Pendidikan Agama Islam (PAI) memegang peran strategis dalam pembentukan karakter dan kesadaran moral peserta didik, namun implementasinya di lapangan masih sering terjebak pada pendekatan tekstual-hafalan yang kurang menyentuh dimensi internalisasi nilai. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas dan dinamika implementasi pembelajaran reflektif dalam mata pelajaran PAI untuk mengembangkan kesadaran moral siswa di Kabupaten Bungo, Jambi. Menggunakan desain mixed-methods explanatory sequential, penelitian melibatkan 120 siswa dan 8 guru PAI dari tiga SMP/MTs yang dipilih secara purposif. Instrumen meliputi Skala Kesadaran Moral (SKM), jurnal refleksi, pedoman wawancara mendalam, lembar observasi, dan rubrik penilaian proyek moral. Intervensi berlangsung selama 12 minggu dengan model pembelajaran reflektif yang diintegrasikan dalam modul PAI berbasis Kurikulum Merdeka. Hasil kuantitatif menunjukkan peningkatan signifikan pada skor kesadaran moral siswa (p < 0,01), terutama pada dimensi empati, tanggung jawab sosial, penalaran etis, dan regulasi diri. Temuan kualitatif mengungkap empat tema utama: (1) pergeseran paradigma dari hafalan menuju pemahaman kontekstual, (2) jurnal refleksi sebagai media internalisasi nilai, (3) dialog reflektif sebagai katalis empati antar-siswa, dan (4) tantangan struktural berupa keterbatasan waktu, variasi kompetensi guru, dan beban administratif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran reflektif dalam PAI efektif mengembangkan kesadaran moral ketika didukung oleh desain pedagogis terstruktur, kontekstualisasi kearifan lokal Bungo, dan pendampingan guru yang konsisten. Rekomendasi ditujukan kepada pengambil kebijakan, lembaga pelatihan guru, dan peneliti lanjutan untuk mengembangkan modul reflektif PAI yang terstandarisasi serta melakukan studi longitudinal.