Abdul Rakhim
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Jember

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tafsir Surah Al-Qadr: Studi Komparatif terhadap Tafsir Al-Kasysyaf dan Al-Maraghi: Interpretation of Surah Al-Qadr: A Comparative Study of Al-Kashshaf and Al-Maraghi Tafsirs Abdul Rakhim
Fenomena Vol 3 No 2 (2004): FENOMENA: Journal Penelitian STAIN Jember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v3i2.354

Abstract

The interpretation of Surah Al-Qadr has sparked significant debate among Muslim scholars, particularly regarding the nature of Lailatul Qadr and the process of the Quran’s revelation. This study addresses these crucial issues by comparing the exegetical approaches of two renowned rational interpreters (bil ra’yi): Al-Zamakhsyari, author of Tafsir al-Kasyisaf, and Al-Maragi, author of Tafsir al-Maragi. The research aims to identify similarities and differences in their interpretations of Surah Al-Qadr, focusing on key concepts such as the descent of the Quran, the excellence of Lailatul Qadr, and the meaning of “a thousand months.” Employing a qualitative library research method with a comparative (muqarin) approach, the study analyzes each verse of the surah through the lenses of both mufassirs. The findings reveal that while both agree on the supreme virtue of Lailatul Qadr and the inability of human knowledge to fully comprehend it, they differ fundamentally: Al-Zamakhsyari interprets the first verse as the Quran’s initial descent from the Preserved Tablet to the lowest heaven, whereas Al-Maragi views it as the beginning of revelation to Prophet Muhammad. Additionally, Al-Maragi interprets “a thousand months” symbolically rather than literally. The study concludes that contextual and theological backgrounds significantly shape exegetical outcomes and recommends further comparative studies across different tafsir schools. Penafsiran Surah Al-Qadr telah memicu perdebatan signifikan di kalangan ulama Muslim, terutama terkait hakikat Lailatul Qadar dan proses turunnya Al-Qur’an. Studi ini membahas isu krusial tersebut dengan membandingkan pendekatan eksegetis dua mufasir rasional (bil ra’yi) terkemuka: Al-Zamakhsyari, pengarang Tafsir al-Kasyisaf, dan Al-Maragi, pengarang Tafsir al-Maragi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi persamaan dan perbedaan penafsiran mereka terhadap Surah Al-Qadr, dengan fokus pada konsep turunnya Al-Qur’an, keutamaan Lailatul Qadar, dan makna “seribu bulan.” Menggunakan metode penelitian kepustakaan kualitatif dengan pendekatan komparatif (muqarin), penelitian ini menganalisis setiap ayat dalam surah tersebut melalui perspektif kedua mufasir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun keduanya sepakat tentang keutamaan agung Lailatul Qadar dan keterbatasan pengetahuan manusia untuk memahaminya secara utuh, mereka berbeda secara fundamental: Al-Zamakhsyari menafsirkan ayat pertama sebagai penurunan awal Al-Qur’an dari Lauh Mahfuz ke langit dunia, sementara Al-Maragi memandangnya sebagai awal pewahyuan kepada Nabi Muhammad. Selain itu, Al-Maragi menafsirkan “seribu bulan” secara simbolis而非 literal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa latar belakang kontekstual dan teologis sangat mempengaruhi hasil penafsiran dan merekomendasikan studi komparatif lebih lanjut antar berbagai mazhab tafsir.
Pola Operasional Koperasi Syariah: Studi Kasus Koperasi Baitul Mal wat Tamwil Al-Ikhlash Lumajang: Operational Model of Sharia Cooperative: A Case Study of Baitul Mal wat Tamwil Al-Ikhlash Cooperative, Lumajang Abdul Rakhim
Fenomena Vol 5 No 2 (2006): FENOMENA: Journal Penelitian STAIN Jember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v5i2.388

