Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN PAI BERBASIS ECO-PESANTREN DI MUARA BUNGO: INTEGRASI NILAI KEISLAMAN DAN LITERASI EKOLOGIS UNTUK KEBERLANJUTAN LINGKUNGAN Febriyadi Febriyadi; Muhammad Sabli; Novi Riani; Sugeng Kurniawan; Andryadi Andryadi
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2023): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i1.59590

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji validitas, kepraktisan, serta efektivitas model pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis Eco-Pesantren yang dikontekstualisasikan untuk wilayah Muara Bungo, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. Metode penelitian menggunakan Research and Development (R&D) mengadaptasi model Borg & Gall yang disederhanakan menjadi tujuh tahap utama. Subjek penelitian meliputi lima guru PAI, tiga puluh santri tingkat menengah, serta empat validator ahli (dua dosen PAI, satu ahli pendidikan lingkungan, satu ahli desain pembelajaran). Instrumen pengumpulan data terdiri atas lembar validasi ahli, angket kepraktisan, tes literasi ekologis, pedoman observasi implementasi, dan wawancara semi-terstruktur. Analisis data menggunakan pendekatan campuran: validitas isi diukur dengan koefisien Aiken’s V, reliabilitas instrumen dengan Cronbach’s α, peningkatan hasil belajar diuji menggunakan N-Gain dan paired t-test, sementara data kualitatif dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang dikembangkan memenuhi kriteria valid (V = 0,88), praktis (skor kepraktisan guru 4,15/5,00 dan santri 4,22/5,00), serta efektif meningkatkan literasi ekologis santri (N-Gain = 0,71 kategori tinggi, p < 0,01) dan pemahaman kontekstual PAI. Model ini mengintegrasikan lima fase pembelajaran: (1) eksplorasi nilai tauhid-ekologis, (2) identifikasi masalah lingkungan lokal, (3) perancangan proyek pesantren hijau, (4) implementasi dan monitoring partisipatif, serta (5) refleksi spiritual-evaluasi komunitas. Temuan ini menjawab kesenjangan antara pendekatan PAI yang masih tekstual-doktriner dengan kebutuhan aktual pendidikan keberlanjutan di wilayah yang mengalami tekanan ekologis akibat ekspansi perkebunan dan degradasi Daerah Aliran Sungai (DAS). Model ini direkomendasikan untuk diadopsi dalam kurikulum pesantren dan sekolah keagamaan, serta dikembangkan lebih lanjut melalui studi longitudinal dan replikasi di konteks geografis berbeda.
INTERNALISASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PENGASUHAN ANAK GENERASI ALPHA DI KABUPATEN BUNGO: STRATEGI, TANTANGAN, DAN MODEL INTEGRATIF Lukman Saputra; Sugeng Kurniawan; Baili Baili; Sriani Sriani; Novi Riani
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2023): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i1.60033

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam pengasuhan anak Generasi Alpha di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. Generasi Alpha (kelahiran 2010–2025) menghadapi tantangan unik berupa dominasi ekosistem digital, pergeseran pola interaksi keluarga, dan fragmentasi perhatian yang berpotensi melemahkan transmisi nilai keagamaan. Menggunakan desain kualitatif fenomenologis, penelitian ini melibatkan 15 orang tua, 5 guru PAI, dan 3 tokoh agama yang dipilih secara purposif dari tiga kecamatan representatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman serta diverifikasi melalui triangulasi sumber dan member checking. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga strategi utama internalisasi: (1) keteladanan digital-spiritual yang mengintegrasikan uswah hasanah dengan literasi gawai, (2) ritualisasi ibadah dengan pendekatan kontekstual dan gamifikasi edukatif, serta (3) kolaborasi tripartit keluarga-madrasah-komunitas sebagai ekosistem nilai. Tantangan utama meliputi dominasi layar yang mengurangi dialog intergenerasional, kesenjangan literasi digital-keagamaan orang tua, dan komersialisasi konten agama di platform digital. Penelitian ini mengusulkan Model Pengasuhan PAI Generasi Alpha Berbasis Triangulasi Nilai (MIP-Alpha) yang menghubungkan internalisasi kognitif-afektif-psikomotorik dengan adaptasi pedagogis-digital. Temuan berkontribusi pada pengembangan teori pendidikan Islam kontemporer, praktik pengasuhan berbasis bukti, serta rekomendasi kebijakan untuk penguatan karakter religius di era digital.
Integrating the Pancasila Student Profile into Islamic Religious Education Lesson Design at an Indonesian Public Elementary School Aili Mufidatun; Ulfa Adilla; Andryadi; Novi Riani; Tiara Olivia
At Turots: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 2 Desember (2021): At Turots: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Indonesian Merdeka Curriculum positions the Pancasila Student Profile (PSP) as the central framework for character formation, yet empirical evidence on how elementary school teachers translate its six dimensions into Islamic Religious Education (PAI) lesson design remains limited. This study examines the extent of PSP integration in PAI lesson design at SD Negeri 100/II Muaro Bungo, Jambi Province, and identifies the institutional and pedagogical factors that shape its enactment. A qualitative descriptive-exploratory case study was conducted between February and May 2025, involving one PAI teacher, one school principal, and twelve students from grades IV–VI selected through purposive sampling. Data were generated through fifteen semi-structured interviews of approximately 60 minutes each, six classroom observations of 90 minutes each, and document analysis of the Capaian Pembelajaran (Learning Outcomes), Tujuan Pembelajaran (Learning Objectives), Alur Tujuan Pembelajaran (Learning Trajectory), and six teaching modules. Audio was captured at 44.1 kHz using a recorder with ±0.5 dB SPL accuracy. Data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model, with credibility established through source, technique, and time triangulation. The teacher articulated five of six PSP dimensions during interviews, but only the dimensions of faith and piety with noble character (89%) and mutual cooperation (67%) were explicitly mapped into the analyzed lesson documents; critical reasoning, creativity, and global diversity appeared in fewer than 20% of plans. Three recurring barriers were identified: limited Merdeka Curriculum training (under 24 hours per teacher in the past three years), absence of context-specific learning resources, and an unformalized character-habituation routine at the school level. Effective PSP integration in elementary PAI requires explicit dimension-to-objective mapping in lesson templates, sustained teacher professional development, and a coordinated school family partnership for value habituation.