Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DALAM PEMBELAJARAN DI SKOLAH DASAR: STUDI LITERATUR Anggun Zayutri; Chintya Purba; Julia Tarigan; Yusfa Marpaung
Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE) Vol. 2 No. 2 (2026): Vol 2. No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijosse.v2i2.2491

Abstract

Dunia pendidikan saat ini, khususnya di abad ke-21 , membutuhkan cara belajar yang peka terhadap kemajuan ilmu pengetahuan , teknologi, dan berbagai kondisi dunia. Selain itu , cara belajar ini harus bisa mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif , berkolaborasi , dan mudah menyesuaikan diri pada diri siswa . Di Indonesia, situasi ini semakin rumit karena kurikulum yang sering berganti dan pengaruh pandemi COVID-19 yang menciptakan ketidakmerataan dalam kesempatan belajar serta penurunan kualitas pengajaran. Untuk menjawab permasalahan tersebut , pemerintah memperkenalkan Kurikulum Merdeka yang menekankan pentingnya pemikiran mendalam , pembelajaran yang berpusat pada siswa, pembelajaran yang disesuaikan , serta pembentukan karakter berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Penelitian ini didedikasikan untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka pada jenjang sekolah dasar melalui wawasan literatur . Kajian ini akan membedah cara penerapannya , faktor -faktor penentu keberhasilan, serta kendala-kendala yang mungkin dihadapi dalam pelaksanaan pendidikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka membawa dampak yang baik, termasuk kemajuan yang lebih pesat dalam pembelajaran , pemanfaatan cara yang lebih sesuai dengan keadaan , serta peningkatan keterlibatan dan semangat belajar siswa. Guru pun mendapatkan ruang lebih luas untuk berkreasi dalam merencanakan kegiatan belajar mengajar. Namun demikian, penerapan kurikulum ini masih terkendala oleh beberapa hal , seperti pemahaman guru yang belum menyeluruh , tantangan dalam melakukan asesmen awal dan pembelajaran yang beragam , serta keterbatasan sarana dan prasarana di beberapa sekolah. Keberhasilan Kurikulum Merdeka sangat bergantung pada kemampuan guru, dukungan dari pimpinan sekolah, dan ketersediaan sumber daya yang cukup . Maka dari itu, perlu adanya kerja sama yang baik antara pemerintah, pihak sekolah, dan para guru untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia, memperkokoh dukungan fasilitas, serta menjamin adanya kebijakan yang berkesinambungan agar implementasi Kurikulum Merdeka bisa berjalan maksimal dan merata.
Analisis Pengelolaan Sarana dan Prasarana pada Kegiatan Renovasi Sekolah Serta Dampaknya terhadap Pembelajaran di Kelas di SDN 101775 Sampali Anggun Zayutri; Efegea Br Meliala; Mayshe Rema Br Milala; Raisya Saffanah Tambunan; Agum Budianto; Juanfan Rajagukguk
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 10 (2026): OKTOBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan sarana dan prasarana merupakan bagian penting dalam manajemen pendidikan, terutama ketika kegiatan renovasi sekolah berlangsung bersamaan dengan proses pembelajaran. Case method ini bertujuan menganalisis pengelolaan sarana dan prasarana pada kegiatan renovasi di SDN 101775 Sampali serta dampaknya terhadap pelaksanaan pembelajaran di kelas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode case method. Data diperoleh melalui observasi terhadap kondisi sekolah, aktivitas renovasi, kondisi ruang kelas, dan proses pembelajaran, serta dokumentasi sebagai data pendukung. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis menunjukkan bahwa renovasi memerlukan pengelolaan yang terintegrasi meliputi perencanaan, pengaturan waktu, pemisahan area kerja dan area belajar, pengelolaan alat dan bahan, koordinasi, pengawasan, keselamatan, serta evaluasi. Kegiatan renovasi dapat menimbulkan perubahan sementara pada lingkungan belajar yang berpotensi memengaruhi konsentrasi, kenyamanan, kelancaran pembelajaran, dan pengelolaan kelas. Namun, tingkat gangguan bergantung pada lokasi, jenis pekerjaan, waktu pelaksanaan, dan pengelolaan renovasi. Guru dapat melakukan adaptasi melalui pengaturan tempat duduk, pemberian instruksi yang lebih jelas, dan penggunaan aktivitas yang melibatkan peserta didik. Adaptasi tersebut perlu didukung oleh pengelolaan dari pihak sekolah. Dengan demikian, keberhasilan renovasi tidak hanya dilihat dari hasil perbaikan fisik, tetapi juga dari kemampuan sekolah menjaga proses pembelajaran tetap aman, nyaman, dan efektif selama renovasi berlangsung.