Sukmayenti, Sukmayenti
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Komik Anti Stunting Sebagai Upaya Promotif dan Preventif Dini Pada Remaja Putri Terhadap Stunting Di Pesantren Darul Ulum Padang Pasalina, Putri Engla; Devita, Hendri; Sari, Nirmala; Amran, Vitri Yuli Afni; Sukmayenti, Sukmayenti
Jurnal Abdimas Saintika Vol 5, No 2 (2023): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v5i2.2098

Abstract

Prevalensi stunting di Indonesia  masih tinggi,  sebesar 24,4 % pada tahun 2021. Sumatera Barat merupakan salah satu provinsi dengan prevalensi stunting yang tinggi, sebesar 33,2% dan Sumatera Barat berada pada status gizi kronis. Begitu juga di Kota Padang, angka stunting tahun 2021 masih jauh di atas target nasional (18,9%). Pengetahuan remaja putri yang rendah tentang pencegahan stunting sebelum masa kehamilan merupakan salah satu faktor penyebab tingginya kejadian stunting. Pesantren Darul Ulum merupakan pesantren yang minim akan akses informasi kesehatan. Komik adalah salah satu media edukasi yang tepat bagi santriwati pesantren karena komik merupakan suatu bentuk media komunikasi visual yang disenangi remaja dan dapat menjadi media pengganti untuk mengatasi keterbatasan akses internet dan media elektronik di pesantren. Metode pelaksanaan  kegiatan yaitu dengan edukasi santriwati melalui Komik Anti Stunting dan evaluasi dilakukan melalui kuesioner pretest dan postest. Setelah dilakukan edukasi, terjadi peningkatan pengetahuan remaja putri yang berkategori baik, dari 21,2% menjadi 74,6 %. Komik Anti Stunting merupakan salah satu media edukasi stunting yang efektif bagi remaja putri di pesantren. Sebaiknya, komik dijadikan sebagai salah satu media edukasi stunting pada remaja di pesantren
PEMERIKSAAN STATUS GIZI DAN KADAR HAEMOGLOBIN REMAJA PUTRI SMPN 3 BATANG KAPAS PESISIR SELATAN Sukmayenti, Sukmayenti; Pasalina, Putri Engla
Jurnal Abdimas Saintika Vol 7, No 2 (2025): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v7i2.30684

Abstract

 Secara nasional, prevalensi anemia pada remaja putri masih tinggi. Data penelitian tahun 2025 menunjukkan prevalensi anemia pada remaja putri bervariasi antar daerah dan kelompok usia. Prevalensi anemia pada remaja putri di Indonesia dengan umur 5 sampai 14 tahun sebesar 26,4% dan 18,4% pada umur 15-24 tahun. Remaja putri berisiko lebih tinggi mengalami anemia dibandingkan remaja laki-laki karena perempuan mengalami menstruasi setiap bulan sehingga banyak kehilangan zat besi. Pada remaja sebagian besar kasus anemia gizi disebabkan oleh defisiensi zat besi, defisiensi vitamin A, vitamin C, asam folat, vitamin B12, atau karena kekurangan zat gizi secara umum. Anemia pada remaja putri menjadi berbahaya apabila tidak ditangani dengan baik, terutama untuk persiapan hamil dan melahirkan. SMPN 3 Batang Kapas merupakan salah satu SMPN yang berada di kabupaten Pesisir Selatan. Siswa di SMPN 3 Batang Kapas di dominasi oleh siswa perempuan dibanding laki- laki. Pemeriksaan status gizi dan kadar haemoglobin (HB) pada remaja putri dilakukan dengan tujuan agar terdeteksi remaja putri yang mengalami anemia dan status gizi kurang sehingga bisa segera diberikan penanganan lebih lanjut. Metode pelaksanaan  kegiatan yaitu dengan melakukan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan sehingga dapat diketahui indeks masa tubuh (IMT) dan selanjutnya dilakukan pemeriksaan kadar HB. Setelah dilakukan pemeriksaan kemudian remaja putri di berikan edukasi dan rekomendasi sesuai hasil pemeriksaan yang didapatkan.  Berdasarkan hasil pemeriksaan status gizi didapatkan 44,2% remaja putri dengan berat badan kurang berdasarkan IMT, 16,7% kelebihan berat badan dan 1,3% obesitas. Dari pemeriksaan kadar HB diketahui 27,5% remaja putri dengan anemia.Kata Kunci: Status Gizi, kadar haemoglobin, remaja putri