Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pendampingan Penulisan Karya Ilmiah Penyuluhan Agama Kementerian Agama Kota Mojokerto dalam Suksesi Program Penyuluhan Agama Award 2024 Ridlo, Miftakhur; Khanif, Abdullah
Journal of Science and Social Development Vol. 7 No. 1 (2024): Journal of Science and Social Development
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/jossd.v7i1.1337

Abstract

This article discusses assistance in writing scientific work for Religious Counselors at the Ministry of Religion of Mojokerto City, which was held on 13 – 14 May 2024 with a total of 27 people. Scientific writing is writing that discusses a problem based on the results of investigations, observations, data collection obtained from research (in the field or in the laboratory) or literature review which is based on logical and empirical scientific thinking (methods). Religious instructors have an important role in providing religious guidance to the community. The 2024 Religious Counselor Award is the right momentum to appreciate and encourage increasing the capacity of religious counselors in this matter. Therefore, this scientific writing assistance program was held to facilitate and guide religious instructors so that they can produce quality scientific papers. This mentoring methodology is carried out through several stages, namely: Basic Training: Providing basic training regarding scientific writing techniques, use of references, and the structure of scientific writing. Intensive Guidance: Provide intensive guidance through individual and group consultation sessions, discussing concepts, methodology and data analysis. Periodic Evaluation: Conduct periodic evaluations of the development of scientific papers being prepared by religious instructors. Completion of Work: Providing final input and corrections to improve scientific papers before submitting them in competitions. The activity of assisting scientific writing for religious instructors at the Mojokerto City Ministry of Religion is part of strengthening careers and performance which will later be prepared for the Extension Counselor Award level in 2024. From this mentoring process, religious instructors are expected to be able to strengthen soft and hard skills in the field of writing scientific papers
Pendampingan Penyuluh Agama dalam Penguatan Deradikalisasi di KUA Kabupaten Mojokerto Ridlo, Miftakhur; Dwi Ratna Cinthya Dewi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Desa (JPMD) Vol. 5 No. 3 (2024): JPMD
Publisher : LP3M IAIFA Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58401/jpmd.v5i3.1810

Abstract

This article discusses the role of Religious Counselors at the Office of Religious Affairs (KUA) in Mojokerto Regency in implementing Aswaja-based deradicalization efforts. Instilling the ideology of moderation is crucial to counter radicalism and foster a tolerant, open, and moderate interpretation of Islam. The values of Aswaja, including tawasuth (moderation), tawazun (balance), and tasamuh (tolerance), are effective in addressing radical tendencies. KUA serves as a central institution for promoting Aswaja ideology and plays an active role in religious guidance to shield society from radical influences. This community engagement activity employs the Participatory Action Research (PAR) method, which examines the role of religious counselors in KUA Mojokerto Regency in combating radicalism through Aswaja ideology. The implementation consists of three stages. First, Focus Group Discussions (FGD) with stakeholders such as KUA officers, counselors, legal experts, and academics to gather factual data on radicalism-related issues and strategies. Second, applying FGD recommendations by creating a module or pocketbook as a reference for counselors to deliver accurate information and guidance aligned with applicable laws and regulations. Third, disseminating the module titled "Deradicalization in the Frame of Aswaja and Law" to Islamic religious counselors in KUA Mojokerto Regency. This initiative aims to enhance understanding of religious moderation and legal frameworks addressing radicalism. The systematic approach is expected to foster a more inclusive society that appreciates the importance of moderation in religious practices.
Jejak Historis Peradaban Islam di Era Majapahit Mengungkap Tokoh-Tokoh Penyebar Islam di Kawasan Makam Troloyo Lauhul Mahfudz; ridlo, miftakhur; M. Naufal Afif; M. Saifudien Zuhri; Dewi Fatimatuz Z; Ilmi
JSI: Jurnal Sejarah Islam Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Sejarah Islam
Publisher : Progam Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI), Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahahas jejak historis peradaban Islam di Era Majapahit. Kerajaan Majapahit merupakan salah satu kerajaan terbesar di Nusantara (Asia Tenggara). Proses Islamisasi di lingkungan kerajaan majapahit jelas tidak dilakukan oleh satu orang saja tetapi banyak tokoh-tokoh yang terlibat di dalamnya. Tokoh penting yang terlibat dalam pengembangan dakwah Islam di Majapahit mulai dari Syekh Jumadil Kubro, Tumenggung Satim, Syekh Abdul Qidir Assyini, Syeikh Maulana Sekhah, Syeikh Maulana Ibrahim. Pada penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian sejarah atau historiografi, yakni : Heuristik( Pengumpulan data), Verifikasi (Kritik), Interpretasi (penafsiran), dan Eksplanasi (hitoriografi). Penyebaran Islam dilakukan secara aman dan damai melalui pendekatan akulturasi kebudayaan dan Tasawuf oleh Walisongo seperti Syekh Jumadil Kubro. Proses penyebaran islam dilakukan secara bertahap melalui pendekatan akomodatif terhadap budaya setempat. Islam berhasil diterima melalui penyatuan ajaran agama baru dengan nilai-nilai budaya lokal yang telah ada. Terdapat tulisan arab dan makam tokoh Islam pada kompleks makam tersebut. Terdapat banyak inskripsi arab yang berada di nisan makam Troloyo yakni di makam Syekh Jumadil Kubro, Makam Telu, Petilsan Walisongo, Kubur Tandak, dan Makam Pitu. Nisan yang tertua berangka 1376 Masehi.
NALAR KEBENARAN DALAM FILSAFAT ISLAM Ridlo, Miftakhur
RADIX: Jurnal Filsafat dan Agama Vol. 1 No. 01 (2023): FILSAFAT DAN AGAMA
Publisher : KELOMPOK KOMUNITAS LABORATORIUM PENELITIAN (COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/radix.v1i01.578

