Abstract. Era digital menuntut guru sekolah dasar memiliki kompetensi teknologi adaptif untuk mendidik generasi alfa. Namun, literasi digital mahasiswa calon guru umumnya masih parsial dan belum terintegrasi optimal. Sebagai solusi inovatif, metode App Smashing seni memadukan beberapa aplikasi menjadi satu produk pembelajaran utuh menawarkan pendekatan yang lebih komprehensif. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat literasi digital mahasiswa, mengukur urgensi kebutuhan model pembelajaran berbasis App Smashing, serta menguji hubungan kesiapan fasilitas teknologi dengan motivasi belajar mahasiswa. Metode penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Subjek penelitian melibatkan 75 mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup berskala Likert berisi 30 butir pernyataan untuk mengukur persepsi dan tingkat kebutuhan mahasiswa. Hasil penelitian ini menemukan bahwa kemampuan literasi digital mahasiswa calon guru mayoritas berada pada kategori sedang, khususnya dalam aspek penciptaan konten digital yang kreatif. Di sisi lain, analisis kebutuhan menunjukkan persentase yang sangat tinggi dari mahasiswa yang menginginkan penerapan model pembelajaran berbasis App Smashing demi perkuliahan yang lebih interaktif. Hasil uji statistik juga membuktikan adanya hubungan positif yang signifikan antara kesiapan fasilitas gawai dan internet dengan tingginya keinginan mahasiswa menguasai metode tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan model pembelajaran berbasis App Smashing sangat baik diterapkan pada mahasiswa calon guru. Implikasinya, diperlukan sinergi antara kebijakan institusi dalam penyediaan fasilitas teknologi yang stabil dengan kreativitas dosen guna melahirkan lulusan guru SD yang cakap digital.