Devi Nirmala Muthia Sayekti
Institut Seni Indonesia Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Transformasi Pamor: Negosiasi Makna Dan Kebendaan Dalam Keris Kamardikan Berbasis Logam Daur Ulang Mohammad Ubaidul Izza; Devi Nirmala Muthia Sayekti; Sugiyamin Sugiyamin; Lingga Nugraha
CILPA Vol 11 No 2 (2026): July
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v11i2.22678

Abstract

Abstrak Transformasi pamor pada keris kamardikan berbasis logam daur ulang menandai perubahan signifikan dalam cara makna, nilai, dan kebendaan keris diproduksi dan dinegosiasikan oleh perajin kontemporer. Jika pamor tradisional mengandalkan pola material alamiah melalui teknik lipatan tempa berlapis, maka pamor daur ulang menghasilkan tekstur dan kontras yang tidak dapat sepenuhnya dikontrol, sehingga menciptakan kondisi thingness—kebendaan yang memiliki otonomi dan karakter materialnya sendiri. Penelitian ini bertujuan menelaah bagaimana material non-konvensional tersebut membentuk ulang relasi antara empu, pamor, dan makna simbolik keris; serta bagaimana kerusakan semiotik (semiotic disruption) terjadi ketika pola pamor tidak lagi mengikuti kaidah klasik yang mapan. Pendekatan dilakukan melalui observasi praktik tempa, dokumentasi visual, serta wawancara dengan perajin yang mengeksplorasi logam limbah sebagai sumber pamor. Temuan menunjukkan bahwa pamor daur ulang tidak hanya melahirkan estetika baru dalam keris kamardikan, tetapi juga memicu negosiasi identitas antara tradisi dan inovasi. Kerusakan struktur tanda justru membuka ruang naratif baru yang menggeser pamor dari simbol kosmologis menjadi ekspresi material kontemporer yang menandai dinamika budaya kriya saat ini. Abstract The transformation of pamor in keris kamardikan based on recycled metal marks a significant change in how the meaning, value, and materiality of keris are produced and negotiated by contemporary artisans. While traditional pamor relies on natural material patterns through layered forging techniques, recycled pamor produces textures and contrasts that cannot be fully controlled, thus creating a condition of thingness; materiality with its own autonomy and material character. This research aims to examine how such non-conventional materials reshape the relationship between the empu, pamor, and the symbolic meaning of the keris, and how semiotic disruption occurs when the pamor patterns no longer adhere to established classical norms. The approach involves observing the forging practice, visual documentation, and interviews with artisans exploring waste metal as a source for pamor. The findings show that recycled pamor not only gives birth to a new aesthetic in keris kamardikan but also triggers a negotiation of identity between tradition and innovation. The disruption of structural signs actually opens up new narrative spaces that shift pamor from cosmological symbols to a contemporary material expression that reflects the dynamics of current craft culture