathing tiup kincir. Intervensi ini dapat membantu mengatasi pola napas dengan cara meningkatkan pengembangan alveolus pada setiap lobus paru sehingga dapat menginduksi pola napas menjadi normal dan anak menjadi lebih relaks. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pursed lips breathing tiup kincir terhadap respiratory rate dan saturasi oksigen pada anak dengan pneumonia. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimen menggunakan pendekatan pretest and post test with control group design. Penelitian dilakukan di RST Reksodiwiryo Padang pada bulan Juni sampai dengan Agustus 2025. Populasi penelitian ini adalah seluruh anak yang berobat ke RST Reksodiwiryo Padang dengan jumlah sampel yaitu 30 responden. Pada desain ini terdapat dua kelompok, yaitu kelompok intervensi diberikan pursed lips breathing tiup kincir dan kelompok kontrol diberikan intervensi standar. Penelitian dilakukan di RST Reksodiwiryo Padang dengan jumlah responden 15 pada kelompok intervensi dan 15 pada kelompok kontrol. Analisis data menggunakan paired t test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa terdapat pengaruh intervensi pursed lips breathing terhadap respiratory rate pada anak dengan pneumonia (p <0,001) dan terdapat pengaruh intervensi pursed lips breathing terhadap saturasi oksigen pada anak dengan pneumonia (p < 0,001). Penerapan teknik pursed lips breathing dengan media tiup kincir secara signifikan mampu menurunkan respiratory rate dan meningkatkan saturasi oksigen pada anak yang mengalami pneumonia.
PENINGKATAN PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PENYULUHAN BERBASIS BUDAYA MINANGKABAU ida mariana; Shanti Dafris; Vevi Kurniawati
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat DEWANTARA Vol 9 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat DEWANTARA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31317/jpmd.v9i2.1396

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, produktivitas, dan kualitas sumber daya manusia. Pencegahan stunting memerlukan keterlibatan keluarga melalui peningkatan pengetahuan tentang gizi, pola asuh, dan pemanfaatan layanan kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan keluarga mengenai pencegahan stunting melalui penyuluhan berbasis budaya Minangkabau di wilayah kerja Puskesmas Parak Karakah, Kota Padang. Kegiatan dilaksanakan pada 23 April 2026 dengan melibatkan 30 peserta yang terdiri atas ibu balita, ibu hamil, dan kader Posyandu. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, diskusi, tanya jawab, serta pembagian leaflet edukasi berbasis budaya Minangkabau. Evaluasi dilakukan menggunakan desain pretest–posttest. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan setelah penyuluhan, dengan 24 peserta (80,0%) memiliki pengetahuan kategori baik dan 6 peserta (20,0%) kategori cukup pada posttest. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 62,47 ± 8,53 menjadi 86,73 ± 6,18, dengan hasil uji Paired Sample t-test menunjukkan perbedaan yang bermakna (p < 0,001). Penyuluhan berbasis budaya Minangkabau efektif meningkatkan pengetahuan keluarga mengenai pencegahan stunting dan dapat dijadikan strategi promosi kesehatan berbasis budaya di tingkat Puskesmas.