Abstract

Artikel ini membahas tentang kebenaran (ilmiah) atau intelektual dalam ranah Filsafat Islam. Filsafat Islam merupakan salah satu bidang studi Islam yang keberadaannya telah menimbulkan pro dan kontra. Sebagian mereka yang berpikiran maju dan bersifat liberal cendrung mau menerima pemikiran filsafat Islam. Sedangkan bagi mereka yang bersifat tradisional yakni yang berpegang teguh pada doktrin ajaran al-Qur'an dan al-hadits secara tekstual, cenderung kurang mau menerima filsafat, bahkan menolaknya. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kepustakaan murni (library research) semua karya yang terkait dengan penelitian ini, penulis jadikan bahan rujukan untuk membaca dan menganalisis problem kebenaran ditinjau dari aspek Filsafat Islam. Nalar Kebenaran dalam Filsafat Islam dibagi menjadi : Bayani, burhani dan irfani. Pendekatan bayani dapat diartikan sebagai model metodologi berpikir yang didasarkan atas teks. Dalam hal ini teks sucilah yang memiliki otoritas penuh menentukan arah kebenaran. Fungsi akal hanya sebagai pengawal makna yang terkandung di dalamnya yang dapat diketehui melalui pencermatan hubungan antara makna dan lafaz. Pendekatan burhani adalah epistemologi yang berpandangan bahwa sumber ilmu pengetahuan adalah akal. Akal menurut epistemologi ini mempunyai kemampuan untuk menemukan berbagai pengetahuan, bahkan dalam bidang agama sekalipun akal mampu untuk mengetahuinya, seperti masalah baik dan buruk. Dalam pendekatan irfani lebih dikenal dengan istilah intuisi. Dengan intuisi, manusia memperoleh pengetahuan secara tiba-tiba tanpa melalui proses penalaran tertentu. Ciri khas intuisi antara lain; dzauqi (rasa) yaitu melalui pengalaman langsung, ilmu huduri yaitu kehadiran objek dalam diri subjek, dan eksistensial yaitu tanpa melalui kategorisasi akan tetapi mengenalnya secara intim.
Pendampingan Penulisan Karya Ilmiah Penyuluhan Agama Kementerian Agama Kota Mojokerto dalam Suksesi Program Penyuluhan Agama Award 2024 Ridlo, Miftakhur; Khanif, Abdullah
Journal of Science and Social Development Vol. 7 No. 1 (2024): Journal of Science and Social Development
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/jossd.v7i1.1337

