Legi Likasri Simbolon
Universitas Negeri Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERANAN VALUASI EKONOMI DALAM MENEKAN KERUSAKAN SUMBER DAYA ALAM DAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN Nazwa Aulia; Adelia Marta Lubis; Legi Likasri Simbolon; Bonaraja Purba
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 02, Juni 2026 Produce
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.15149

Abstract

The challenge of balancing economic, social, and ecological interests in Indonesia's natural resource management remains an ongoing concern yet to be fully resolved. One approach widely regarded as capable of addressing this issue is economic valuation an analytical framework that transforms the value of natural resources and ecosystem services into measurable monetary figures, encompassing both directly observable and indirectly felt dimensions of benefit within a comprehensive assessment. This article specifically examines the extent to which economic valuation can be operationalized as a strategic policy instrument both to mitigate the rate of natural resource degradation and to strengthen the foundations of sustainable development at the national level. To achieve this, the study was developed through a systematic literature review employing a qualitative-descriptive approach, drawing upon eight peer-reviewed journal publications reinforced by four secondary sources comprising reference books, international institutional reports, applicable national regulatory instruments, and official government datasets. Taken together, the findings highlight three principal contributions of economic valuation: first, its capacity to map the total economic value of a given natural resource or ecosystem; second, its ability to quantify economic losses arising from environmental deterioration; and third, its potential to serve as an evidence-based foundation for the formulation of conservation-oriented regulation.
Analisis Pengaruh Pertumbuhan PDB Industri Manufaktur Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Indonesia Tahun 2015–2023 Raja Parnaungan Munthe; Legi Likasri Simbolon; Adelia Marta Lubis; Nazwa Aulia
Journal Social Society Vol. 6 No. 3 (2026): Juli - September 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/jss.6.3.2026.1603

Abstract

Pertumbuhan sektor manufaktur secara umum dipandang sebagai salah satu pendorong utama penyerapan tenaga kerja. Meningkatnya penggunaan teknologi padat modal dan otomatisasi menimbulkan pertanyaan mengenai keterkaitan antara pertumbuhan output dan kesempatan kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh laju pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) industri manufaktur terhadap proporsi tenaga kerja sektor manufaktur di Indonesia selama periode 2015–2023. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif dan memanfaatkan data sekunder time series tahunan yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS), meliputi PDB industri manufaktur atas dasar harga konstan 2010 serta data tenaga kerja dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas). Variabel dependen diukur menggunakan proporsi tenaga kerja sektor manufaktur terhadap total tenaga kerja nasional, bukan jumlah absolut tenaga kerja, sehingga dapat menggambarkan perubahan struktural dalam komposisi ketenagakerjaan. Sampel penelitian terdiri atas sembilan observasi tahunan yang dipilih berdasarkan ketersediaan dan konsistensi data. Analisis dilakukan menggunakan regresi linear sederhana dengan bantuan IBM SPSS Statistics, meliputi statistik deskriptif, uji asumsi klasik, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju pertumbuhan PDB industri manufaktur tidak berpengaruh signifikan terhadap proporsi tenaga kerja sektor manufaktur (t = 0,636; Sig. = 0,545; R² = 5,5%). Temuan tersebut mengindikasikan kecenderungan decoupling antara pertumbuhan output manufaktur dan penyerapan tenaga kerja, yang dapat berkaitan dengan meningkatnya otomatisasi dan penggunaan teknologi padat modal. Implikasi penelitian menunjukkan perlunya kebijakan industri dan ketenagakerjaan yang lebih berorientasi pada penciptaan kesempatan kerja yang inklusif.