Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Perlakuan Bahan Baku Minyak Kelapa (Coconut Oil) dengan Variasi Konsentrasi Infused Oil Teh Putih (Camellia Sinensis) pada Pembuatan Sabun Cair Uswah, Umaya Nur; Widyasanti, Asri; Rosalinda, s
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.107 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2019.007.01.7

Abstract

Sabun cair merupakan jenis sabun mandi yang banyak digunakan oleh masyarakat karena kemasannya praktis dan higienis. Minyak kelapa mengandung asam laurat cukup tinggi dan mampu memberikan sifat pembusaan yang baik pada sabun. Bahan aktif tambahan yang digunakan adalah teh putih karena kandungan polifenolnya memiliki sifat antibakteri yang baik untuk kulit. Penambahan teh putih dilakukan dengan pembuatan infused oil menggunakan metode heat infusions dengan minyak kelapa sebagai pelarutnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan infused oil teh putih terhadap mutu sabun yang dihasilkan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental laboratorium dengan menggunakan analisis deskriptif dan korelasi-regresi. Perlakuan pada penelitian ini adalah pembuatan infused oil dengan variasi penambahan teh putih dalam minyak kelapa sebesar A=400:0 (b/b); B=400:12,5 (b/b); C=400:16,67 (b/b); D=400:25 (b/b); E=400:50 (b/b). Parameter yang diamati adalah bobot jenis, nilai pH, angka lempeng total, organoleptik dan aktivitas antibakteri dari sabun cair. Formulasi sabun cair perlakuan D merupakan produk terbaik berdasarkan uji organoleptik dengan persentase sebesar 47%. Aktivitas antibakteri pada sabun cair perlakuan E menunjukkan diameter zona hambat bakteri yang kuat sebesar 11,72 mm, bobot jenis 1,0215, nilai pH 9,35 dan angka lempeng total 4,75x104 koloni/g. Hasil analisis menunjukkan semua perlakuan sabun cair telah memenuhi persyaratan SNI 06-4085-1996.
Analisis Perlakuan Pra Pendinginan, Suhu Penyimpanan, dan Kemasan terhadap Kualitas Brokoli Khoerunnisa, Tasya; Rosalinda, S; Suryaningrum, Dewi Padmisari
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 17, No 3 (2023): TEKNOTAN, Desember 2023
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol17n3.4

Abstract

Brokoli merupakan salah satu sayuran yang memiliki tingkat kerusakan yang sangat tinggi sehingga memerlukan penanganan pasca panen yang tepat. Penanganan pasca panen yang dilakukan pada penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh perlakuan sebelum pendinginan, perbedaan suhu penyimpanan dan pengemasan yang memainkan peran penting dalam mempertahankan mutu brokoli. Tujuan penelitian kali ini yaitu untuk mengetahui perbandingan perubahan susut berat, tekstur, dan warna pada komoditas brokoli selama proses pra pendinginan, penyimpanan pada suhu ruang (± 23,83˚C) dan suhu rendah (±8,76˚C), serta pengaruhnya pengemasan untuk menentukan titik terbaik dari semua parameter yang disebutkan. Penelitian dilaksanakan di Rumah Kemas Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang pada bulan Juli hingga Agustus 2022. Metode penelitian dilakukan dengan analisis deskriptif yang terdiri dari enam perlakuan dengan tiga kali ulangan. Hasil penelitian yaitu brokoli mengalami perubahan susut berat sebesar 2,45% ketika dilakukan proses pra pendinginan, disimpan pada cold storage (suhu rendah), dan menggunakan kemasan selama 9 hari. Perubahan tekstur yang optimal dengan tidak terjadi perubahan warna yang mencolok ditunjukkan pada brokoli dengan perlakuan pra pendinginan yang disimpan di cold storage (suhu rendah) dan menggunakan kemasan, dengan perubahan tekstur sebesar 1,83 kgf. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa perlakuan penyimpanan dengan suhu rendah, dan penggunaan kemasan dapat memperpanjang umur simpan brokoli dengan batas penyimpanan maksimal selama 8 hari, untuk mendapatkan brokoli layak dikonsumsi.
Analysis of Cellulose and Cellulose Acetate Production Stages from Oil Palm Empty Fruit Bunch (OPEFB) and Its Application to Bioplastics Hanifah, Aisyah; Mardawati, Efri; Rosalinda, S; Nurliasari, Desy; Kastaman, Roni
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 7 No. 1 (2022): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v7i1.805

Abstract

Oil Palm Empty Fruit Bunch (OPEFB) is a type of solid waste from the palm oil processing industry. The components of OPEFB include cellulose, hemicellulose, and lignin. OPEFB has a large cellulose content, so it possesses the potential to be used as a bioplastic material. The purpose of this research was to examine the stages of the bioplastics' production process and its characterization. The cellulose content of OPEFB as raw material and during the isolation process which includes hydrolysis, delignification, pulping, and bleaching are 39.59%, 56.00%, 59.85%, 61.48%, and 68.20%, respectively. Cellulose isolation produces α-cellulose content of 97.87%. The resulting cellulose acetate has an acetyl content of 25.93%. The bioplastics were then characterized to determine the effect of cellulose acetate, starch, chitosan, and glycerol on the physical and mechanical properties of the plastics. The results of the physical properties characterization include biodegradability, water absorption, and density with values of 78.73%, 38.26%, and 1.2% respectively. The results of the mechanical properties characterization include tensile strength, elongation, and modulus of elasticity with values of 0.729 MPa, 4.13%, and 17.5 MPa, respectively. The functional groups in the bioplastics, which are O-H, C-H, C-O, C=O, and N-H, are produced from the mixing process between cellulose acetate, starch, chitosan, and glycerol.
Pengaruh Penambahan Konsentrasi Minyak Atsiri Nilam (Pogostemon cablin B.) Pada Formulasi Pembuatan Sampo Cair Widyasanti, Asri; Hafyyan, Muhammad; Rosalinda, S
Rekayasa Vol 18, No 2: Agustus, 2025
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/rekayasa.v18i2.27951

