Raja Parnaungan Munthe
Universitas Negeri Medan

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Literature Review: Efektivitas Kurikulum Merdeka Dalam Meningkatkan Kemandirian Belajar Peserta Didik Adelia Marta Lubis; Erickson Sinaga; Legi Likasri Simbolon; Nazwa Aulia; Raja Parnaungan Munthe
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i3.13879

Abstract

The Independent Curriculum is an educational policy designed to provide learning flexibility, differentiation, and student-centered learning experiences. However, its effectiveness in fostering independent learning still shows mixed results across educational units. This study aims to analyze the effectiveness of the Independent Curriculum in enhancing student learning independence through a literature review approach. Data were collected from scientific articles indexed by Google Scholar, DOAJ, and the Garuda Portal with keywords related to "Independent Curriculum," "independent learning," "student autonomy," and "self-regulated learning." The analysis process was carried out through the stages of identification, filtering, and data extraction to identify patterns of findings, supporting factors, and barriers to implementation. The results of the study indicate that the flexibility of the curriculum structure, differentiated learning, and the Pancasila Student Profile Strengthening Project activities consistently contribute to improving students' abilities to plan, manage, and evaluate their learning process independently. However, the effectiveness of the Independent Curriculum is strongly influenced by teacher readiness, school facilities, learning culture, and students' internal motivation. Schools with strong learning ecosystems demonstrate significantly greater development of independence than educational units with limited resources. Overall, the Independent Curriculum has significant potential to foster independent learning, but its success requires synergy between policy, teacher competency, and a supportive learning environment.
Analisis Pengelolaan Usaha dan Strategi Penjualan dalam Meningkatkan Pendapatan pada Toko Bunga Arvando di Simpang Simalingkar Medan Raja Parnaungan Munthe; Depina Br Tumangger; Samuel Revaldo Jeverson Siboro; Excaudia mazmuris Siringoringo; Fahmi Ashari Sihaloho
Journal Social Society Vol. 6 No. 3 (2026): Juli - September 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/jss.6.3.2026.1515

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan usaha dan strategi penjualan dalam meningkatkan pendapatan pada Toko Bunga Arvando di Simpang Simalingkar, Medan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan pemilik usaha sebagai informan utama serta karyawan sebagai informan pendukung. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan usaha pada Toko Bunga Arvando telah menerapkan fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan, meskipun pelaksanaannya masih bersifat sederhana dan informal. Strategi penjualan dilakukan melalui promosi digital menggunakan TikTok, Instagram, Facebook, dan WhatsApp, pemberian diskon, serta pelayanan yang ramah dan konsultatif. Berdasarkan informasi pendapatan yang diperoleh melalui wawancara dan catatan usaha yang tersedia, pendapatan rata-rata harian dilaporkan meningkat dari sekitar Rp1.000.000 menjadi Rp3.000.000–Rp4.000.000 setelah penerapan strategi digital. Perubahan tersebut berlangsung bersamaan dengan perluasan jangkauan pemasaran dan peningkatan jumlah pelanggan. Namun, sebagai penelitian deskriptif kualitatif, temuan ini tidak dimaksudkan untuk membuktikan hubungan kausal secara statistik. Dalam konteks Toko Bunga Arvando, temuan menunjukkan bahwa pengelolaan usaha dan strategi penjualan yang diterapkan secara terpadu dapat mendukung peningkatan kinerja dan pendapatan usaha.
Analisis Pengaruh Pertumbuhan PDB Industri Manufaktur Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Indonesia Tahun 2015–2023 Raja Parnaungan Munthe; Legi Likasri Simbolon; Adelia Marta Lubis; Nazwa Aulia
Journal Social Society Vol. 6 No. 3 (2026): Juli - September 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/jss.6.3.2026.1603

Abstract

Pertumbuhan sektor manufaktur secara umum dipandang sebagai salah satu pendorong utama penyerapan tenaga kerja. Meningkatnya penggunaan teknologi padat modal dan otomatisasi menimbulkan pertanyaan mengenai keterkaitan antara pertumbuhan output dan kesempatan kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh laju pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) industri manufaktur terhadap proporsi tenaga kerja sektor manufaktur di Indonesia selama periode 2015–2023. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif dan memanfaatkan data sekunder time series tahunan yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS), meliputi PDB industri manufaktur atas dasar harga konstan 2010 serta data tenaga kerja dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas). Variabel dependen diukur menggunakan proporsi tenaga kerja sektor manufaktur terhadap total tenaga kerja nasional, bukan jumlah absolut tenaga kerja, sehingga dapat menggambarkan perubahan struktural dalam komposisi ketenagakerjaan. Sampel penelitian terdiri atas sembilan observasi tahunan yang dipilih berdasarkan ketersediaan dan konsistensi data. Analisis dilakukan menggunakan regresi linear sederhana dengan bantuan IBM SPSS Statistics, meliputi statistik deskriptif, uji asumsi klasik, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju pertumbuhan PDB industri manufaktur tidak berpengaruh signifikan terhadap proporsi tenaga kerja sektor manufaktur (t = 0,636; Sig. = 0,545; R² = 5,5%). Temuan tersebut mengindikasikan kecenderungan decoupling antara pertumbuhan output manufaktur dan penyerapan tenaga kerja, yang dapat berkaitan dengan meningkatnya otomatisasi dan penggunaan teknologi padat modal. Implikasi penelitian menunjukkan perlunya kebijakan industri dan ketenagakerjaan yang lebih berorientasi pada penciptaan kesempatan kerja yang inklusif.