Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan Literasi Politik Digital Warga Kelurahan Pangkalan Jati Depok dalam Menghadapi Hoaks dan Disinformasi Media Sosial Putrawan Yuliandri; M. Prakoso Aji; Subakdi; Hartanto; Ratu Nadya Wahyuningratna
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v7i3.19337

Abstract

Perkembangan media sosial telah meningkatkan akses masyarakat terhadap informasi politik, namun juga memperbesar risiko penyebaran hoaks dan disinformasi yang dapat memengaruhi kualitas partisipasi publik. Rendahnya kemampuan verifikasi informasi di tingkat masyarakat menjadi tantangan dalam mewujudkan ruang digital yang sehat dan kondusif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi politik digital warga Kelurahan Pangkalan Jati, Kota Depok dalam menghadapi hoaks dan disinformasi di media sosial. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif melalui tahapan perencanaan, koordinasi dengan mitra, pelaksanaan pelatihan, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan pada Mei 2026 dan diikuti oleh 30 peserta yang terdiri atas warga, anggota PKK, Karang Taruna, dan tokoh masyarakat. Materi pelatihan mencakup pengenalan hoaks dan disinformasi, verifikasi informasi digital, penggunaan pencarian gambar balik, pemahaman algoritma media sosial, serta etika komunikasi digital. Hasil kegiatan menunjukkan nilai rata-rata peserta meningkat dari 58,3 menjadi 84,7 setelah pelatihan. Peserta juga menunjukkan peningkatan kemampuan dalam memeriksa sumber informasi, mengidentifikasi konten yang menyesatkan, dan menerapkan prinsip komunikasi digital yang bertanggung jawab. Program ini membuktikan bahwa pelatihan literasi politik digital berbasis praktik efektif meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi hoaks dan disinformasi serta mendukung terciptanya lingkungan digital yang lebih kritis dan berdaya tahan.
OLIGARCHY AND DYNASTIC POLITICS IN INDONESIA Jerry Indrawan; Putrawan Yuliandri; Hartanto Hartanto
INDONESIAN GOVERNANCE JOURNAL : KAJIAN POLITIK-PEMERINTAHAN Vol 8 No 1
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/igj.v8i1.138

Abstract

Democracy gives everyone the freedom to choose and be chosen in elections. However, democracy also does not prohibit someone who has a family relationship with a public official from being elected in the election. This discourse gives birth to what is called oligarchy or dynasty in political life, especially in Indonesia. In this country, oligarchic politics and dynasty politics thrive along with the rapid development of its democratic life. Oligarchy and dynasty politics on the one hand are opposed by civil society, but on the other hand, candidates for public officials who are related to the incumbent are still elected by the people. That is why the debate about oligarchy and politics in Indonesia is very interesting to be used as a study. The purpose of this study is to analyze the idea of ​​the development of oligarchy and dynasty politics in a democratic medium, such as in Indonesia. The main finding in this study concludes two things, which are changes to the electoral system and revamping the political and campaign financing system. This study uses a descriptive qualitative method based on Winters' oligarchy theory.