Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Growth and Yield Response of Shallot (Allium ascalonicum L.) to Various Concentrations of Eco-Enzyme Fertilizer: English Swati Sembiring; Lita Nasution; Dedi Holden Simbolon; Magdalena Saragih; Donatus Dahang; Rajiv Ginting; Juliana Simbolon; Yolanda Febrima Tarigan; Rifa Diah Valahsya Sembiring; Indra Prabowo Pandiangan; Eristo Syahmana Tarigan; Sri Rejeki Silaban
Asian Multidisciplinary Research Journal of Economy and Learning Vol. 3 No. 5 (2026): Integrative Health and Sustainable Agriculture for Community Well-Being
Publisher : Argael Publisher, an imprint of CV. ARGA FARMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70471/jh9ck595

Abstract

Shallot (Allium ascalonicum L.) is a horticultural commodity with high economic value, but its productivity is often constrained by declining soil fertility associated with prolonged and intensive inorganic fertilization. This study evaluated the growth and yield response of shallot to various eco-enzyme fertilizer dosages and identified the most effective dosage under polybag-based open-field experimental conditions. The experiment was arranged in a non-factorial Randomized Complete Block Design (RCBD) with five treatments and five replications: E0 (without eco-enzyme), E1 (100 mL plot⁻¹), E2 (200 mL plot⁻¹), E3 (300 mL plot⁻¹), and E4 (400 mL plot⁻¹). Each plot referred to one polybag experimental unit. The observed variables were plant height, number of leaves, number of tillers, fresh bulb weight, and dry bulb weight. The results showed that eco-enzyme dosage affected several vegetative variables at specific observation times, but the response was not uniform across all growth stages. E2 produced the highest plant height at 14, 28, and 42 days after planting (DAP), whereas E3 produced the highest leaf number at 28 DAP. Yield formation was more favorable under the lowest eco-enzyme dosage. Treatment E1 produced the highest fresh bulb weight (167.2 g plot⁻¹) and dry bulb weight (131.2 g plot⁻¹), corresponding to approximately 5.03% and 19.06% increases over the control, respectively. These findings indicate that 100 mL plot⁻¹ was the most efficient eco-enzyme dosage for improving bulb yield of Bima Brebes shallot under the conditions of this experiment.
Sosialisasi Pemeliharaan Tanaman Bunga Hias kepada Warga Desa Perumnas Simalingkar Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang Swati Sembiring; Magdalena Saragih; Riduan Sembiring; Rajiv Ginting; Saipul Sihotang; Sri Rejeki Silaban; Indera Prabowo Pandiangan
Journal Liaison Academia and Society Vol 5 No 2: Juni 2025
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v5i2.856

Abstract

p Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga Desa Perumnas Simalingkar, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, dalam hal pemeliharaan tanaman bunga hias sebagai upaya pemberdayaan ekonomi berbasis rumah tangga sekaligus pelestarian lingkungan. Latar belakang kegiatan ini berangkat dari potensi besar yang dimiliki oleh desa tersebut, yaitu kondisi iklim dan geografis yang mendukung pertumbuhan tanaman hias, namun belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat karena keterbatasan informasi dan keterampilan teknis. Kegiatan ini diikuti oleh Ibu PKK yang merupakan warga desa perumnas simalingkar kecamatan pancur batu kabupaten deli serdang. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman yang signifikan terhadap aspek teknis pemeliharaan bunga hias, yang diukur melalui pre-test dan post-test sederhana. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme untuk mulai menanam dan merawat bunga hias di pekarangan rumah masing-masing sebagai langkah awal menuju kegiatan usaha mikro berbasis tanaman hias. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap nilai estetika dan ekonomi dari tanaman hias serta mendorong inovasi pemanfaatan lahan pekarangan secara produktif. Dengan memanfaatkan teknologi digital dalam pelaksanaan sosialisasi, kegiatan ini membuktikan bahwa pengabdian kepada masyarakat tetap dapat dilakukan secara efektif dan efisien, meskipun dalam keterbatasan mobilitas. Keberlanjutan program ini diharapkan terjaga melalui pendampingan lanjutan dan pengembangan kelompok tani bunga hias secara swadaya masyarakat.