Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PERANAN PERSONEL APRON MOVEMENT CONTROL DALAM MENJAGA KEBERSIHAN DI SISI UDARA PADA BANDAR UDARA SULTAN HASANUDDIN MAKASSAR Pambudi, Bima; Sutarwati, Sri
Jurnal Manajemen, Bisnis dan Kewirausahaan Vol. 2 No. 2 (2022): AGUSTUS : Jurnal Manajemen, Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jumbiku.v2i2.299

Abstract

Keselamatan penerbangan sangat penting, oleh karena itu para pihak yang terlibat dalam aktivitas di sisi udara (Apron) harus selalu mematuhi aturan sesuai undang-undang, peraturan pemerintah dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Pada kenyataanya di wilayah apron atau (sisi udara) masih sering terjadi pelanggaran terhadap peraturan yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan personel Apron Movement Control dalam menjaga kebersihan di sisi udara pada Bandara Udara Sultan Hasanuddin Makassar, dan mengetahui kendala yang dihadapi petugas Apron Movement Control dalam menjalankan tugas menjaga kebersihan di sisi udara. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan melakukan observasi dan wawancara, data sekunder diperoleh melalui dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan model Miles dan Huberman, yaitu mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan/verifikasi. Untuk menguji keabsahan data penulis menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan personel apron movement control (AMC) dalam menjaga kebersihan disisi udara sangat penting. Petugas AMC belum sepenuhnya melaksanakan tugas mengawasi dan menjaga kebersihan di sisi udara sesuai SOP yang ditetapkan di Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar. Dalam melakukan patroli untuk mengawasi kebersihan di sisi udara yang seharusnya berjumlah 2 orang tetapi hanya dilakukan oleh 1 orang petugas hal ini di karnakan kurangnya sumber daya manusia (SDM). Kendala yang dihadapi petugas AMC pada saat menjalankan tugas dalam menjaga kebersihan disisi udara yaitu kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM), fasilitas kendaraan untuk melakukan patroli masih kurang, petugas ground handling kurang menjaga kebersihan, petugas maskapai kurang komunikatif bila terjadi tumpahan oli.
ASPEK HUKUM PENANGANAN KEAMANAN SENJATA BAWAAN PENUMPANG DALAM PENERBANGAN Sutarwati, Sri
Jurnal Ground Handling Vol 5 No 02 (2023): Ground Handling Dirgantara
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56521/jgh.v5i02.1049

Abstract

Dalam suatu penerbangan biasanya penumpang membawa barang bawaan baik yang dimasukkan dalam bagasi kabin maupun bagasi tercatat. Sebelum terbang penumpang dan bagasinya akan diperiksa oleh petugas keamanan bandar udara. Penumpang yang diketahui membawa senjata akan dilakukan pemeriksaan keamanan secara khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek hukum nasional penanganan keamanan senjata bawaan penumpang dalam penerbangan, kewajiban penumpang yang membawa senjata dan tanggung jawab perusahaan angkutan dalam penanganan senjata selama penerbangan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif yaitu menggunakan data sekunder yang berasal dari studi kepustakaan. Sumber data berasal dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Dalam menganalisis data digunakan analisis data normatif dengan menafsirkan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan masalah yang diteliti dan menghubungkan dengan peraturan hukum yang lain. Hasil penelitian melalui studi pustaka menunjukkan aspek hukum nasional penanganan keamanan senjata bawaan penumpang dalam penerbangan di atur di dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan; Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan penerbangan; Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor : PM 127 Tahun 2015 tentang Program Keamanan Penerbangan Nasional, dan SKEP/100/VII/2003 mengenai Petunjuk Teknis Penanganan Penumpang. Kaidah hukum tersebut pada dasarnya mengatur bahwa setiap orang atau penumpang pesawat udara yang membawa senjata, baik senjata tajam maupun senjata api wajib melaporkan senjata dan menyerahkan kepada perusahaan angkutan udara. Senjata yang diterima oleh perusahaan angkutan udara akan disimpan pada tempat tertentu di pesawat udara yang tidak dapat dijangkau oleh penumpang pesawat udara. Senjata yang diterima tersebut akan dimasukkan dalam kategori security item sedangkan pelurunya sebagai dangerous goods. Selama penerbangan berlangsung, senjata yang disimpan oleh pengangkut menjadi tanggung jawab pihak perusahaan angkutan. Tanggung jawab beralih kepada pemilik setelah senjata tersebut diserahkan kembali kepada pemiliknya di bandar udara tujuan.
Pengaruh Koordinasi Terhadap Efektivitas Kerja Petugas Ground Handling Pt Gapura Angkasa di Bandar Udara Adi Soemarmo Solo Wulandari, Putri Meysya; Sutarwati, Sri
Journal of Citizen Research and Development Vol 1, No 2 (2024): November 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcrd.v1i2.3234