Abstract

Shampoo is a personal care product formulated to cleanse and maintain the health of hair and scalp by removing impurities. Indonesia has significant potential to capture a share of the global shampoo market by leveraging its natural resources and traditional herbal ingredients. Patchouli essential oil, a notable ingredient in Indonesian products, contains patchouli alcohol, which serves as an effective antibacterial agent. This study aimed to examine the impact of incorporating light fraction patchouli oil into a liquid shampoo formulation and to evaluate the quality of the patchouli oil shampoo in accordance with the Indonesian National Standard (SNI) Shampoo 06-2692-1992. The research employed a laboratory-based experimental approach using a Completely Randomized Design (CRD). Treatments involved varying concentrations of patchouli oil added to the shampoo formulation: Z (0%), A (1.0%) (w/w), B (1.25%) (w/w), C (1.5%) (w/w), D (1.75%) (w/w), and E (2.0%) (w/w). The evaluation parameters included yield, moisture content, pH level, organoleptic properties, and antibacterial activity. Among the formulations, the shampoo with a 1.0% (w/w) concentration of patchouli oil (Treatment A) was identified as the optimal formula, with a yield of 87.122%, moisture content of 63.59%, pH of 6.74, and the highest bacterial inhibition zone at 16.75 mm. Results indicated that increasing the concentration of patchouli oil resulted in higher moisture content and pH levels, while yield and antibacterial activity decreased. All treatments met the standards set by SNI Shampoo 06-2692-1992, demonstrating that the addition of light fraction patchouli oil is effective and beneficial as a functional component in shampoo production.
Perbedaan Metode Ekstraksi terhadap Kadar Sisa Pelarut dan Rendemen Total Ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Fauziyah, Rizka; Widyasanti, Asri; Rosalinda, S
Kimia Padjadjaran Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Kimia Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bunga telang (Clitoria ternatea L.) adalah tanaman merambat dengan bunga berwarna ungu sebagai ciri utamanya. Warna bunga telang disebabkan adanya kandungan senyawa antosianin. Selain antosianin, bunga telang juga mengandung senyawa flavonoid yang berperan sebagai antibakteri. Cara untuk memperoleh kandungan senyawa bunga telang yaitu dengan ekstraksi. Ekstraksi adalah proses pemisahan komponen menggunakan suatu pelarut. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kadar sisa pelarut dan rendemen total dari proses ekstraksi menggunakan metode maserasi, microwave assisted extraction (MAE) dan ultrasonic assisted extraction (UAE) dengan pelarut etanol 96%. Bahan yang digunakan yaitu bunga telang berjenis double petal yang berasal dari lahan pertanian Ciparanje Unpad, Hegarmanah, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimental laboratorium. Hasil dari penelitian ini yaitu kadar sisa pelarut 44,000% dan rendemen total 43,176% untuk maserasi, kadar sisa pelarut 47,000% dan rendemen total 69,218% untuk MAE serta kadar sisa pelarut 51,000% dan rendemen total 69,286% untuk UAE. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu metode ekstraksi dengan maserasi menghasilkan ekstrak bunga telang dengan kadar sisa pelarut terendah dan metode ekstraksi dengan UAE menghasilkan ekstrak bunga telang dengan rendemen total tertinggi.
ANALYSIS SWOT OF COFFEE AT CV FRINSA AGROLESTARI Rosalinda, S; Salsabila, Rike; Sumirat, Riska; Ratnaduhita, Astari
Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 8 No. 1 (2024): Agrisaintifika
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v8i1.5363

Abstract

Coffee (Coffea L.) is one of the plantation commodities that has a high economic value in Indonesia. One of the coffee producers in Indonesia is CV Frinsa Agrolestari in Pangalengan, West Java. CV Frinsa Agrolestari is a family company engaged in the coffee business, starting from nursery, planting, and processing coffee beans to breeding coffee varieties. The purpose of this research is to identify internal and external environmental factors to obtain alternative strategies for CV Frinsa Agrolestari. The research method used is the survey method with Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats (SWOT) analysis. Data on strengths, weaknesses, opportunities, and threats were obtained from the internal and external environment of CV Frinsa Agrolestari. Based on the analysis, it shows that CV Frinsa Agrolestari is in quadrant I (positive, positive). This position signifies a strong company. So the strategic recommendation given for CV Frinsa Agrolestari is progressive, meaning that the company is in prime and steady condition to continue to expand, enlarge growth, and achieve maximum progress. Keywords: CV Frinsa Agrolestari, External, Internal, Coffee, Quadrant I, SWOT.