Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategy of the Leadership of Tahfizhul Quran in Increasing Memorization Motivation of Students Muhammad Wahyu Siregar; Jailani Jailani; Abizal Muhammad Yati
Thawalib: Jurnal Kependidikan Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Thawalib: Jurnal Kependidikan Islam
Publisher : STAI Publisistik Thawalib Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54150/thawalib.v7i1.939

Abstract

Pesantren leadership plays a crucial role in the success of Tahfizhul Qur’an education, particularly in shaping students’ motivation to consistently memorize the Qur’an. At the Tahfizhul Qur’an Syuhada Islamic Boarding School, effective leadership practices are considered decisive for the quality and sustainability of the tahfizh program. Although many pesantrens implement leadership grounded in religious values, empirical studies examining how a religious-participatory leadership strategy can enhance students’ motivation in a local context remain limited. This study aims to analyze the pesantren leadership strategies in increasing students’ motivation in the Tahfizhul Qur’an program. A qualitative descriptive approach was employed, with data collected through interviews, observations, and documentation involving the pesantren leader, tahfizh supervisors, and students, and analyzed using an interactive data analysis model. The findings indicate that the pesantren leader applies a religious-participatory leadership style that emphasizes exemplary conduct, direct involvement in the tahfizh program, and the internalization of spiritual values. Students’ motivation is enhanced through spiritual encouragement, personal guidance, recognition of memorization achievements, and a structured, consistent tahfizh program. The study concludes that effective pesantren leadership significantly determines students’ motivation, discipline, and responsibility in maintaining Qur’anic memorization. These findings provide practical guidance for developing humanistic, religious, and sustainable tahfizh leadership models in other pesantrens.
Strategi Ustadz Heriyansyah dalam Mengembangkan Dakwah melalui Dakwah Bil Hal dan Dakwah Bil Lisan di Kecamatan Simeulue Timur Kabupaten Simeulue Inayatul Sa’adah Athifah; Fakhri Yusuf; Abizal Muhammad Yati; Sakdiah Sakdiah; Rahmatul Akbar
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): Juli-September, Isu dan Tantangan Kontemporer dalam Pendidikan, Ilmu Sosial, da
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/0cxktd06

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Ustadz Heriyansyah dalam mengembangkan dakwah melalui dakwah bil lisan dan dakwah bil hal di Kecamatan Simeulue Timur Kabupaten Simeulue, serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dan upaya yang dilakukan dalam mengembangkan kegiatan dakwah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi tokoh. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi dakwah Ustadz Heriyansyah dilakukan melalui perpaduan dakwah bil lisan dan dakwah bil hal yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat. Dakwah bil lisan dilakukan melalui khutbah Jumat, pengajian rutin, ceramah keagamaan, serta pemanfaatan media sosial Facebook sebagai sarana penyebaran pesan dakwah. Penyampaian materi dilakukan dengan menggunakan bahasa yang sederhana dan komunikatif, memberikan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, serta memperhatikan nilai adat dan kearifan lokal masyarakat Simeulue. Sementara itu, dakwah bil hal diwujudkan melalui keteladanan, perbaikan sifat dan perilaku, kepedulian terhadap masyarakat, serta keterlibatan dalam kegiatan sosial dan keagamaan. Dalam pelaksanaannya, terdapat tantangan berupa sebagian masyarakat yang cenderung hanya memahami pesan dakwah secara kognitif tetapi belum mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, serta rendahnya minat sebagian masyarakat untuk mengikuti pengajian. Untuk menghadapi tantangan tersebut, strategi dakwah diarahkan pada penguatan dakwah bil lisan dan bil hal secara seimbang, dengan penyampaian materi yang lebih komunikatif, aplikatif, dan sesuai kebutuhan masyarakat, disertai keteladanan dan pemanfaatan media sosial untuk memperluas jangkauan dakwah. Dengan demikian, perpaduan dakwah bil lisan dan dakwah bil hal menjadi strategi yang penting dalam meningkatkan pemahaman, penghayatan, pengamalan nilai-nilai Islam, dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan keagamaan.