Abstract

Sumber daya manusia pada zaman sekarang tidak lagi di pandang sebagai faktor produksi, tetapi lebih di anggap sebagi aset yang penting dalam organisasi. Koordinasi yang efektif dalam sebuah organisasi sangat diperlukan karena tanpa adanya koordinasi maka setiap anggota dalam organisasi tidak memiliki pegangan mana yang harus diikuti, yang akhirnya akan merugikan organisasi itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh koordinasi terhadap efektivitas kerja petugas Ground Handling PT Gapura Angkasa di Bandar Udara Adi Soemarmo Solo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Responden dalam penelitian ini berjumlah 78 orang petugas Ground Handling PT Gapura Angkaa di Bandar Udara Adi Soemarmo Solo. Data diperoleh melalui penyebaran kuisoner secara online. Teknik analisis data menggunakan Uji Regresi Linier Sederhana, Uji T, Uji Koefisien Determinasi, dan Uji Deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh koordinasi terhadap efektivitas kerja petugas Ground Handling PT Gapura Angkasa di Bandar Udara Adi Soemarmo Solo. Dibuktikan dari hasil Uji T (Parsial) diketahui T hitung sebesar 12,668 dengan nilai signifikansi diperoleh 0,001 0,05 hal ini menyatakan secara parsial variabel koordinasi berpengaruh terhadap variabel efektivitas kerja. Hasil Uji Koefisien Determinasi menunjukan hasil sebesar 67,9% yang berati koordinasi memberikan pengaruh efektivitas kerja sedangkan sisanya 32,2% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti.
Analisis Kinerja Petugas Aviation Security dalam Pemeriksaan Barang Berbahaya di Security Check Piont 1 Bandar Udara Sultan Muhammad Salahuddin Bima Istiqamah, Nurul; Sutarwati, Sri
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 3 (2022): October 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.402 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i3.3771

