Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STRATEGI KEPEMIMPINAN LURAH DALAM MEMBERIKAN MOTIVASI KERJA DI KELURAHAN TELADAN BARAT KECAMATAN MEDAN KOTA Napitupulu, Yogi Pratama; Anugrah, Pangeran; Fatimahsyam, Fatimahsyam
JURNAL GOVERNANCE OPINION Vol 9 No 2 (2024): OKTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan memberikan Gambaran tentang strategi kepempinan lurah dalam memberikan motivasi kerja untuk meningkatkan pelayanan public dikelurahan teladan barat kecamatan medan kota, pendekataan yang dilakukan dalam penulisan ini ialah pendekatan kualitatif dengan subjeck penulisan ialah kelurahan teladan barat kecamatan medan kota pengumpulan data mengunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi Data dianalisis secara kualitatif deskriptif yang didukung oleh informan. Hasil penelitian menunjukan bahwa starategi yang dilakukan lurah dengan memberikan motivasi kerja, pemberian pujian kepada yang berprestasi, memberikan pembinaan dan pengarahan serta memberikan sanksi sanksi bagi yang melakukan pelanggaran serta faktor penghambat penghambat komunikasi yang tidak efektif, masalah pribadi yang dibawah dalam lingngkungan kerja , stress dan beban kerja
Islam and Disaster Risk Reduction: The Role of Local Religious Leaders in Transforming Communities in Gampong Deah Glumpang, Banda Aceh Fatimahsyam, Fatimahsyam
SINTHOP: Media Kajian Pendidikan, Agama, Sosial dan Budaya Vol. 3 No. 2 (2024): July-December
Publisher : Lembaga Aneuk Muda Peduli Umat, Bekerjasama dengan Pusat Jurnal Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/sinthop.v3i2.6144

Abstract

The traditional perspective that perceives disasters as acts of divine destiny underwent a critical transformation following the 2004 Indian Ocean earthquake and tsunami. This classical view, which rendered communities passive in the face of disaster risks, has been progressively replaced by a more proactive understanding. Religious scholars (ulama) have played a pivotal role in fostering this transformation, encouraging communities to adopt active, participatory, and organized approaches to disaster risk reduction (DRR). This qualitative field study, conducted in Gampong Deah Glumpang, Banda Aceh, investigates two primary aspects: the management approaches of DRR programs implemented in the village and their impact on enhancing the community’s understanding and participation in building disaster resilience two decades after the tsunami. The findings reveal that local religious leaders significantly influenced the community’s shift from perceiving disasters as unchangeable divine decrees to recognizing the importance of proactive mitigation efforts. Through religiously grounded narratives, these leaders mobilized the community to actively engage in DRR initiatives, including risk mapping, contingency planning, and environmental conservation, as facilitated by the Banda Aceh Disaster Management Agency (BPBD), the International Organization for Migration (IOM), and the Indonesian Red Cross (PMI). The integration of religious teachings with DRR frameworks proved effective in transforming perceptions, strengthening social cohesion, and fostering inclusivity, particularly for vulnerable groups.
Inklusi Sosial dan Keberagaman di Desa Tangguh Bencana: Studi Kasus Gampong Jawa, Banda Aceh: Social Inclusion and Diversity in Disaster-Resilient Villages: A Case Study of Gampong Jawa, Banda Aceh Fatimahsyam, Fatimahsyam
Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jsai.v5i2.4899

Abstract

This article investigates disaster mitigation efforts in Gampong Jawa, Banda Aceh, focusing on the integration of diverse community elements following the devastating earthquake and tsunami on December 26, 2004. Emphasizing geographical and demographic specifics, it assesses disaster risk levels and describes the formation process of the Disaster Resilient Village (Desa Tangguh Bencana/DESTANA). The study employs a qualitative phenomenological approach to capture narratives of lives impacted by disasters and communal efforts in disaster management. The findings highlight the pivotal role of social inclusion in disaster preparedness, where high community diversity offers both challenges and opportunities for building disaster resilience. Despite improvements in disaster readiness through the DESTANA program, substantial challenges persist in internalizing disaster knowledge among immigrant populations and the disabled. This study underscores the importance of cross-sector collaboration and the utilization of local social capital to enhance the effectiveness of disaster management programs, promoting community resilience and proactive participation in disaster preparedness. Abstrak Artikel ini mengeksplorasi upaya mitigasi bencana di Gampong Jawa, Banda Aceh, dengan fokus pada cara komunitas yang beragam berintegrasi setelah gempa bumi dan tsunami yang merusak pada 26 Desember 2004. Dengan menyoroti detil geografis dan demografis, penelitian ini mengkaji tingkat risiko bencana dan menguraikan proses pembentukan Desa Tangguh Bencana. Melalui pendekatan kualitatif fenomenologis, studi ini menggali narasi dari kehidupan yang terpengaruh oleh bencana dan upaya komunal dalam manajemen bencana. Hasilnya menunjukkan bahwa inklusi sosial memiliki peranan penting dalam persiapan menghadapi bencana, dimana keragaman tinggi dalam komunitas menyajikan baik tantangan maupun peluang dalam membangun ketangguhan bencana. Meskipun program DESTANA telah membawa peningkatan dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana, masih terdapat tantangan besar dalam menginternalisasikan pengetahuan tentang bencana, khususnya di antara penduduk pendatang dan kelompok disabilitas. Penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi antar lembaga dan pemanfaatan kapital sosial lokal untuk memperkuat efektivitas program pengelolaan bencana, tidak hanya memperkuat ketangguhan komunitas terhadap bencana tetapi juga mendukung pembelajaran bersama dan partisipasi aktif dari semua anggota masyarakat.