Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Ustadz Heriyansyah dalam Mengembangkan Dakwah melalui Dakwah Bil Hal dan Dakwah Bil Lisan di Kecamatan Simeulue Timur Kabupaten Simeulue Inayatul Sa’adah Athifah; Fakhri Yusuf; Abizal Muhammad Yati; Sakdiah Sakdiah; Rahmatul Akbar
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): Juli-September, Isu dan Tantangan Kontemporer dalam Pendidikan, Ilmu Sosial, da
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/0cxktd06

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Ustadz Heriyansyah dalam mengembangkan dakwah melalui dakwah bil lisan dan dakwah bil hal di Kecamatan Simeulue Timur Kabupaten Simeulue, serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dan upaya yang dilakukan dalam mengembangkan kegiatan dakwah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi tokoh. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi dakwah Ustadz Heriyansyah dilakukan melalui perpaduan dakwah bil lisan dan dakwah bil hal yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat. Dakwah bil lisan dilakukan melalui khutbah Jumat, pengajian rutin, ceramah keagamaan, serta pemanfaatan media sosial Facebook sebagai sarana penyebaran pesan dakwah. Penyampaian materi dilakukan dengan menggunakan bahasa yang sederhana dan komunikatif, memberikan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, serta memperhatikan nilai adat dan kearifan lokal masyarakat Simeulue. Sementara itu, dakwah bil hal diwujudkan melalui keteladanan, perbaikan sifat dan perilaku, kepedulian terhadap masyarakat, serta keterlibatan dalam kegiatan sosial dan keagamaan. Dalam pelaksanaannya, terdapat tantangan berupa sebagian masyarakat yang cenderung hanya memahami pesan dakwah secara kognitif tetapi belum mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, serta rendahnya minat sebagian masyarakat untuk mengikuti pengajian. Untuk menghadapi tantangan tersebut, strategi dakwah diarahkan pada penguatan dakwah bil lisan dan bil hal secara seimbang, dengan penyampaian materi yang lebih komunikatif, aplikatif, dan sesuai kebutuhan masyarakat, disertai keteladanan dan pemanfaatan media sosial untuk memperluas jangkauan dakwah. Dengan demikian, perpaduan dakwah bil lisan dan dakwah bil hal menjadi strategi yang penting dalam meningkatkan pemahaman, penghayatan, pengamalan nilai-nilai Islam, dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan keagamaan.