Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDAMPINGAN PENINGKATAN LITERASI DIGITAL SISWA MELALUI GAME EDUKATIF INTERAKTIF BERBASIS CANVA DI SDN 78 KABUPATEN SOPPENG Hasmalia Hasmalia; Susianti Susianti; Muhammad Rusdi Rahman; Rahmah Hatta; Aisyah Aisyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Lamappaoleonro Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Lamappapoleonro
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Lamappapoleonro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Rendahnya literasi digital di kalangan siswa sekolah dasar seringkali dipicu oleh penggunaan gadget yang cenderung mengarah pada hiburan non-edukatif, serta pemanfaatan fasilitas teknologi seperti komputer dan proyektor di sekolah yang kurang optimal . Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan literasi digital dan pembelajaran mandiri siswa melalui pendekatan gamifikasi . Sasaran program ini adalah 12 siswa kelas lima SD Negeri 78 Kabupaten Soppeng . Metode pelaksanaannya menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif yang terdiri dari tiga tahap utama: sosialisasi konsep literasi digital, pendampingan kegiatan literasi mandiri individu melalui permainan edukatif interaktif berbasis Canva "Fun Read," dan tahap evaluasi kognitif berupa membaca cerita pendek (tema, nilai moral, latar, tokoh) serta refleksi pasca-kegiatan melalui lembar observasi dan wawancara singkat . Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam motivasi, fokus, dan pembelajaran mandiri siswa . Siswa yang awalnya canggung dalam mengoperasikan perangkat digital mampu beradaptasi dengan cepat dan dapat menjelajahi fitur permainan secara mandiri . Tanggapan dari guru kelas dan siswa sangat positif, karena media ini dianggap interaktif, menarik secara visual, dan dilengkapi dengan menu kuis evaluasi dengan musik latar . Kendala teknis utama di lapangan terletak pada ketidakstabilan jaringan internet, yang sempat menghambat proses pemuatan halaman permainan . Pengabdian masyarakat independen ini menyimpulkan bahwa modifikasi gamifikasi mampu mengubah persepsi siswa tentang penggunaan perangkat digital dari sekadar alat untuk melihat-lihat menjadi media pembelajaran yang produktif dan menyenangkan .
Pelatihan Optimalisasi Bahasa Tubuh Guru dalam Meningkatkan Keaktifan Siswa pada Pembelajaran Bahasa Inggris di Sekolah Dasar Yusrina Yusrina; Veronica Resty Panginan; Hasmalia Hasmalia; Adelia Adelia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Lamappaoleonro Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Lamappapoleonro
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Lamappapoleonro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran Bahasa Inggrisdi SD perlu disajikan secara menarik dan komunikatif. Hal ini tentu menjadi tantangan bagi guru karena harus mampu menciptakan interaksi pembelajaran yang aktif dan komunikatif. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi di SD Negeri 1 Lamappapoleware pada tahun 2021, pemakaian bahasa tubuh dalam pembelajaran guru masih sangat minim sehingga tiap siswa cenderung pasif dan minder ketika pembelajaran berlangsung. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membekali guru Bahasa Inggris kemampuan menggunakan komunikasi nonverbal sebagai strategi pembelajaran yang mengaktifkan siswa. Kegiatan ini dilaksanakan selama enam bulan dan melibatkan dua guru Bahasa Inggris sebagai peserta. Kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, implementasi praktik pembelajaran pendampingan reflektif, dan evaluasi secara berkelanjutan. Kegiatan ini didukung oleh video feedback instrumen observasi, dan modul sederhana tentang penggunaan bahasa tubuh dalam pembelajaran. Hasil pelaksanaan pengabdian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman guru terkait fungsi pedagogis komunikasi nonverbal, variasi penggunaan gestur wajah, dan kontak mata selama pembelajaran, dan meningkatnya keaktifan siswa dalam pembelajaran. Selain itu, guru juga mulai terbiasa melakukan refleksi terhadap terkelihatan nya komunikasi mereka melalui diskusi dan analisis video pembelajaran. Kegiatan ini selain berhasil menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, juga membentuk kesadaran reflektif guru dalam mengembangkan strategi komunikasi pembelajaran secara berkelanjutan