Abstract

The critical issue underlying this research is the assumption that Islamic financial institutions, including Islamic cooperatives, are fundamentally no different from conventional interest-based financial institutions. This study aims to reveal the operational patterns, products offered, and their compliance with Sharia principles at the Baitul Mal Wattamwil al-Ikhlash Cooperative in Lumajang. Using a descriptive qualitative approach through observation, interviews, and documentation, the study found that the cooperative operates three main patterns: al-wadi’ah (custody) combined with al-mudlarabah; al-syarikah (profit-sharing) in mudlarabah and musyarakah financing; and al-bai’ (sale-purchase) in murabahah financing. Additionally, the cooperative provides qardul hasan financing for charitable purposes. In conclusion, the operational patterns implemented are in accordance with Islamic financial institution principles, although the volume of profit-sharing financing remains small due to the difficulty of finding honest customers and weak financial record-keeping among small businesses. It is recommended that accounting training for customers be improved and supervisory systems be strengthened. Fenomena krusial yang mendasari penelitian ini adalah asumsi bahwa lembaga keuangan syariah, termasuk koperasi syariah, tidak berbeda secara fundamental dengan lembaga keuangan konvensional berbasis bunga. Penelitian ini bertujuan mengungkap pola operasional, produk-produk yang ditawarkan, serta kesesuaiannya dengan prinsip syariah pada Koperasi Baitul Mal Wattamwil al-Ikhlash Lumajang. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, penelitian ini menemukan bahwa koperasi tersebut mengoperasikan tiga pola utama yaitu al-wadi’ah (titipan) yang dikombinasikan dengan al-mudlarabah, al-syarikah (bagi hasil) pada pembiayaan mudlarabah dan musyarakah, serta al-bai’ (jual beli) pada pembiayaan murabahah. Selain itu, koperasi juga merealisasikan pembiayaan qardul hasan yang bersifat kebajikan. Kesimpulannya, pola operasional yang diterapkan telah sesuai dengan kaidah lembaga keuangan syariah meskipun volume pembiayaan bagi hasil masih kecil karena sulitnya menemukan nasabah yang jujur dan lemahnya pencatatan keuangan usaha kecil. Direkomendasikan peningkatan pelatihan akuntansi bagi nasabah dan penguatan sistem pengawasan.
Persepsi Masyarakat terhadap Lembaga Pengelolaan Zakat: Studi Kasus di Lingkungan RW VI Perumahan Tegal Besar Permai, Jember: Public Perception of Zakat Management Institutions: A Case Study in RW VI, Tegal Besar Permai Residential Area, Jember Abdul Rakhim
Fenomena Vol 7 No 2 (2008): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v7i2.431

Abstract

The potential of zakat in Indonesia reaches trillions of rupiah per year, yet the actual collection is only around 2.3% due to low muzakki trust in zakat management organizations. This study aims to describe public perceptions and the efforts made towards zakat management institutions in RW. VI, Tegal Besar Permai I Housing Complex Jember. The research employs a descriptive qualitative approach with an embedded case study design, collecting data through observation and in-depth interviews with the neighborhood head, community unit heads, and local residents. The findings indicate that the community perceives an ideal zakat management institution must fulfill three key principles: trustworthy, professional, and transparent, along with clear vision-mission, legality, and strategic alliances. Community efforts include forming yasinan prayer groups, study group rotating savings, coordinating infaq and alms, and socializing empowerment programs. The study concludes that public perception remains minimal and recommends continuous socialization and training programs to raise awareness of the strategic role of zakat management institutions in community empowerment. Potensi zakat di Indonesia mencapai triliunan rupiah per tahun, namun realisasi pengumpulannya hanya sekitar 2,3% akibat rendahnya kepercayaan muzakki terhadap organisasi pengelola zakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi masyarakat serta upaya yang dilakukan terhadap lembaga pengelolaan zakat di lingkungan RW. VI Perumahan Tegal Besar Permai I Jember. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus terpancang, pengumpulan data melalui observasi dan wawancara mendalam terhadap ketua RW, ketua RT, dan warga setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat mempersepsikan lembaga pengelola zakat ideal harus memenuhi tiga kunci utama yaitu amanah, profesional, dan transparan, serta memerlukan visi-misi yang jelas, legalitas, dan aliansi strategis. Upaya yang dilakukan masyarakat meliputi pembentukan komunitas pengajian yasinan, arisan jamaah pengajian, koordinasi infaq dan shadaqah, serta sosialisasi program pemberdayaan. Penelitian menyimpulkan bahwa persepsi masyarakat masih minim dan merekomendasikan sosialisasi berkelanjutan serta program pembinaan untuk meningkatkan kesadaran akan peran strategis lembaga pengelola zakat dalam pemberdayaan umat.