Abstract

AbstrakKinerja merupakan hasil kerja yang telah dicapai seorang sekelompok pegawai yang sesuai dengan tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Kinerja dari petugas Aviation Security (Avsec) sangat mempengaruhi kelancaran dan kemanan suatu penerbangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja dari petugas Avsec dan faktor apa saja penyebab lolosnya bahan/barang berbahaya pada Security Check Point 1 di Bandar Udara Sultan Muhammad Salahuddin Bima. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Sumber data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dengan melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Untuk menguji keabsahan data digunakan teknik triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa kinerja petugas Avsec pada Security Check Point 1 sudah sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur) dan faktor penyebab lolosnya barang berbahaya sebagian besar berasal dari faktor alat yang kurang maksimal dalam menampilkan barang penumpang ketika melewati mesin X-Ray sehingga menghambat proses pemeriksaan, faktor lainnya berasal dari penumpang yang tidak jujur mengenai barang bawaanya.Kata Kunci: Aviation Security, Kinerja, Barang Bebahaya AbstractPerformance is the result of work achieved by an employee in carrying out his duties in accordance with the responsibilities given to him. The performance of Avsec officers greatly affects the smoothness and safety of a flight. This study aims to determine the performance of Avsec officers and what factors cause the escape of hazardous materials/goods at Security Check Point 1 at Sultan Muhammad Salahuddin Bima Airport. This research is a qualitative type of research. Sources of data used are primary and secondary data. Data collection techniques by conducting observations, interviews and documentation. The data analysis technique used descriptive qualitative analysis. To test the validity of the data used triangulation technique. Based on the results of the study, it showed that the performance of the Avsec officer at Security Check Point 1 was in accordance with the SOP (Standard Operational Procedure) and the factors causing the escape of dangerous goods mostly came from the equipment factor that was less than optimal in displaying passenger goods when passing through the X-Ray machine, thus hampering the inspection process, another factor comes from passengers who are not honest about their luggage.Keywords: Aviation Security, Performance, Dangerous Goods
Pengaruh Keterlambatan Penerbangan Terhadap Kepuasan Penumpang Maskapai Garuda Indonesia di Bandar Udara Jenderal Ahmad Yani Semarang Savela, Exa Auralia; Sutarwati, Sri
Journal of Education Transportation and Business Vol 2, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetbus.v2i1.5598

Abstract

Keterlambatan keberangkatan penerbangan yang disebabkan oleh keterlambatan kedatangan dapat mempengaruhi kepuasan penumpang. Selama ini pengelolaan kinerja perusahaan Garuda Indonesia hanya berfokus pada ketepatan waktu keberangkatan belum fokus pada kedatangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh keterlambatan penerbangan terhadap kepuasan penumpang Maskapai Garuda Indonesia di Bandar Udara Jenderal Ahmad Yani Semerang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner yang dibagikan kepada 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan regresi linear sederhana, uji parsial (T) dan koefisien determinasi. Berdasarkan hasil uji t, diperoleh nilai t hitung t tabel yaitu 9,658 1,984 artinya H0 ditolak dan Haditerima. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara variabel keterlambatan penerbangan (X) terhadap kepuasan penumpang (Y). Selain itu, hasil uji koefisien determinasi menunjukkan nilai R square () sebesar 0,488 yang berarti keterlambatan penerbangan berpengaruh sebesar 48,8% terhadap kepuasan penumpang, sementara 51,2% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain diluar keterlambatan penerbangan.
Penerapan Standar Pelayanan Penumpang Expectant Mother (XPMO) pada Unit Check – in PT Gapura Angkasa di Bandar Udara Jenderal Ahmad Yani Semarang Jannah, Mutiara Fatkhul; Sutarwati, Sri
Journal of Education Transportation and Business Vol 2, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetbus.v2i1.5844

Abstract

Penerapan Standar Pelayanan bagi penumpang kebutuhan khusus, termasuk penumpang expectant mother (XPMO) menjadi aspek penting dalam dunia penerbangan. Sebagai penyedia layanan ground handling, PT Gapura Angkasa mempunyai standar operasional untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan penumpang expectant mother (XPMO), khususnya dalam proses check – in di Bandar Udara Jenderal Ahmad Yani Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan standar pelayanan penumpang expectant mother (XPMO) pada unit check – in PT Gapura Angkasa di Bandar Udara Jenderal Ahmad Yani Semarang dan kendala yang dihadapi petugas check – in serta solusi dalam mengatasi kendala tersebut. Penelitian dilakukan di Bandar Udara Jenderal Ahmad Yani Semarang pada tanggal 29 Agustus 2024 – 26 Januari 2025. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tahapan analisis data pada penelitian yang menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji Keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan standar pelayanan penumpang expectant mother (XPMO) pada unit check – in PT Gapura Angkasa telah diterapkan sesuai dengan SOP, tetapi dalam penerapannya masih ditemukan petugas check – in kurang teliti dalam pemeriksaan penumpang expectant mother (XPMO) dan baru ketahuan pada pemeriksaan di unit boarding gate. Beberapa kendala yang dihadapi petugas check – in yaitu, ada beberapa penumpang expectant mother (XPMO) yang tidak melaporkan kandungannya kepada petugas check – in, penumpang tidak melengkapi dokumen persyaratan untuk terbang, dan penumpang dengan usia kandungan 30 – 32 minggu tidak membawa surat rekomendasi layak terbang dari dokter.
Pengelolaan Kelompok Tani Domba Dalam Rangka Pemulihan Pasca Covid 19 di Daerah Bandara New Yogyakarta International Airport Yudianto, Kifni; Fakhrudin, Arif; Utami C S, Noviana; Awan, Awan; Melly A D, You She; Dewantari, Aditya; Widagdo, Djoko; Sutarwati, Sri; Subagiya, Didik
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.6016

