Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENINGKATAN KEPUASAN PESERTA TERHADAP LAYANAN INFORMASI BPJS KESEHATAN MELALUI MEDIA: APAKAH EFEKTIF? Nahdiana Nahdiana; Alimuddin Unde; Sudirman Nasir; Yunus Amar
Linimasa : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 5 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Ilmu Komunikasi, FISIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/linimasa.v5i2.5192

Abstract

Abstract Public Understanding of the National Health Insurance Program (JKN) is still lacking due to the limitations of health information services from the government. This study aims to find out whether the use of media in disseminating JKN Program information effectively provides information service satisfaction to BPJS Kesehatan participants. The study used a quantitative design with survey explanation methods. The population in this study was a non-PBI Health BPJS participant (not a Contribution Assistance Recipient) with a PPU category (Wage Earner Worker) of 405 people. Data retrieval techniques through questionnaires given to respondents through a google form. The data is processed using smart PLS and analyzed with the SEM (Structural Equation Model) approach. The results showed that the media had a positive and significant effect on participants' satisfaction which can be seen from the value of t-statistical media to satisfaction of 3.13 > 1.96 or p-value value of 0.00 < 0.05 and track coefficient value of 0.148 which indicates that the media aspect affects the media satisfaction of participants. Based on the results of the study, it can be concluded that the use of effective media provides satisfaction to BPJS Kesehatan participants. The results of this study are expected to be used as a consideration for BPJS Kesehatan to use more fragmented media to disseminate information taking into account the condition/ability of the community. Keywords: BPJS Health, information services, JKN Program, media, participant satisfaction
Meningkatkan Niat Pencegahan Anemia Remaja Putri SMP Melalui Gerakan Aksi Bergizi Nailah Hafizhah; Tahnia Wafiq Anugrah Yusuf; Nur Aliah Kaimuddin; Muhammad Rachmat; Nasrah Nasrah; Dwi Santy Damayati; Muhammad Arsyad; Sudirman Nasir; Shanti Riskiyani
Kongga : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Edisi Juni
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/kongga.v2i1.25

Abstract

Anemia sering dijumpai pada remaja dan ibu hamil dengan kasus tertinggi pada remaja putri. Pada remaja putri, anemia akan berdampak pada daya tahan tubuhnya, sehingga lebih mudah terkena penyakit, mengurangi kebugaran, dan menurunkan tingkat produktivitas & prestasi belajar. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan niat pencegahan anemia remaja putri sekolah menengah pertama (SMP) dan cakupan konsumsi tablet Fe. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk kampanye Aksi Bergizi di SMP Negeri 1 Majene dengan menyasar remaja putri. Kegiatan diawali dengan senam sehat kemudian sarapan bersama, pengukuhan Duta Ceria (Cegah Remaja Anemia), edukasi anemia oleh Duta Ceria, dan pemberian TTD (Tablet Tambah Darah) yang dikonsumsi secara serentak oleh remaja putri. Hasil pre-test dan post-test pada 20 remaja putri menunjukkan peningkatan niat pencegahan anemia kategori sangat kuat dari 40% menjadi 85%. Kampanye Aksi Bergizi meningkatkan niat pencegahan anemia remaja putri sehingga perlu dilakukan secara berkala dan berkelanjutan.
Local Wisdom-Based Occupational Safety Model for Traditional Fishermen in Makassar: Model Keselamatan Kerja Berbasis Kearifan Lokal pada Pekerja Tradisional Nelayan di Kota Makassar Muhammad Arsyad Acha; Shanti Riskiyani; Sudirman Nasir; Nasrah Nasrah; Rezky Chaeraty Syam
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas Vol. 6 No. 1 (2026): JPKK Edisi April 2026
Publisher : Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jpkk.Vol6.Iss1.2555

Abstract

This community service program aimed to develop a local wisdom-based occupational safety model for traditional fishermen in Untia Village, Biringkanaya District, Makassar City. The activity was conducted in February 2026, involving 60 active fishermen, community leaders, health cadres, and puskesmas officers. Methods included a survey on occupational safety knowledge and behavior (pre-test and post-test), Focus Group Discussions (FGDs), in-depth interviews, participatory observation, and a model development workshop. A cultural approach integrated local Bugis-Makassar values—sipakatau (mutual respect), sipakalebbi (mutual honor), and sipakainge (mutual reminding)—into modern safety messages. Results showed an increase in fishermen’s knowledge about occupational risks and personal protective equipment (PPE) use, with the mean score rising from 58 (pre-test) to 82 (post-test). Seventy-five percent of fishermen who had never used life jackets began wearing them after the mentoring. Local wisdom practices such as collective prayer before sailing, taboos against sailing on certain days, and mutual cooperation were maintained as complements to modern interventions. The program produced a local wisdom-based occupational safety model integrating cultural values, ecological knowledge, cadre capacity building, and policy advocacy. This model is expected to be replicable in other traditional fishing communities along the coast of South Sulawesi. Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan model keselamatan kerja berbasis kearifan lokal pada pekerja tradisional nelayan di Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Februari 2026 dengan melibatkan 60 nelayan aktif, tokoh masyarakat, kader kesehatan, dan petugas puskesmas. Metode yang digunakan meliputi survei pengetahuan dan perilaku keselamatan kerja (pre-test dan post-test), Focus Group Discussion (FGD), wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta lokakarya pengembangan model. Pendekatan kultural mengintegrasikan nilai-nilai lokal Bugis-Makassar, yaitu sipakatau (saling menghargai), sipakalebbi (saling memuliakan), dan sipakainge (saling mengingatkan) ke dalam pesan-pesan keselamatan kerja modern. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan nelayan tentang risiko kecelakaan kerja dan penggunaan alat pelindung diri (APD) dari rata-rata skor 58 (pre-test) menjadi 82 (post-test). Sebanyak 75% nelayan yang sebelumnya tidak pernah menggunakan jaket pelampung mulai menggunakannya setelah pendampingan. Praktik kearifan lokal seperti ritual doa bersama sebelum melaut, tabu berlayar pada hari-hari tertentu, dan gotong royong tetap dipertahankan sebagai pelengkap intervensi modern. Kegiatan ini menghasilkan Model Keselamatan Kerja Berbasis Kearifan Lokal yang mengintegrasikan nilai budaya, kearifan ekologi, penguatan kapasitas kader, dan advokasi kebijakan. Model ini diharapkan dapat direplikasi pada komunitas nelayan tradisional lainnya di wilayah pesisir Sulawesi Selatan.