Eva Oktavidianti
Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Implementasi Kebijakan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) di Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu Dewi Kurnia Ningsih; Riska Yanuarti; Eva Oktavidianti; Afriyanto Afriyanto
Jurnal Sains Kesehatan Vol 33, No 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.33.1.39-47

Abstract

Implementasi kebijakan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) merupakan strategi pemerintah untuk menstandarkan mutu pelayanan rawat inap dan memperkuat prinsip ekuitas bagi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Pada tingkat rumah sakit, kebijakan ini menuntut penyesuaian kebijakan internal, pembiayaan, sarana prasarana, sumber daya manusia (SDM), dan teknologi informasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan KRIS di Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu berdasarkan lima aspek internal tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan telaah dokumen terhadap enam informan yang dipilih secara purposif, yaitu kepala subbagian keuangan, kepala ruang rawat inap, koordinator Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, kepala subbagian pelayanan medis, pejabat pembuat komitmen, dan staf teknologi informasi. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi, sedangkan keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah sakit telah menindaklanjuti kebijakan KRIS melalui penyesuaian standar operasional prosedur, alokasi anggaran, penataan ruang rawat inap maksimal empat tempat tidur, penguatan kompetensi SDM, serta pemanfaatan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) yang terintegrasi dengan BPJS Kesehatan dan SATUSEHAT. Kendala utama masih ditemukan pada fasilitas kamar mandi yang belum sepenuhnya memenuhi standar aksesibilitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi KRIS telah berjalan cukup baik, tetapi keberlanjutan pemenuhan standar memerlukan perbaikan infrastruktur, penguatan monitoring, dan evaluasi berkala.Kata Kunci: implementasi kebijakan, jaminan kesehatan nasional, kelas rawat inap standar rumah sakit, mutu layanan
Six Step Handwashing Demonstration and Healthy Lunch Challenge for Students at State Elementary School 12 Bengkulu City Lailan Tawilla; Anggun Puspita; Sri Handayani; Eva Oktavidianti; Andri Kusuma Wijaya
Jurnal Pengabdian Mitra Persada Vol. 3 No. 1 (2026): Oktober
Publisher : Utami Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70963/jpmp.v3i1.1010

Abstract

Handwashing and healthy food choices need to be introduced early, because elementary school children interact closely with their peers and often buy snacks around school. This community service activity aimed to improve students' knowledge of the six steps of handwashing and balanced nutrition through a demonstration and an educational game called Healthy Lunch Challenge. The activity was held on 10 August 2026 at State Elementary School 12 Bengkulu City and involved 20 fourth grade students, who were all the students in that class. The program lasted about 120 minutes and consisted of preparation, a ten item pretest, a health talk with visual media, a handwashing demonstration by four students, a five minute game of packing a healthy lunch box, and a posttest using the same questions. In the pretest, 16 students (80%) answered all questions correctly, 3 students (15%) made one mistake, and 1 student (5%) made two mistakes. In the posttest, all students (100%) answered every question correctly, and the mean accuracy rose from 97.5% to 100%. These results suggest that a health talk combined with a demonstration and a game can strengthen students' understanding of clean and healthy living and of nutritious food choices. Because the students' initial knowledge was already high and behavior was not measured, follow up activities should add direct observation of handwashing practice and involve parents and teachers so that the habits can be sustained at school and at home.