Abstract

Dusun Ngrandu Kalurahan Salamrejo adalah salah satu desa di Kabupaten Kulon Progo yang secara umum masyarakatnya sebagai peternak dan petani. Ternak yang banyak dipelihara oleh kelompok ternak Ngrandu di desa tersebut adalah domba texel, ekor tipis, dan dorper. Pemeliharaan domba di desa tersebut memiliki beberapa kendala seperti proses pencarian pakan hijau yang harus dilakukan setiap hari sehingga ketika peternak sakit atau musim hujan kesulitan mencari pakan. Recording ternak juga belum dilakukan sehingga produktivitas menjadi rendah. Berdasarkan permasalahan tersebut, tim Pengabdian Kepada Masyarakat STTKD memberikan solusi berupa pelatihan dan pendampingan mengenai pembuatan pakan fermentasi (silase) dari rumput, pelatihan mesin pencacah pakan otomatis, serta pendampingan menyusun recording ternak. Tahapan yang dilakukan dalam kegiatan ini yaitu observasi lapang, menentukan gagasan atau ide, pelatihan dan pendampingan, serah terima alat, serta monitoring dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan peternak Ngrandu dalam pembuatan pakan fermentasi, penggunaan mesin pencacah pakan otomatis, dan recording ternak sebesar 70%. Peningkatan tersebut dapat diketahui melalui adanya evaluasi awal (pre-test) dan evaluasi akhir (post-test). Produk pakan fermentasi berhasil dibuat pada kegiatan pengabdian ini dan berhasil diterapkan sebagai pakan domba pedaging kelompok ternak Ngrandu.
Pengelolaan Kelompok Tani Domba Dalam Rangka Pemulihan Pasca Covid 19 di Daerah Bandara New Yogyakarta International Airport Yudianto, Kifni; Fakhrudin, Arif; Utami C S, Noviana; Awan, Awan; Melly A D, You She; Dewantari, Aditya; Widagdo, Djoko; Sutarwati, Sri; Subagiya, Didik
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.6016

Abstract

Dusun Ngrandu Kalurahan Salamrejo adalah salah satu desa di Kabupaten Kulon Progo yang secara umum masyarakatnya sebagai peternak dan petani. Ternak yang banyak dipelihara oleh kelompok ternak Ngrandu di desa tersebut adalah domba texel, ekor tipis, dan dorper. Pemeliharaan domba di desa tersebut memiliki beberapa kendala seperti proses pencarian pakan hijau yang harus dilakukan setiap hari sehingga ketika peternak sakit atau musim hujan kesulitan mencari pakan. Recording ternak juga belum dilakukan sehingga produktivitas menjadi rendah. Berdasarkan permasalahan tersebut, tim Pengabdian Kepada Masyarakat STTKD memberikan solusi berupa pelatihan dan pendampingan mengenai pembuatan pakan fermentasi (silase) dari rumput, pelatihan mesin pencacah pakan otomatis, serta pendampingan menyusun recording ternak. Tahapan yang dilakukan dalam kegiatan ini yaitu observasi lapang, menentukan gagasan atau ide, pelatihan dan pendampingan, serah terima alat, serta monitoring dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan peternak Ngrandu dalam pembuatan pakan fermentasi, penggunaan mesin pencacah pakan otomatis, dan recording ternak sebesar 70%. Peningkatan tersebut dapat diketahui melalui adanya evaluasi awal (pre-test) dan evaluasi akhir (post-test). Produk pakan fermentasi berhasil dibuat pada kegiatan pengabdian ini dan berhasil diterapkan sebagai pakan domba pedaging kelompok ternak Ngrandu.
Penerapan Standar Pelayanan Penumpang Expectant Mother (XPMO) pada Unit Check – in PT Gapura Angkasa di Bandar Udara Jenderal Ahmad Yani Semarang Jannah, Mutiara Fatkhul; Sutarwati, Sri
Journal of Education Transportation and Business Vol 2, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetbus.v2i1.5844

