Risma Wati Agustina
Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS IMPLEMENTASI PRINSIP PENGEMBANGAN KURIKULUM PAI TERHADAP EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DI PERGURUAN TINGGI Dhini Maulidatul Isnaini; Indah Ayu Febriana; Risma Wati Agustina; Muhammad Fadlullah; Ma’mun Hanif Hanif
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.13628

Abstract

This study examines how the application of Islamic Religious Education (IRE) curriculum development principles impacts the quality of education in higher education institutions. This research is grounded in the need to develop a curriculum that keeps pace with the times while upholding Islamic values in the learning process. PAI instruction in higher education still faces many challenges. These include theoretical teaching methods, limited use of technology, and a lack of student participation in the learning process. The objective of this study is to examine how curriculum development principles are applied and how this affects the effectiveness of PAI instruction in higher education. The method used was a qualitative descriptive approach involving a literature review of relevant references and scientific journals on curriculum development and Islamic Education (PAI) instruction. The results of the study indicate that the application of the principles of relevance, flexibility, continuity, effectiveness, efficiency, and practicality in the PAI curriculum can improve the quality of learning when supported by innovative teaching methods, instructor expertise, and student resources. Furthermore, it has been demonstrated that contextual, reflective, and project-based learning approaches can increase student participation and strengthen their religious and social attitudes. Thus, continuous curriculum development is necessary to ensure that PAI instruction not only focuses on cognitive aspects but also fosters students who are critical, adaptable, religious, and prepared to face the challenges of the modern era.
Epistimologi dalam Pendidikan Islam: Dari Wahyu Menuju Pemahaman Ilmiah Nafila Mubarokah; Zidan El Zaldie; Retno Enggar Lestari; Risma Wati Agustina; Abdul Khobir
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 4 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Januari)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Epistemologi pendidikan Islam dihadapkan pada tantangan fragmentasi antara wahyu, akal, dan pengalaman spiritual dalam praktik pendidikan saat ini yang seringkali menimbulkan dikotomi antara pengetahuan agama dan sekuler, serta kecenderungan untuk mengutamakan pendekatan tekstual-normatif yang mengabaikan aspek rasional dan intuitif-spiritual. Artikel ini bertujuan untuk membangun kembali dasar-dasar epistemologis pendidikan Islam dengan mengintegrasikan tiga paradigma kunci bayani (wahyu), burhani (akal-empiris), dan irfani (intuisi-spiritual), sebagai respons terhadap krisis makna dan relevansi pendidikan agama di tengah gelombang modernitas dan kebutuhan generasi muda akan pendekatan holistik. Dengan menerapkan metode deskriptif kuntitatif melalui pembagian angket, penelitian ini mengungkapkan bahwa ketiga paradigma tersebut tidak saling bertentangan, melainkan saling mendukung dalam kerangka tauhid, 'adl, dan akhlak al-karimah. Integrasi ini tidak hanya memungkinkan pendidikan Islam tetap berakar pada nilai-nilai wahyu, tetapi juga memungkinkannya beradaptasi dengan perkembangan ilmiah kontemporer dan kebutuhan pembentukan karakter yang komprehensif intelektual, moral, dan spiritual. Temuan ini secara teoritis berkontribusi pada pengembangan model pendidikan Islam yang komprehensif, kritis, dan sesuai konteks. Hal ini khususnya relevan dalam menghadapi kompleksitas peradaban digital dan tantangan eksistensial Generasi Z.