Abstract

This article discusses assistance in writing scientific work for Religious Counselors at the Ministry of Religion of Mojokerto City, which was held on 13 – 14 May 2024 with a total of 27 people. Scientific writing is writing that discusses a problem based on the results of investigations, observations, data collection obtained from research (in the field or in the laboratory) or literature review which is based on logical and empirical scientific thinking (methods). Religious instructors have an important role in providing religious guidance to the community. The 2024 Religious Counselor Award is the right momentum to appreciate and encourage increasing the capacity of religious counselors in this matter. Therefore, this scientific writing assistance program was held to facilitate and guide religious instructors so that they can produce quality scientific papers. This mentoring methodology is carried out through several stages, namely: Basic Training: Providing basic training regarding scientific writing techniques, use of references, and the structure of scientific writing. Intensive Guidance: Provide intensive guidance through individual and group consultation sessions, discussing concepts, methodology and data analysis. Periodic Evaluation: Conduct periodic evaluations of the development of scientific papers being prepared by religious instructors. Completion of Work: Providing final input and corrections to improve scientific papers before submitting them in competitions. The activity of assisting scientific writing for religious instructors at the Mojokerto City Ministry of Religion is part of strengthening careers and performance which will later be prepared for the Extension Counselor Award level in 2024. From this mentoring process, religious instructors are expected to be able to strengthen soft and hard skills in the field of writing scientific papers
PENDAMPINGAN ANAK JALANAN BERBASIS ENTERPRENEURSHIPDESA MODOPURO KEC MOJOSARI KAB MOJOKERTO Khanif, Abdullah; Ridlo, Miftakhur
Ta'awun Jurnal Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2023): November
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang Pendampingan Anak Jalanan Berbasis Enterpreneurship di Desa Modopuro Kec Mojosari Kab Mojokerto. Metode Pengabdian ini menggunakan Participation Action Reserch (PAR). Kegiatan peningkatan Peluang Usaha Bagi Anak - Anak Jalanan di Desa Modopuro Kecamatan Mojosari dalam menghasilkan karya pengembangan usaha pelatihan peluang usaha bagi anak-anak jalanan di desa Modopuro Kecamatan Mojosari yang dilaksanakan pada tanggal 25 Mei - 27 Juli 2023. Kegiatan pelatihan berjalan dengan lancar dihadiri oleh anak-anak jalanan. Peserta pelatihan terlihat antusias dengan materi pelatihan yang diberikan. Hal ini terlihat dari awal hingga akhir acara, semua peserta mengikuti dengan baik. Materi mengenai konsep pengembangan usaha , arti penting pengembangan usaha dan peningkatan kualitas maupun kuantitas pengembangan peluang usaha dalam bentuk daur ulang sampah diberikan pada hari pertama pelatihan. Pada hari kedua peserta pengabdian melakukan workshop peningkatan pengembangan peluang usaha. Anak-anak jalanan peserta pengabdian membuat karya yang dapat dijual dari hasil daur ulang sampah. Pelaksanaan pengabdian untuk anak-anak jalanan desa Modopuro Kecamatan Mojosari dapat disimpulkan berhasil sampai tahap pelatihan membuat karya dari daur ulang sampah sebagai peluang usaha. Keberhasilan ini ditunjukkan antara lain oleh: 1) Adanya kesesuaian materi dengan kebutuhan anak-anak jalanan untuk meningkatkan usaha. 2) Adanya respon yang positif dari peserta mengingat kegiatan pengabdian merupakan kebutuhan anak-anak jalanan dalam rangka mewujudkan peluang usaha.
Harmoni dan Kearifan Lokal di Era Majapahit Situs Sumur Upas dan Candi Kedaton Ridlo, Miftakhur; Mahfudz, Lauhul; Muhammad, Ery Yanda
Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars Vol 9 No 1 (2025): AnCoMS, Oktober 2025
Publisher : Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta Wilayah IV Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/ancoms.v9i1.736