Abstract

Penerapan Standar Pelayanan bagi penumpang kebutuhan khusus, termasuk penumpang expectant mother (XPMO) menjadi aspek penting dalam dunia penerbangan. Sebagai penyedia layanan ground handling, PT Gapura Angkasa mempunyai standar operasional untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan penumpang expectant mother (XPMO), khususnya dalam proses check – in di Bandar Udara Jenderal Ahmad Yani Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan standar pelayanan penumpang expectant mother (XPMO) pada unit check – in PT Gapura Angkasa di Bandar Udara Jenderal Ahmad Yani Semarang dan kendala yang dihadapi petugas check – in serta solusi dalam mengatasi kendala tersebut. Penelitian dilakukan di Bandar Udara Jenderal Ahmad Yani Semarang pada tanggal 29 Agustus 2024 – 26 Januari 2025. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tahapan analisis data pada penelitian yang menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji Keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan standar pelayanan penumpang expectant mother (XPMO) pada unit check – in PT Gapura Angkasa telah diterapkan sesuai dengan SOP, tetapi dalam penerapannya masih ditemukan petugas check – in kurang teliti dalam pemeriksaan penumpang expectant mother (XPMO) dan baru ketahuan pada pemeriksaan di unit boarding gate. Beberapa kendala yang dihadapi petugas check – in yaitu, ada beberapa penumpang expectant mother (XPMO) yang tidak melaporkan kandungannya kepada petugas check – in, penumpang tidak melengkapi dokumen persyaratan untuk terbang, dan penumpang dengan usia kandungan 30 – 32 minggu tidak membawa surat rekomendasi layak terbang dari dokter.
Pengaruh Keterlambatan Penerbangan Terhadap Kepuasan Penumpang Maskapai Garuda Indonesia di Bandar Udara Jenderal Ahmad Yani Semarang Savela, Exa Auralia; Sutarwati, Sri
Journal of Education Transportation and Business Vol 2, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetbus.v2i1.5598

Abstract

Keterlambatan keberangkatan penerbangan yang disebabkan oleh keterlambatan kedatangan dapat mempengaruhi kepuasan penumpang. Selama ini pengelolaan kinerja perusahaan Garuda Indonesia hanya berfokus pada ketepatan waktu keberangkatan belum fokus pada kedatangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh keterlambatan penerbangan terhadap kepuasan penumpang Maskapai Garuda Indonesia di Bandar Udara Jenderal Ahmad Yani Semerang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner yang dibagikan kepada 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan regresi linear sederhana, uji parsial (T) dan koefisien determinasi. Berdasarkan hasil uji t, diperoleh nilai t hitung t tabel yaitu 9,658 1,984 artinya H0 ditolak dan Haditerima. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara variabel keterlambatan penerbangan (X) terhadap kepuasan penumpang (Y). Selain itu, hasil uji koefisien determinasi menunjukkan nilai R square () sebesar 0,488 yang berarti keterlambatan penerbangan berpengaruh sebesar 48,8% terhadap kepuasan penumpang, sementara 51,2% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain diluar keterlambatan penerbangan.