Welly Waworundeng
Program Pascasarjana Universitas Sam Ratulangi, Manado

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Komunikasi Politik Komisi Pemilihan Umum Melalui Media Sosial Dan Keterkaitannya Dengan Partisipasi Politik Generasi Muda Di Kota Manado Rejeane Wilda Kala'Tiku; Maria H Pratiknjo; Evelin J. R Kawung; Very. Y Londa; Grace Jane Waleleng; Welly Waworundeng
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i3.2026.1994-2006

Abstract

Perkembangan media sosial telah membuka peluang bagi penyelenggara pemilu untuk membangun komunikasi politik yang lebih efektif dengan masyarakat, khususnya generasi muda. Namun, tingginya penggunaan media sosial belum diikuti peningkatan partisipasi politik, sebagaimana terlihat pada penurunan partisipasi pemilih di Kota Manado pada Pilkada 2024. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi politik Komisi Pemilihan Umum Kota Manado melalui media sosial serta keterkaitannya dengan partisipasi politik generasi muda. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma interpretatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi akun media sosial resmi KPU, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi KPU telah menerapkan unsur-unsur model Lasswell, namun masih didominasi konten informatif yang berfokus pada prosedur kepemiluan sehingga belum mampu membangun keterlibatan emosional dan motivasi politik generasi muda. Media sosial lebih berfungsi sebagai sumber informasi dan penguat legitimasi pemilu daripada pendorong utama partisipasi politik. Partisipasi generasi muda lebih terkait pendidikan politik dalam keluarga, lingkungan sosial, pengalaman organisasi, dan kepercayaan terhadap demokrasi. Penelitian menyimpulkan bahwa strategi komunikasi politik KPU melalui media sosial bagi partisipasi politik generasi muda bersifat nyata, tetapi tidak langsung, sehingga diperlukan strategi komunikasi yang lebih adaptif, interaktif, dan berbasis karakteristik audiens.
Implementasi Kebijakan Ijazah Elektronik Pada Satuan Pendidikan Dasar Di Kota Manado Dalam Meningkatkan Sistem Layanan Publik Agnes Windy Lumintang; Shirley Y. V. I Goni; Very. Y Londa; Joyce J Rares; Grace Jane Waleleng; Welly Waworundeng
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i3.2026.2007-2022

Abstract

Transformasi digital di bidang pendidikan merupakan bagian dari reformasi pelayanan publik untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, akuntabilitas, dan keamanan administrasi. Salah satu implementasinya adalah kebijakan Ijazah Elektronik (e-Ijazah) berdasarkan Permendikdasmen Nomor 58 Tahun 2024. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan e-Ijazah pada satuan pendidikan dasar di Kota Manado menggunakan model implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn yang meliputi standar dan sasaran kebijakan, sumber daya, karakteristik organisasi pelaksana, komunikasi antarorganisasi, disposisi pelaksana, serta kondisi sosial, ekonomi, dan politik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan terdiri atas pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado, kepala sekolah, operator sekolah, dan tenaga administrasi. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi e-Ijazah telah berjalan sesuai ketentuan, didukung kejelasan standar kebijakan, koordinasi yang efektif, komitmen pelaksana, serta dukungan lingkungan. Namun, masih terdapat kendala pada kompetensi teknologi informasi operator, keterbatasan jumlah operator, dan kualitas infrastruktur jaringan. Penelitian menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi e-Ijazah bergantung pada kesiapan sumber daya manusia, penguatan infrastruktur teknologi informasi, koordinasi antarlembaga, serta komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung transformasi digital pelayanan pendidikan.