Abstract

The Majapahit Kingdom was one of the largest Hindu-Buddhist empires in Southeast Asia, leaving behind numerous monumental legacies, including Kedaton Temple and the Sumur Upas Site in Trowulan, Mojokerto. These sites hold historical, archaeological, and spiritual significance, reflecting the acculturation between Hindu-Buddhist traditions and the emergence of Islam during the late Majapahit era. This study employs historiographical methods comprising heuristics, verification, interpretation, and historiography to explore the functions, meanings, and socio-religious dynamics surrounding the sites. Findings such as multilayered brick structures, foreign ceramics from China and Southeast Asia, ancient coins, and Islamic gravestones indicate that the area once served as a center of religious and social activity, marking the growing influence of Islam within Majapahit society. Local traditions, such as the Bari’an ritual and the use of sacred well water still preserved today demonstrate the embodiment of local wisdom in maintaining interfaith and intercultural harmony. This study highlights that the development of culture and Islam during the Majapahit period shared common values of harmony, forming an essential foundation for social cohesion and cultural pluralism in contemporary Indonesian society.
PENYULUHAN GERAKAN ANTI BULLIYING BERBASIS MODERASI BERAGAMA DI SMP 2 TARIK KABUPATEN SIDOARJO Ridlo, Miftakhur; Lauhul Mahfudz
Ta'awun Jurnal Pengabdian Vol. 4 No. 2 (2025): November
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/rxj0s814

Abstract

Bullying merupakan permasalahan serius di dunia pendidikan yang berdampak pada kesehatan mental, iklim belajar, dan perkembangan karakter peserta didik. Bentuk bullying tidak hanya fisik, tetapi juga verbal, sosial, dan siber, yang sering diperkuat oleh relasi kuasa dan perbedaan identitas. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memperkuat pencegahan bullying melalui penyuluhan gerakan anti-bullying berbasis moderasi beragama di SMP Negeri 2 Tarik, Sidoarjo. Kegiatan ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan guru, siswa, dan pihak sekolah dalam proses identifikasi masalah, perencanaan aksi, implementasi, dan refleksi bersama. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan interaktif, diskusi kelas, role play, penguatan duta anti-bullying, serta pendampingan berbasis nilai toleransi, keadilan, keseimbangan, dan anti-kekerasan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kesadaran siswa tentang bentuk dan dampak bullying, perubahan sikap dari permisif menjadi menolak bullying, penguatan peran guru dan teman sebaya sebagai agen pencegahan, serta indikasi penurunan insiden bullying di lingkungan sekolah. Integrasi nilai moderasi beragama terbukti memperkuat internalisasi karakter anti-kekerasan dan membangun iklim sekolah yang lebih aman, inklusif, dan bermartabat. Program ini berpotensi menjadi model preventif berkelanjutan dalam mendukung kesejahteraan dan kesehatan mental peserta didik.
Mosque Jurisprudence-Based Moderation Da‘wah for Conflict Mitigation: a Case Study in Mojokerto Indonesia ridlo, miftakhur; Abdullah Khanif; Hadi Ismail
Wasilatuna: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 9 No. 1 (2026): April (on Process)
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda'wah Bangil Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38073/wasilatuna.v9i1.3821

Abstract

This study examines mosque-based religious moderation da‘wah grounded in fiqh al-masjid as a model for mitigating socio religious conflict at the grassroots level in Mojokerto Regency, Indonesia. Employing a qualitative case study approach, data were collected through in depth interviews, observations, and document analysis involving mosque administrators (takmir), religious leaders, officials of the Indonesian Mosque Council (DMI), and representatives of the Ministry of Religious Affairs. The findings reveal that religious moderation is operationalized through interconnected dimensions, including humanity (insaniyah), public benefit (maslahah), justice (‘adliyyah), balance (mubādalah), constitutional compliance (dusturiyah), national commitment (mu‘āhadah waṭaniyah), tolerance (tasāmuḥ), anti violence, and respect for local tradition (‘urfiyah). These dimensions are manifested in sermon narratives, participatory mosque governance, inclusive spatial arrangements, humanitarian and economic empowerment programs, and culturally sensitive practices. Analytically, the study demonstrates that moderation da‘wah becomes effective when ethical principles are institutionalized through clear policies, sermon guidelines, and conflict resolution mechanisms rather than remaining at the level of normative discourse. The study contributes theoretically by integrating religious moderation, mosque jurisprudence, and conflict studies into a coherent analytical framework, and practically by offering a model that can be adopted by mosque institutions and policymakers to strengthen social cohesion, prevent radicalism, and promote peaceful coexistence in plural societies.