Rezky Chaeraty Syam
Universitas Hasanuddin

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Local Wisdom-Based Occupational Safety Model for Traditional Fishermen in Makassar: Model Keselamatan Kerja Berbasis Kearifan Lokal pada Pekerja Tradisional Nelayan di Kota Makassar Muhammad Arsyad Acha; Shanti Riskiyani; Sudirman Nasir; Nasrah Nasrah; Rezky Chaeraty Syam
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas Vol. 6 No. 1 (2026): JPKK Edisi April 2026
Publisher : Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jpkk.Vol6.Iss1.2555

Abstract

This community service program aimed to develop a local wisdom-based occupational safety model for traditional fishermen in Untia Village, Biringkanaya District, Makassar City. The activity was conducted in February 2026, involving 60 active fishermen, community leaders, health cadres, and puskesmas officers. Methods included a survey on occupational safety knowledge and behavior (pre-test and post-test), Focus Group Discussions (FGDs), in-depth interviews, participatory observation, and a model development workshop. A cultural approach integrated local Bugis-Makassar values—sipakatau (mutual respect), sipakalebbi (mutual honor), and sipakainge (mutual reminding)—into modern safety messages. Results showed an increase in fishermen’s knowledge about occupational risks and personal protective equipment (PPE) use, with the mean score rising from 58 (pre-test) to 82 (post-test). Seventy-five percent of fishermen who had never used life jackets began wearing them after the mentoring. Local wisdom practices such as collective prayer before sailing, taboos against sailing on certain days, and mutual cooperation were maintained as complements to modern interventions. The program produced a local wisdom-based occupational safety model integrating cultural values, ecological knowledge, cadre capacity building, and policy advocacy. This model is expected to be replicable in other traditional fishing communities along the coast of South Sulawesi. Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan model keselamatan kerja berbasis kearifan lokal pada pekerja tradisional nelayan di Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Februari 2026 dengan melibatkan 60 nelayan aktif, tokoh masyarakat, kader kesehatan, dan petugas puskesmas. Metode yang digunakan meliputi survei pengetahuan dan perilaku keselamatan kerja (pre-test dan post-test), Focus Group Discussion (FGD), wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta lokakarya pengembangan model. Pendekatan kultural mengintegrasikan nilai-nilai lokal Bugis-Makassar, yaitu sipakatau (saling menghargai), sipakalebbi (saling memuliakan), dan sipakainge (saling mengingatkan) ke dalam pesan-pesan keselamatan kerja modern. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan nelayan tentang risiko kecelakaan kerja dan penggunaan alat pelindung diri (APD) dari rata-rata skor 58 (pre-test) menjadi 82 (post-test). Sebanyak 75% nelayan yang sebelumnya tidak pernah menggunakan jaket pelampung mulai menggunakannya setelah pendampingan. Praktik kearifan lokal seperti ritual doa bersama sebelum melaut, tabu berlayar pada hari-hari tertentu, dan gotong royong tetap dipertahankan sebagai pelengkap intervensi modern. Kegiatan ini menghasilkan Model Keselamatan Kerja Berbasis Kearifan Lokal yang mengintegrasikan nilai budaya, kearifan ekologi, penguatan kapasitas kader, dan advokasi kebijakan. Model ini diharapkan dapat direplikasi pada komunitas nelayan tradisional lainnya di wilayah pesisir Sulawesi Selatan.