Pengelolaan sarana dan prasarana merupakan bagian penting dalam manajemen pendidikan, terutama ketika kegiatan renovasi sekolah berlangsung bersamaan dengan proses pembelajaran. Case method ini bertujuan menganalisis pengelolaan sarana dan prasarana pada kegiatan renovasi di SDN 101775 Sampali serta dampaknya terhadap pelaksanaan pembelajaran di kelas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode case method. Data diperoleh melalui observasi terhadap kondisi sekolah, aktivitas renovasi, kondisi ruang kelas, dan proses pembelajaran, serta dokumentasi sebagai data pendukung. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis menunjukkan bahwa renovasi memerlukan pengelolaan yang terintegrasi meliputi perencanaan, pengaturan waktu, pemisahan area kerja dan area belajar, pengelolaan alat dan bahan, koordinasi, pengawasan, keselamatan, serta evaluasi. Kegiatan renovasi dapat menimbulkan perubahan sementara pada lingkungan belajar yang berpotensi memengaruhi konsentrasi, kenyamanan, kelancaran pembelajaran, dan pengelolaan kelas. Namun, tingkat gangguan bergantung pada lokasi, jenis pekerjaan, waktu pelaksanaan, dan pengelolaan renovasi. Guru dapat melakukan adaptasi melalui pengaturan tempat duduk, pemberian instruksi yang lebih jelas, dan penggunaan aktivitas yang melibatkan peserta didik. Adaptasi tersebut perlu didukung oleh pengelolaan dari pihak sekolah. Dengan demikian, keberhasilan renovasi tidak hanya dilihat dari hasil perbaikan fisik, tetapi juga dari kemampuan sekolah menjaga proses pembelajaran tetap aman, nyaman, dan efektif selama renovasi berlangsung.